[Madrid] Santiago Bernabeu Tour

Penggemar sepakbola tidak boleh melewatkan salah satu stadion termegah di negeri Matador ini. Sebelum menyambangi stadion Camp Nou di Barcelona, saya terlebih dahulu mampir ke stadion tim musuh bebuyutan, yaitu Santiago Bernabeu. Hihihi… Hitung-hitung studi banding sambil iseng, namun ternyata stadion termegah di ibukota Spanyol ini tampaknya sudah lebih dari cukup dalam urusan memanjakan fans-fans Real Madrid. Jadi, jangankan fans Real Madrid, saya yang fans tim musuhnya saja terpesona dengan tur stadion dan toko merchandise Los Blancos ­čÖé

Seperti apa ya? Mari kita simak…

Continue reading

[Madrid] Sistem Transportasi: Dari Metro, Bus, sampai RENFE

Setelah keliling Stockholm, Amsterdam, Paris, dan Copenhagen; tinggal dua kota yang belum saya bahas sistem transportasinya. Kali ini kita akan menuju salah satu kota sepakbola ternama di Eropa, yaitu Madrid.

Ibukota Kerajaan Spanyol ini memiliki sistem transportasi sudah terstruktur cukup baik. Kereta metro sudah terintegrasi dengan bus, sehingga kita tidak usah beli karcis terpisah untuk naik metro dan untuk naik bus. Satu-satunya layanan transportasi yang karcisnya terpisah hanyalah RENFE (nanti dibahas). Jadi bisa dibilang integrasi layanan transportasi Madrid ini tidak bikin pusing para turis. Sayangnya, sama dengan Paris, Stockholm, dan Amsterdam yang tidak memasukkan bandara ke dalam paket transportasi untuk turis, Madrid pun tidak memasukkan bandara ke dalam sistem metro mereka. Coba cek peta metro Madrid di sini.

Logo stasiun Metro di Madrid

Sebetulnya sistem metro di Madrid sama saja dengan sistem metro di dunia pada umumnya. Seluruh gerbang masuk/keluar stasiun Metro selalu dipasangi logo yang khas, sehingga penduduk tentu tidak akan keliru mengenali penanda stasiun Metro. Di bawah setiap logo selalu dipasangi nama stasiun dalam font Arial (atau Helvetica?) berukuran besar yang kontras.

Contoh pintu gerbang keluar/masuk stasiun metro Madrid, di Opera.

Suasana pintu masuk stasiun metro di Madrid.

Yang agak unik adalah semua penunjuk nama stasiun metro di suatu line dibuat dengan tempelan. Supaya lebih jelas coba perhatikan foto berikut ini.

Mungkin awalnya kita cukup shock melihat peta jalur seperti ini. Sudah tempel-tempelan, kurang rapi, agak bikin pusing pula. Apa ya maksudnya estaciones dan correspondencias? Lalu kok ada kiri ada kanan?

Estaciones maksudnya adalah urutan stasiun yang akan dilewati oleh metro ini. Nah, bedanya antara kiri dan kanan adalah, kita perlu mencari nama stasiun tujuan kita, adanya di kiri atau di kanan? Kebetulan foto di atas masih menunjuk ke satu arah yang sama untuk papan kiri dan kanan, tapi nanti suatu saat pasti kedua papan ini bercabang ke arah yang berbeda. Jadi misalnya untuk berangkat ke stasiun Santiago Bernabeu dari tempat foto ini diambil, kita harus mengikuti papan yang ada tulisan Santiago Bernabeu terus sampai kita bertemu keretanya.

