Belajar informasi nilai gizi (bagian 1): Menghitung Kalori

Sebel mau diet kok rasanya susah?

Rasanya cuma makan sedikit tapi kok kalorinya bejibun?

Kok ada snack yang mengklaim diri rendah kalori dan tidak bikin gendut?

Di sini saya mau ngomongin cara memanfaatkan informasi nilai gizi yang suka ada di kemasan makanan. Kalau kita beli makanan dalam kemasan, misalnya Chiki, Oreo, Indomie, NutriSari, atau Soyjoy (empunya merk yang saya sebut harap jangan ge-er. Saya sengaja), pasti ada yang namanya Informasi Nilai Gizi. Atau bahasa Inggrisnya, Nutritional Information. Tapi mungkin masih ada di antara kalian yang bingung bagaimana cara membacanya. Nah, yuk sama-sama belajar cara menerjemahkan informasi nilai gizi

Di episode pertama ini, kita akan ngomongin Kalori. Pengetahuan wajib nih buat yang mau diet atau mau nambah berat badan! Yuk disimak…

Continue reading

Advertisements

Mana yang lebih mahal: Uber, GrabCar, GoCar, atau Blue Bird?

Berhubung sekarang taksi-taksi ini lagi pada perang tarif, saya coba bikin perbandingan tarif dan tabel Excel untuk menghitung estimasi ongkos berbagai jenis layanan taksi.

Langsung saja tidak perlu banyak basa-basi ya.

Kita mulai dari perbandingan dahulu. Gambar di bawah ini memperlihatkan bagaimana perbandingan rincian tarif antara empat jenis layanan taksi, plus Blue Bird. Mengapa hanya Blue Bird yang mewakili layanan taksi regular, alasannya adalah karena hanya data Blue Bird-lah yang berhasil saya dapatkan dan jajal sendiri, sementara saya sendiri belum mencoba taksi regular jenis lainnya, setelah demo angkutan di akhir Maret lalu.

Continue reading

Uber: Perihal Surge Fare

Pada sore hari Kamis, 14 April 2016; para pengguna Uber menyaksikan keparahan tingkat surge fare ketika memesan Uber yang agak-agak tidak biasanya. Jika biasanya surge fare bisa melonjak hingga 2,4 sampai dengan 3,0 terjadi di hari Jumat sore pada jam pulang kerja, mengapa justru surge fare yang menembus angka 4 bisa terjadi di hari Kamis sore?

uber

Saya sudah pernah membahas soal Surge Fare di postingan Uber: Perbandingan, Persepsi, dan Testimoni (bagian 1), tetapi setelah saya baca ulang dan kaitkan dengan kejadian 14 April 2016, rasanya postingan tersebut masih banyak kekurangannya.

Saya akan bahas lebih lanjut lagi soal Surge Fare.

Continue reading

Uber: Perbandingan, Persepsi, dan Testimoni (1)

Sepertinya sekarang sudah banyak orang-orang (apalagi orang Jakarta) yang menuliskan testimoni mereka soal metode transportasi alternatif yah. Misalnya GoJek atau Uber. Nah, di kesempatan ini saya akan menjabarkan testimoni dan perbandingan saya terhadap Uber versus taksi biasa, berdasarkan pengalaman selama 9 bulan terakhir. Iya 9 bulan, tapi ini bukan hamil dan petualangannya.

Tapi harap maklum kalau tulisan saya ini bukan berisi soal review Uber doang. Tapi kebanyakan troubleshooting. Alias jawaban atas pertanyaan-pertanyaan aneh yang bisa muncul kalau kita sedang menggunakan jasa Uber.

Mari kita mulai daripada kelamaan basa-basi.

Continue reading

Review Forum: Brilliant

Kalian pelajar yang mengambil program sains di jurusan masing-masing? Atau kalian adalah penggemar ilmu sains, fisika, keuangan kuantitatif, serta matematika murni? Atau memang praktisi di bidang-bidang tersebut, atau justru kalian adalah para peneliti? Di sinilah wadah yang cukup menantang dan membangun buat para peminat sains: Brilliant dot org, atau yang sering disebut sebagai Brilliant saja.

Brilliant ini rupanya adalah contoh kasus serendipity (alias: Kebetulan yang tak terduga). Awal mulanya ada sebuah proyek bernama AllTuition, yang dibangun atas dasar kerja sama dari Sue Khim dan beberapa rekannya yang ingin membangun suatu wadah untuk mencari bakat-bakat baru di bidang akademik. Namun, justru proyek sampingan mereka yang bernama Brilliant, yaitu proyek yang mewadahi diskusi di bidang matematika dan komputasi; justru lebih berkembang. Sehingga tim pengembang tersebut memutuskan untuk lebih fokus ke pengembangan Brilliant saja, ketimbang terus fokus di AllTuition. Di akhir tahun 2013, Brilliant sebagai suatu startup, berhasil mengumpulkan galangan dana dari banyak sumber; dan mereka pun menebengi Facebook untuk mengiklankan forum yang sangat menarik ini. Saya bisa dibilang termasuk salah satu “korban” iklan tersebut dan sampai sekarang pun turut terjebak dalam keseruan memecahkan persoalan di Brilliant ini!

Layanan Brilliant tersedia dalam beberapa bidang sekaligus. Namun fokus utama forum ini adalah matematika murni yang mencakup sejumlah subtopik: Aljabar, geometri, teori angka, kombinatorial, matematika dasar, logika matematika, dan kalkulus. Di samping matematika, juga ada mekanika klasik, elektromagnetika, sains komputer, keuangan kuantitatif, lengkap pula dengan uji SAT dan JEE. Tidak melulu berisi soal-jawab-solusi, ada juga bagian interaktif untuk bersosialisasi dengan sesama ilmuwan, pelajar, mahasiswa, ahli, dan peminat untuk diskusi tentang soal-soal yang muncul. Ada pula Problem of the Day, yang tiap hari berubah. Untuk menikmati layanan ini caranya gampang, seperti biasa kita tinggal mendaftarkan diri. Bisa via akun Facebook, via akun Google Plus, atau via registrasi e-mail.

Layanan Brilliant yang demikian seru sebetulnya tersedia secara gratis namun tak semua level bisa diakses lewat akun gratis tersebut. Kenaikan pangkat juga relatif tak mungkin jika kita tidak berlangganan akun premium. Namun jangan khawatir, biaya berlangganan akun premium untuk Indonesia tidak mahal, hanya sekitar Rp 13.500 per bulan; atau hanya Rp 9.000 per bulan jika kalian memutuskan untuk langsung ambil paket setahun (seharga Rp 108.000). Kalau kalian sedang beruntung, kalian bisa saja tiba-tiba mendapat promo diskon 25%; sehingga ongkos berlangganan per bulan tinggal Rp 10.125 per bulan atau Rp 81.000 per tahun.

Penasaran dengan contoh soal-soal dari Brilliant? Berikut saya coba tampilkan salah satu soal logika yang mereka muat sebagai Problem of the Day, dan kebetulan skrinsut ini saya buat sebelum saya menjawab pertanyaan ini.

brilliant-logic-james-jonathan-liars

 

(Terjemahan bebasnya: James dan Jonathan adalah pembohong yang hanya berbohong di hari tertentu. James berbohong di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu; sisanya ia jujur. Sementara Jonathan hanya berbohong di hari Selasa, Rabu, dan Kamis; sisanya ia jujur. Di hari apakah mereka berdua akan mengatakan “Besok saya akan berbohong”?)

Soal ini tentu cukup mudah. Nah, ada yang sudah tahu jawabannya?

Lalu bagaimana kalau kita salah jawab? Tidak apa-apa, namanya juga belajar bareng! Jadi, di sini kita memang punya progress bar, yang bisa diakses dari tab notification. Jika kita terlihat kurang menonjol di salah satu bidang, kita bisa berlatih ulang untuk meningkatkan performa kita di bidang matematika yang mana kita lemah. Demikian seterusnya. Lalu, jika kita sering membantu dan memberikan jawaban atas soal-soal yang muncul, dan ikut berdiskusi, kita juga akan lebih dikenal dan bisa mendapatkan rating lebih di forum ini. Kira-kira, konsepnya sama seperti forum pada umumnya.