Sementara correspondencias menunjukkan line lain yang juga bisa kita tuju di stasiun yang dimaksud. Misal kita ingin menyambung ke line 7, maka kita perlu turun di stasiun Gregorio Mara├▒on (line 10) dan menyambung ke line 7, cari arah yang menuju ke Hospital del Henares Pitis. Prinsip ini sebetulnya sama saja di seluruh dunia, jadi jangan terlalu dipusingkan ­čÖé

Lalu satu hal lain yang juga unik soal metro Madrid: Peringatan penutupan pintu metro dibunyikan dengan tiupan peluit mirip peluit wasit di pertandingan sepakbola. Sementara di negara lain sudah menggunakan bel mirip bel polisi atau bel mirip peringatan kebakaran, Madrid malah menggunakan peluit. Lucu juga kalau dipikir-pikir, ternyata kota ini betul-betul menjiwai sepakbola sekali ya ­čÖé

Paket transportasi di Madrid
Untuk menempuh perjalanan dengan leluasa, para turis dianjurkan membeli tiket turis bernama Abono Turistico. Ada banyak pilihan untuk jumlah hari Abono Turistico, yaitu 1 hari, 2 hari, 3 hari, 5 hari, dan 7 hari. Tiket ini memiliki dua macam coverage, yaitu zona A dan zona T. Biasanya para turis yang hanya memiliki waktu 2-4 hari di Madrid hanya membutuhkan tiket zona A. Namun buat turis yang ingin mengunjungi daerah pinggiran Madrid, seperti Leganes, Guadalajara, dan Toledo; maka turis membutuhkan tiket zona T. Harga Abono Turistico bisa dicek di sini.

Abono Turistico ini berlaku setiap hari sampai dengan jam 5 pagi hari berikutnya. Jadi, seandainya kita baru tiba di Madrid di malam hari, ada baiknya beli karcis satuan saja, jangan pakai Abono Turistico paket harian.

Adapun Abono Turistico bisa dibeli di semua stasiun metro yang ada di Madrid. Tiket ini berukuran sangat kecil, hanya sebesar karcis Paris Pass, dan bertulisan berapa jumlah hari di mana tiket ini akan aktif. Namun dari segi kualitas pita informasi, Paris Pass tampaknya lebih baik. Menurut pengalaman, dengan cara penyimpanan yang sama persis, kartu Paris Pass saya masih lancar jaya dipakai sampai hari terakhir (saya menggunakan paket 3 hari). Sementara pita informasi Abono Turistico 2 dias saya sudah aus di awal hari kedua dan terpaksa minta tukar di stasiun supaya bisa masuk.

Contoh tiket Abono Turistico

Berhubung ukurannya kecil, Abono Turistico saya sempat hilang. Jadi hati-hatilah menyimpan kartu Abono kalau kalian memilih membeli tiket ini. Sebagai pertimbangan mau membeli Abono atau tidak: Biaya satu kali perjalanan dengan Metro untuk jarak pendek (<5 stasiun) sekitar EUR 1,5-2; jarak sedang (6-entah berapa stasiun) EUR 2-4. Jarak jauh saya tidak tahu tarifnya karena belum sempat mengalami. Jadi, kalau menurut perhitungan kalian dalam sehari hanya akan naik metro 2-3 kali saja, rasanya lebih baik beli tiket satuan setiap kali akan naik metro.

RENFE
Tadi saya bilang bahwa Madrid tidak memasukkan airport Barajas Madrid ke dalam sistem metro mereka. Nah, untuk mencapai pusat kota dari bandara, turis perlu menggunakan kereta khusus bernama RENFE, alias Red Nacional de Ferrocarilles Españoles. Sesuai namanya RENFE ini meng-cover seluruh negara Spanyol. Kereta ini menghubungkan beberapa titik strategis dengan pusat kota Madrid. Salah satunya adalah airport Barajas.

Cara mencapai pusat kota Madrid dari airport Barajas, adapun adalah dengan membeli karcis RENFE jalur C-1 di Aeropuerto T4, menuju Principe Pio, turun di Alvaro Mendez. Dari sana sudah tinggal berjalan kaki menuju stasiun metro Atocha/Atocha Renfe (line 1). Harga tiket RENFE ini adalah EUR 2,60 (sekali jalan) atau EUR 5,20 (bolak balik).

Bus
Bus di Madrid, dikenal juga dengan istilah Autobus atau bentuk jamaknya Autobuses, memiliki sistem yang juga cukup bagus dan terstruktur. Ketika kita naik ke bus, kita tinggal memperlihatkan kartu Abono Turistico saja.