Selamat mencoba apabila tertarik dengan teka-teki dengan setting forum semacam ini. Lumayan buat pemanasan otak setiap hari, sekaligus bersosialisasi dengan para jagoan matematika 🙂

Circa Handmade: Antara Boneka dan Pemberdayaan Perempuan

Ada yang sudah kenal Circa Handmade? Perkumpulan pengrajin boneka asal Cihanjuang ini mungkin belum terlalu terkenal buat sebagian orang. Namun konsep sosial yang dibawa oleh usaha rumahan Mba Ukke Kosasih ini cukup unik dan menarik. Berhubung saya cukup terkesan dengan boneka karya mereka, saya coba menulis sedikit tentang Circa Handmade. Iseng siapa tahu dapat boneka gratis (huaaa… Ngarep)

 

Dari mana kenal Circa Handmade?
Salah satu teman ada yang menjadi volunteer di suatu wadah untuk beberapa sekolah, kemudian teman ini pun mendapatkan boneka yang lucu. Lalu ada teman lain lagi yang pernah share link di timeline FB, kebetulan saya juga pernah melihat berbagai boneka berwajah seragam tapi tampil dalam beragam busana dan warna serta tatanan rambut. Dari sana saya mengetahui keberadaan Circa Handmade.

Ternyata, Circa sudah ada sejak tahun 2006. Mba Ukke Kosasih sebagai pendirinya, saat itu hanya memiliki satu sumber daya manusia, yaitu anak tukang kebunnya yang pintar membuat boneka. Dalam 4-5 tahun, hingga kini, Circa berkembang menjadi wadah pemberdayaan wanita di desa Cihanjuang yang bergerak di bidang handcraft. Boneka yang dahulu memiliki wajah tidak khas, kini selalu tampil dengan mata bergaris tiga di sisi lateralnya, plus sebuntel hidung, dan sebaris mulut yang entah bagaimana selalu membentuk lengkungan yang seragam. Sehingga, wajah boneka-boneka Circa kini amat khas. Lucunya juga semua boneka buatan Circa diberi nama, lho. Kini pun, tak hanya melulu membuat boneka, Circa juga membuat dompet dan beberapa aksesoris lain. Jangan lupa Circa juga membisniskan pakaian boneka yang bisa kita beli dan padu padankan dengan boneka Circa milik kita. Seru kan…

Bagaimana cara membeli bonekanya?
Meskipun pernah muncul di blogspot, masih punya akun Instagram, ada juga di WhatsApp, ataupun media sosial lainnya, pemesanan boneka Circa Handmade hanya bisa dilakukan dengan cara cepat-cepatan di sesi adopsi, yang digelar di halaman Facebook Circa Handmade. Ya, Circa memang selalu menggunakan istilah adopsi untuk pembelian boneka produksi mereka. Acara ini biasanya digelar di hari Senin malam jam 20, minggu pertama dan ketiga tiap bulan.

Adapun di sesi adopsi para calon pembeli harus balapan dan mengalahkan peminat lainnya demi mendapatkan boneka idaman. Cara memilih boneka mudah saja, cukup dengan menunggui halaman FB Circa sejak jam 19.45 dan setelah foto boneka muncul. Foto boneka selalu memuat nama boneka, ukurannya, serta harganya di luar ongkos kirim. Segeralah beri komentar “adopt” di foto boneka idaman. Sekarang, kalian tinggal berharap cemas agar pihak Circa meng-Like komentar kalian.

Komentar kalian sudah di-like? Waktunya memberikan konfirmasi berupa nama dan alamat pengiriman, agar pihak Circa bisa menentukan ongkos kirim. Dalam waktu 24 jam kalian akan mendapatkan rekap via FB Messenger (Inbox) yang berisi nama, alamat, boneka pesanan, dan total biaya. Silakan tunggu dalam 2-5 hari kerja dan boneka akan dikirim ke alamat kalian.

Pengalaman saya soal boneka Circa agak unik. Saya terlambat memesan boneka di gelombang 17 Agustus, sehingga kelewatan masa promo. Untungnya boneka idaman saya masih ada. Tektokan dengan Circa berlangsung cepat, dan tanggal 27 pagi saya takjub saat boneka pesanan saya sudah duduk di depan rumah dengan ajaibnya (soalnya tidak lihat ada kurir datang!).

Ini dia boneka lucu yang saya adopsi, namanya Nara. Pakaiannya ala Jepang, tingginya 30 cm.

Sebetulnya boneka favorit saya adalah antara Chloe atau Meg (saya lupa terus yang mana karena mereka mirip. Yang pasti saya suka yang rambutnya cokelat), tapi entah kenapa selalu kelewatan, keduluan, ataupun kehabisan… Hiks… Tapi tidak apa, Nara ini juga lucu 🙂

Nah, bagaimana? Tertarik untuk memesan boneka Circa dan membantu pemberdayaan wanita di komunitas desa Cihanjuang?