Bus-bus di Madrid ini biasanya memiliki pangkalan di stasiun Atocha. Jadi, titik utama keberangkatan dan kedatangan bus adalah di stasiun terbesar di kota Madrid ini.

Cara memahami petunjuk terminal bus Madrid juga sangat mudah: Kita tinggal melihat peta di terminal terdekat untuk menentukan apakah kita menuju ke arah yang benar ataukah kita perlu menuju ke terminal arah sebaliknya. Stasiun tempat kita berada selalu ditandai dengan lingkaran merah dan arah bus berjalan ditunjukkan dengan tanda panah. Jam kehadiran bus juga disajikan lengkap di terminal. Tenang saja, tidak ada yang mencoret-coret informasi tersebut sampai tidak terbaca. Tapi, jangan heran jika beberapa terminal malah memiliki dinding yang bergambar-gambar aneh ­čśÇ

Madrid juga menyediakan layanan bus malam yang frekuensi kehadirannya lebih jarang daripada bus regular. Rute bus malam juga memiliki terminal akhir berbeda dengan bus regular tersebut. Untuk petunjuk bus malam, biasanya dipajang di masing-masing terminal.

Contoh peta di terminal bus malam Madrid. Ini adalah peta di terminal Mayor. Di bagian atas papan informasi ini (tidak terfoto oleh saya) ada informasi tentang frekuensi kehadiran bus regular. Jika kalian perhatikan, di kanan atas terlihat tulisan “jam 21-23, sekitar 15-27 menit sekali”.

Inilah jam-jam kedatangan bus malam di terminal Mayor tadi. Perhatikan bahwa jam kedatangan bus di weekend dan hari libur nasional setempat bisa berbeda dengan hari kerja.

Pesan terakhir: Informasi di seluruh sarana transportasi Madrid hanya menggunakan bahasa Spanyol. Jika kita sudah sering melihat papan informasi bus di berbagai tempat, seharusnya ini tidak jadi kendala. Tapi kalau belum terlalu berpengalaman soal papan informasi bus atau kebetulan kalian sering tersasar saat membaca papan informasi, lebih baik bekali diri dengan kamus Spanyol pocket ­čÖé

[20150510]

[Spanyol] 8 trivial things you didn’t know about Spain

Bicara soal Spanyol mungkin yang terlintas di benak kita adalah matador, flamenco, dan sepakbola. Hm… Sebetulnya Spanyol tidak terbatas pada tiga hal itu saja. Bukan melulu soal banteng yang marah dan menyerang apa saja yang warnanya merah, soal tarian yang diperagakan wanita berkostum rumbai dan sepatu khusus, atau soal perseteruan Real Madrid dan Barcelona terlebih Ronaldo dan Messi.

Dalam tiga hari, tentu apa yang saya lihat dan rasakan tidak dapat digeneralisasikan sepenuhnya. Namun saya harap fakta-fakta unik hasil pengamatan saya soal Spanyol ini bisa jadi penambah wawasan yang berguna.

Catatan: Tidak ada niat menghina atau memuja bangsa tertentu. Mohon dibaca dengan pikiran terbuka.
Fakta #1: Pesawat pelit pakan


Pesawat terbang di Spanyol dioperasikan terutama oleh tiga maskapai: Iberia, AirEuropa, dan Vueling. Iberia yang berbendera mirip warna bendera Spanyol dan AirEuropa yang logonya minimalis ini adalah maskapai full-service, sementara Vueling si kuning adalah maskapai budget. Mereka bertiga pun sering sekali share code penerbangan.
Tapi yang unik, semua maskapai Spanyol sama saja: Makanan dalam pesawat hanya bisa didapatkan dengan membeli, karena harga tiket pesawat belum mencakup harga makanan. Lalu, jangan pikir Iberia bakal tampil beda karena status premiumnya. Ternyata salah. Iberia pun menjual makanan di pesawat. Kalau tidak mau bayar, siap-siap berpuasa di pesawat. Lho, katanya maskapai full service?
Fakta #2: Jam Tidur Siang
(Foto dari Google. Bukan jepretan saya)
Sudah rahasia umum kalau rakyat Spanyol itu bangunnya siang dan tidurnya larut malam. Kalau ditanya kenapa mereka sanggup begadang tiap hari, jawabannya adalah: “Kan kita punya jam tidur siang setiap hari!”
Budaya tidur siang di Spanyol, yang sering disebut “siesta”, memang menjadi salah satu ciri khas bangsa yang satu ini, dan memang ciri ini terbawa-bawa sampai Mexico dan negara Latin lainnya. Rakyat Spanyol terkadang pulang ke rumah dari tempat kerjanya di jam tidur siang ini. Uniknya, tidak hanya manusianya yang punya jam tidur siang tapi toko-toko dan pusat layanan umum pun begitu. Saya sampai takjub bahwa tur stadion Vicente Calderon saja ada jam tidur siangnya!
Jadi, jangan terkaget-kaget kalau kita datang ke restoran jam 4 sore dan kita diusir. “┬íEstamos cerrado! (We are closed!)” kata pelayannya. Nah, itulah ciri jam tidur siang.
Biasanya, jam tidur siang bervariasi antara pukul 12 hingga 18. Tapi lama jam tidur siang tiap pusat layanan tidak sama. Ada yang 2 jam tapi ada juga yang sampai 6 jam lho.
Fakta #3: Bahasa Spanyol dialek Tarzan
Satu lagi rahasia umum bangsa Spanyol adalah kendala mereka dalam berbahasa Inggris yang memang agak mengkhawatirkan meskipun sekarang sudah era globalisasi. Menurut salah satu gambar yang begitu saja muncul di Google Image Search, hanya 22% rakyat Spanyol yang sanggup mempertahankan dialog berbahasa Inggris lebih dari tiga kalimat bolak balik. Kontras dengan Belanda yang angkanya mencapai 96% atau bangsa Skandinavia yang angka melek bahasa Inggrisnya mencapai angka hampir 100%. Konon salah satu sebab utamanya adalah karena film-film asing selalu di-dubbing ke bahasa Spanyol ketika film tersebut akan masuk ke negara ini. Ingat zaman telenovela? Nah kira-kira seperti itulah. Sehingga tak heran kalau banyak warga Spanyol yang enggan menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris. Dilema antara takut bahasa Inggrisnya tidak bagus, atau takut lawan bicaranya tak paham.
Namun semua berubah ketika negara api menyerang. Eh salah. Maksudnya, respons mereka jelas beda ketika kita sebagai turis mencoba berkomunikasi dengan bahasa mereka. Maka dari itulah paham sedikit bahasa Spanyol akan sangat membantu. Meskipun agak-agak dicampur gerak gerik ala Tarzan, rasanya berusaha berbahasa Spanyol di negeri ini jauh lebih menolong daripada kita lempeng cuek berbahasa Inggris. Dijamin setelah kita mencoba berbahasa Spanyol, layanan terhadap kita akan jadi lebih bersahabat. 
Hal ini terbukti jelas di restoran. Ketika kita mulai dialog dengan bahasa Inggris, pelayan yang bisa berbahasa Inggris di satu restoran biasanya hanya 1-2 orang, sehingga mereka bakal sibuk melempar-lempar ke teman lainnya untuk menangani pesanan kita. Dan molornya bisa luar biasa lho. Bayangkan: Orang yang berbahasa Spanyol hanya butuh 15 menit sampai makanan datang, sementara yang berbahasa Inggris butuh 20 menit hanya untuk memanggil satu pelayan.
Terbata-bata takut salah? Tidak usah takut, karena mereka cukup menghargai turis yang mau coba-coba berbahasa seperti mereka. Seperti yang tadi saya bilang: Bahasa Spanyol dialek Tarzan pun berguna.
Fakta #4: Cantelan untuk gantung jas di pesawat