(20150922)

Kontak Circa Handmade
Facebook: Circa Handmade (alamat dan nomor telepon ada di sini)
Instagram: @circahandmade

[Travel to Europe] Mengurus visa Schengen via Kedubes Belanda

Salah satu titik paling mengkhawatirkan saat merencanakan liburan ke EU (European Union) adalah saat mengurus visa Schengen. Nah, saya mau share sedikit nih tentang bagaimana mengurus visa ini.

Saya memilih untuk urus visa Schengen di Kedubes Belanda. Menurut info yang sempat dikumpulkan, saya berkesimpulan bahwa untuk orang Indonesia, kedutaan EU yang bisa dibilang paling bermurah hati adalah Belanda, karena hanya dibutuhkan waktu 1-3 hari kerja untuk mengetahui hasil pengajuan visa kita. Jadi tidak perlu jantungan lama-lama. Sementara, kedubes lain umumnya membutuhkan waktu 15 hari sejak pengajuan sampai mengetahui hasil. Tapi, jangan memaksakan diri mengajukan lewat Belanda. Lihat juga kasus masing-masing akan berangkat ke mana. Yang pasti, kalau berminat mengajukan di Belanda, pastikan salah satu dari dua parameter ini terpenuhi.

  1. Kamu hanya berkunjung ke Belanda, tidak ke negara Eropa lainnya.
  2. Kamu akan berkunjung ke beberapa negara, dan paling lama menghabiskan waktu di Belanda.
  3. Kamu akan berkunjung ke beberapa negara dan lama stay terpanjang ada di lebih dari satu negara; dengan pintu masuk ke daerah EU lewat Belanda.

Kalau keluar masuknya dari Belanda tapi lama di Belanda bukan yang terpanjang, lebih baik pertimbangkan untuk melamar visa dari negara yang paling lama itu saja.

Lalu apa saja dokumen yang harus dipersiapkan?

Yang terpenting pastinya: Si pelamar wajib muncul di hadapan Kedubes sendiri ketika hari H pengajuan visa, tidak boleh diwakilkan.

Selebihnya, bisa sambil kroscek di sini untuk daftar dokumennya, dan di sini untuk beberapa pertanyaan yang umum tentang pengajuan visa Schengen via Kedubes Belanda.

Saya bahas sedikit tentang dokumen yang perlu disiapkan.

1. Paspor

Yang ini paling mutlak harus ada. Dokumen yang satu ini harus dipastikan masih berlaku selama 6 bulan atau lebih dihitung dari tanggal kepulangan dari EU. Misalkan kita ingin ke EU dari tanggal 6-18 Februari, berarti paspor harus sekurang-kurangnya belum expire di 18 Agustus. Kalau syarat ini belum terpenuhi, segera perpanjang paspor dulu sebelum maju ke kedubes.

2. Uang pendaftaran

Uang daftar urus visa Schengen di awal tahun 2015 adalah 60 Euro, yang harus dibayarkan dalam bentuk tunai (alias tidak bisa pakai kartu debit, kartu kredit, PayPal, ngutang, dll), dalam kurs rupiah dan selalu dibulatkan ke kelipatan 50 ribu terdekat ke atas. Bingung?

Misalnya kurs hari ini, 1 Euro sama dengan Rp 14.500. Berarti teorinya kita harus membayar uang pendaftaran sebesar 60 dikali Rp 14.500. Tapi kenyataannya, 60 dikali Rp 14.500 adalah Rp 870.000. Angkanya ganjil dan kedubes tidak punya kembalian. Mereka juga menolak pecahan uang yang lebih kecil daripada Rp 50.000. Maka dari itu, kita akan ditagih Rp 900.000.

Jadi tipsnya, selalu siapkan uang lebih, ekstra Rp 50.000 s/d Rp 100.000 dari biaya hasil hitungan kalian.

3. Foto

Foto yang diminta buat urus visa Schengen tidak bisa sembarangan. Bisa dicek link berikut ini, foto macam apa saja yang bakal diterima atau bakal ditolak oleh kedubes.

Di ruang tunggu kedubes ada tukang foto yang hasil fotonya pasti diterima oleh kedubes, tapi kita harus membayar Rp 50.000 (dan cuma dikasih 4 lembar foto, tanpa negatif). Kalau mau coba foto sendiri, silahkan ke studio foto dan bilang ingin foto untuk urusan visa. Jangan coba-coba foto pakai kamera ponsel. Tapi ada kemungkinan bisa ditolak juga sama kedubes. Jadi kita tetap harus antisipasi dan siap mental jika sudah bawa foto tapi malah disuruh foto lagi.