Kalau diperhatikan seksama memang banyak orang Spanyol yang hobi naik pesawat sambil mengenakan setelan jas, entah itu penerbangan lokal maupun internasional tampaknya sama saja. Lalu setibanya di pesawat mereka kepanasan atau kesempitan sehingga jas dicopot dan harus dicantel ke kursi depan. Maskapai lokal tampaknya responsif dengan hal ini, terbukti dari dibuatnya cantelan-cantelan gantung jas tepat di atas tray table.
Uniknya adalah saya gagal menemukan pesawat dari maskapai non-Spanyol yang menggunakan cantelan ini. Benarkah ini juga menjadi ciri khas pesawat maskapai Spanyol?
Fakta #5: Yang penting sepakbola
Keberhasilan timnas Spanyol memperoleh gelar juara Euro 2008 dan 2012 serta juara dunia 2010 membuat Spanyol menjadi kekuatan sepakbola yang patut diperhitungkan. Tidak hanya itu, perseteruan abadi Real Madrid dan Barcelona juga selalu menyuguhkan tontonan menarik dengan aksi permainan sepakbola kelas dunia. Tidak salah lagi, sepakbola tentu sudah menjadi bagian PENTING bagi rakyat Spanyol. Selain sebagai hiburan, sepakbola juga sudah mengangkat harga diri Spanyol terutama sejak dekade 2000-an.
Hal ini setidaknya terlihat jelas dalam dua aspek yang sempat saya amati: Toko suvenir dan siaran radio.
Toko suvenir selalu tak pernah absen menjual pernak pernik Real Madrid atau Barcelona. Nah, bukan hal aneh lagi kalau kita masuk toko suvenir di Madrid dan menemukan isinya lebih dominan suvenir sepakbola daripada suvenir khas Spanyol-nya sendiri!
Lalu soal siaran radio. Karena kebetulan dapat flight yang depart pagi hari, saya sempat mencoba taksi di Madrid dan kebetulan lagi sopirnya memutar siaran radio. Saat itu jam 5 pagi. Dan mau tahu apa berita yang sedang dibahas di radio? Sepakbola! Uniknya, selama sekitar 20 menit di dalam taksi, siaran radio itu terus-menerus bicara sepakbola. Mulai dari liga BBVA sampai Adelante (divisi kedua) dikupas tuntas di acara subuh itu. Dan pastinya ADA yang mendengarkan siaran radio itu.
Jadi dari sini bisa disimpulkan bahwa saat ini memang sepakbola itu segalanya buat rakyat Spanyol.
Fakta #6: Musim semi = musim panas
Untuk ukuran negara empat musim, iklim di Spanyol terbilang moderat atau bahkan panas. Terlebih lagi di Gran Canaria. Musim semi tak ubahnya seperti musim panas. Malam hari suhu boleh 17 derajat Celsius, tapi siang hari suhu bisa sampai 35 derajat Celsius! Sejak akhir April pun, kita sudah bisa melepas jaket dan berkeliaran di jalan dengan kostum sama dengan kostum musim panas.
Barangkali yang membedakan musim semi dan musim panas adalah pertunjukan hiburan yang bisa disimak. Atraksi matador yang kini dibatasi ketat itu hanya beredar di musim panas, tapi tidak di musim semi. Demikian pula dengan tarian flamenco di Andalucia, hanya disajikan di musim panas.
Fakta #7: Restoran fast food
Saat restoran fast food susah ditemukan di berbagai negara Eropa barat, justru di Spanyol restoran begini malah banyak. Di kota Madrid saja ada belasan gerai McDonalds. Jangan heran juga McChicken di Spanyol bahkan dinamai ulang jadi McPollo. Saya yang awam soal hak cipta penamaan dan sejenisnya, pun berasumsi bahwa Spanyol pastilah memberi kontribusi penting bagi pemasukan McDonalds secara keseluruhan, makanya mereka diberi hak eksklusif untuk mengubah nama seperti ini.
Hebatnya lagi, bahkan gerai fast food di bandara Barajas Madrid buka 24 jam. Jelas, siapa yang kelaparan di jam tak menguntungkan tentu tak punya pilihan lain!
Tentu keanehan ini ada hikmahnya. Jadi kalau kita kesulitan menyesuaikan diri dengan makanan setempat, ada gerai fast food yang bisa jadi penyelamat.
Fakta #8: Plang nama jalan = cerita bergambar
Ini khusus di Madrid: semua papan nama jalan selalu dipasang dengan gambar dan nama. Memang unik tapi ini sangat membantu kita untuk mengenal makna dari nama jalan yang ada di ibukota Spanyol ini. Mungkin nama jalan yang ini menggambarkan nama orang, atau justru menggambarkan hewan, dan sebagainya.
Hm… Apa lagi ya yang unik soal Spanyol? :))
(20150511)

[Barcelona] Camp Nou Tour and Museum

Semua fans FC Barcelona tentu ingin mengunjungi Camp Nou sebagai stadion kandang dari tim kesayangan. Termasuk saya. Melihat sendiri piala-piala asli yang diraih tim Blaugrana, berfoto di depan poster Messi Space, mencicipi sensasi berdiri di depan tribun pelatih, sampai kesempatan membeli pernak pernik asli, semua tersedia di sini. Bagi saya sendiri, tentu saja mengunjungi stadion Camp Nou adalah wajib hukumnya. Ini seperti keinginan sejak kapan tahun yang jadi kenyataan :’)… Maka dari itulah saya memasukkan Camp Nou sebagai komponen itinerary utama ketika lewat di kota Barcelona (saya sungguh tak rela jika sampai melewatkan Camp Nou! Apalagi karena saya datang dari Madrid, dan sudah masuk Santiago Bernabeu sebelumnya, maka masuk Camp Nou semakin terasa sebagai kewajiban nomor satu). Barangkali jika kebetulan kena hari pertandingan, beli karcis nonton langsung adalah bonus tersendiri. Namun jika kebetulan tidak kena hari pertandingan seperti saya, maka tur keliling stadion dan museum FC Barcelona tentu sudah lebih dari cukup untuk memuaskan keinginan sebagai fans.

Practical Information
Harga tiket tur stadion Camp Nou untuk dewasa adalah EUR 23 per orang dewasa dan bisa dibeli secara online. Untuk menghindari antrian yang terlalu panjang dan ribet, dianjurkan untuk beli tiket secara online saja. Setelah tiket dibeli, akan datang skema tiket untuk dicetak (print-out), sekaligus file berisi barcode untuk dipindai ketika akan masuk ke tur stadion (bisa dinikmati pengguna iOS dengan aplikasi Passbook).
Tidak dianjurkan untuk mengambil paket tur stadion pada hari pertandingan, karena banyak titik yang ditutup sehingga akses tur mungkin tidak maksimal. Sehingga, jangan pernah lupa memeriksa jadwal pertandingan di tanggal yang kalian rencanakan untuk kunjungan ke Camp Nou.
Di hari yang tidak ada pertandingannya, biasanya tur stadion dibuka dari pukul 9.45 pagi hingga 6 sore. Namun jika ada pertandingan, jadwal buka tutup stadion bisa berubah-ubah tergantung jadwal pertandingan itu sendiri.
Info lebih lanjut bisa dibaca di: http://www.fcbarcelona.com/camp-nou

How to get there
Beda sangat dengan Santiago Bernabeu yang langsung muncul di depan mata begitu kita keluar dari stasiun metro Madrid yang bernama sama; mencapai Camp Nou agak tricky kalau kita memilih jalur Metro. Stasiun Metro terdekat dari Camp Nou adalah Collblanc, namun ajaibnya stasiun Collblanc hanya memberi petunjuk soal pintu keluar mana yang mengarah ke Camp Nou. Setelah kita keluar dari stasiun Collblanc, tidak ada lagi petunjuk ke arah Camp Nou sama sekali. Dan celakanya pula, sekeliling Camp Nou tertutupi oleh gedung-gedung apartemen yang lumayan tinggi dan berdempetan, sehingga kita bakal sangat kesulitan memperkirakan kita harus bergerak ke arah mana untuk mencapai Camp Nou.

Petunjuk arah menuju Camp Nou dari stasiun metro Collblanc.

Maka dari itu, saat itu saya menggunakan bantuan GPS dari Google Maps dan aplikasi kompas, untuk menemukan arah relatif Camp Nou terhadap pintu keluar stasiun metro Collblanc. Setelah berputar-putar selama 10 menit, akhirnya saya berhasil menemukan bagian samping stadion (karena kebetulan ada poster FC Barcelona di sisi itu). Oh, masih salah. Rupanya saya mendarat di sisi Camp Nou yang menuju ke klinik.

Pemandangan di perjalanan dari pintu keluar stasiun metro Collblanc menuju Camp Nou. Jangan kaget kalau pojok stadionnya saja tidak kelihatan dari sini!

Pusat medis (klinik) FC Barcelona. Pertama kali menemukan Camp Nou secara fisik, saya terlebih dahulu menemukan sudut yang satu ini. Namun ternyata benar, stadion yang sebenarnya memang di sini.

Kalian juga bisa mencoba lewat stasiun metro lain yang juga cukup dekat dari stadion, antara lain stasiun metro Palau Reial, Les Corts, dan Badal.

Antara tour stadion dan FCBotiga Megastore
Setelah diarahkan oleh petugas yang ada di dekat pintu klinik, akhirnya saya berhasil menemukan pintu masuk tour Camp Nou yang benar. Sisi depan stadion rupanya terpasang poster Qatar Airways dan wajah beberapa pemain FC Barcelona terpilih, dalam ukuran superbesar. Kemudian, tak jauh dari sana ada megastore FCBotiga, tempat penjualan pernak pernik asli Blaugrana. FC Barcelona memang tidak jauh beda dengan musuh bebuyutannya Real Madrid. Kalau stadion Santiago Bernabeu memang dimodifikasi sedemikian rupa agar semua pengunjung tur stadion akan berakhir di toko merchandise, Barcelona terbalik: Mereka mewajibkan semua calon pengunjung tur stadion untuk masuk ke FCBotiga dulu, sebelum bisa menemukan pintu masuk ke tur stadion. Clever business tactic.

Pintu masuk Camp Nou. Susah juga mengambil foto yang bagus, lantaran space yang tersedia memang kecil…
Suasana di dalam FCBotiga Megastore.

Setelah kembali berputar-putar di FCBotiga Megastore dan mencari pintu masuk ke tur stadion, akhirnya bertemulah dengan petugas yang membantu cek tiket. Sangat dianjurkan untuk membeli terlebih dahulu tiket untuk masuk ke tur stadion Camp Nou untuk mencegah kerepotan mengantri di hari H. Siapkan tiket baik versi online maupun versi cetakan (print-out)-nya ketika akan masuk ke tur stadion, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Camp Nou Tour and Museum
Tur stadion FC Barcelona ini sifatnya mandiri terbatas. Di sini kita dibebaskan berjalan-jalan dan mengambil foto sesuka hati, dengan kecepatan sesuka hati juga, tanpa batasan dari seorang pemandu tur. Namun sayangnya, tidak semua bagian dibuka dan dibebaskan untuk lokasi foto-foto bagi para peserta tur.
Nama resmi dari paket tur stadion Camp Nou adalah “Camp Nou Experience Tour & Museu”. Logo Camp Nou Experience Tour & Museu ini selalu muncul sebagai penunjuk arah untuk peserta tur. Intinya, ketika kita kebingungan habis ini harus ke mana, cari saja logo “Camp Nou Experience Tour & Museu” di dinding dan ikuti arah panah yang ditunjukkan.

Contoh petunjuk arah untuk peserta tur stadion Camp Nou.

Tur stadion dimulai dari museum, di mana kita akan diperlihatkan sejarah tim FC Barcelona sejak berdiri di tahun 1899, sekaligus disuguhkan deretan piala dan peristiwa bersejarah bagi tim. Mulai dari dekade awal berdirinya FC Barcelona hingga sekarang, semuanya lengkap. Seluruh piala kecuali piala Champions (atau saat ini bernama UEFA Champions League Cup) dipajang dalam lemari kaca sesuai dengan dekade yang tengah dibahas di papan multimedia yang letaknya bersebelahan.

Trofi La Liga terakhir FC Barcelona saat itu, 11 Mei 2015. Akhirnya FC Barcelona mengunci gelar juara La Liga kembali pada tanggal 16 Mei 2015, selang 5 hari kemudian.

Piala hasil juara UCL musim 2010-2011, yang menjadi piala UCL ke-4 FC Barcelona dalam sejarah setelah tahun 1992, 2006, dan 2009. Keempat piala Champions mereka dipajang dalam podium terpisah.

Tak sekadar pajangan piala, galeri museum juga dimanfaatkan manajemen FC Barcelona untuk meletakkan sejumlah kenang-kenangan terkait klub yang tentu tak bisa dilewatkan begitu saja.

Rupanya ada kostum khusus Barack Obama, presiden Amerika Serikat di tahun 2011. Dan inilah surat jawaban terima kasih dari beliau untuk manajemen klub.

Seblunder-blundernya Victor Valdes, ternyata mantan kiper FC Barcelona di era Guardiola ini pernah memenangkan trofi Zamora.

Setelah lewat dari zona piala, selanjutnya ada Messi Space, yaitu daerah khusus untuk memamerkan piala-piala yang pernah diraih Lionel Messi sebagai pemain FC Barcelona. Adapun piala yang dimaksud adalah Balon d’Or dan Golden Boot.

Salah satu Golden Boot-nya Messi.
Messi punya empat buah Golden Ball dan ini adalah dua di antaranya: 2011 dan 2012.

Mari kita lanjutkan ke lapangan. Para peserta tur dipersilahkan menikmati tribun penonton, kemudian berikutnya berputar ke tribun pelatih dan pemain cadangan. Sayang sekali di Camp Nou ini kita tidak diizinkan untuk coba-coba duduk di kursi pelatih. Padahal di stadion musuh, boleh tuh…

Ah, tapi tidak masalah. Yang penting sudah sempat mengabadikan foto tribun bertuliskan “Mes que un club”, “Qatar Airways”, dan mengabadikan kursi pelatih, sudah lumayan membanggakan :’)

Berikut tampilan foto-foto stadion yang sempat saya abadikan.

Selanjutnya kita menuju ke ruang konferensi pers dan mixed zone. Di mixed zone para peserta tur masih dipersilahkan mengambil foto sendiri, namun sayangnya di ruang konferensi pers kita dilarang mengambil foto. Adapun, manajemen tur sudah menyiapkan fotografer dan sebuah piala dummy untuk diangkat pada saat sesi foto. Dan seperti dugaan kita semua… Foto ini baru bisa kita miliki dengan “biaya tebusan” EUR 50!

Setelah beredar di ruang konferensi pers, bolak balik dari lapangan, sekarang kita kembali ke museum dan melanjutkan petualangan multimedia bersama FC Barcelona. Di sini ada permainan interaktif yang berbentuk kuis trivia, perpustakaan fisik dan digital tentang gol-gol terbaik, hasil karya kreatif, replika stadion, dan sebagainya. Bisa dibilang, di luar urusan piala, inilah suguhan dari museum bagi para fans setia FCB.

Salah satu pajangan di zona kreatif: Nama-nama pemain FCB disusun menjadi peta stasiun metro.

Keluar dari museum, petualangan akan berakhir di ruang pengambilan hasil FCBfoto (jika kalian memang rela menebusnya dengan EUR 50), dan kembali lagi ke FCBotiga Megastore. Pengalaman tur stadion sudah selesai dan para fans sudah sampai pada acara merogoh kantong untuk membeli suvenir klub kesayangan. Jika sudah selesai, cari saja pintu keluar, ada cukup banyak. Salah satunya ini.

Sampai ketemu lagi, dan semoga suatu saat kita para fans FCB bisa kembali untuk menyaksikan pertandingan FC Barcelona secara langsung :’)

(20150511)