Foto yang diminta petugas nantinya cuma satu lembar.

4. Formulir pendaftaran aplikasi visa

Formulir ini bisa didapatkan di sini. Formulir terdiri atas tiga halaman, wajib diisi semua dan ditandatangani di halaman 2 dan 3-nya. Jangan lupa isikan nomor telepon rumah dan nomor telepon kantor atau tempat kerja. Fotonya tidak usah ditempelkan, biarkan kosong saja.

5. Rencana perjalanan

Lembaran ini bisa didapatkan di kedubesnya langsung. Kita diminta mengisi lembaran ini di tempat, dengan ringkasan rencana perjalanan kita, masuk EU dari negara mana dan selama berapa hari. Ingat bahwa isian di lembaran ini harus sinkron dengan seluruh lampiran booking-an hotel dan pesawat ya!

6. Booking-an tiket pesawat dan hotel

Tiket pesawat tidak dianjurkan untuk dibeli semuanya duluan sebelum hari pengajuan, karena “sudah beli tiket bukan jaminan visa diterima”. Jika berkunjung ke lebih dari satu negara EU, perpindahan antarnegaranya harus jelas. Tiket pesawat penghubung antarnegara bisa disusun sendiri, kemudian minta bantuan tour & travel untuk bantu buatkan booking-an itinerary penerbangannya untuk kita. Biaya tergantung travel yang bersangkutan, bisa gratis, atau bisa juga bayar.

Untuk tempat tinggal, ini agak tricky. Karena kita diwajibkan booking dulu namun tidak direkomendasikan menggunakan Agoda dan AirBnB. Usahakan booking dengan website tepercaya seperti Booking.com. Untuk trik-trik melakukan booking tempat tinggal, akan saya bahas di artikel berbeda.

Catatan: Saya bukan endorser Booking.com. Hanya berdasarkan pengalaman dan hasil riset di blog-blog lain.

7. Surat keterangan kerja atau surat kepemilikan izin usaha

Buat yang bekerja dan ingin masuk EU untuk sekadar jalan-jalan, surat keterangan pekerjaan wajib dilampirkan, harus asli, serta dicap. Surat keterangan ini wajib berisi informasi bahwa kita memiliki pekerjaan tetap dan pernyataan bahwa kita tidak mencari pekerjaan di negara tujuan. Sementara buat yang punya usaha sendiri, bukti kepemilikan izin usaha juga perlu dilampirkan.

Kalau kita berangkat untuk mengunjungi kerabat di Belanda, maka slip gaji, bukti keuangan, serta bukti undangannya harus dilampirkan di dokumen pengajuan.

Sedangkan kalau kita berangkat untuk urusan bisnis atau menghadiri acara kantor, dokumen terkait acara dan identitas institusi sponsor harus jelas serta lengkap.

8. Kartu keluarga

Meskipun tak pernah disebutkan secara jelas dalam daftar dokumen yang diperlukan kedubes, kalau kita mengajukan visa family, dokumen yang satu ini wajib dilampirkan fotokopiannya (oleh masing-masing anggota keluarga yang ikut).

9. Dokumen keuangan

Dokumen keuangan bisa berupa fotokopi buku tabungan (lengkap dengan halaman depannya!), slip gaji, atau rekening koran, dalam tiga bulan terakhir. Kalau ada kartu kredit silahkan difotokopi sebagai pelengkap, tapi ini tidak wajib.

Tidak ada batasan yang jelas soal berapa saldo minimal rekening bank atau berapa gaji minimal agar pengajuan visa disetujui. Tetapi kedubes Belanda menetapkan biaya hidup minimal 34 Euro per hari kunjungan di negara EU, di luar biaya akomodasi (tempat tinggal) dan transportasi (pesawat atau kereta). Berarti bisa dikira-kira sendiri berapakah saldo tabungan minimal yang diperlukan untuk tiap kondisi. Jadi, jangan mentah-mentah percaya kalau ada travel yang bilang saldo minimal harus Rp 50 juta. Mungkin itu benar, jika kita belum beli apa-apa sama sekali, tiket pulang pergi belum ada yang dibayar. Mungkin juga itu tidak benar, apabila kita sudah beli tiket pulang pergi dan sudah bayar sebagian akomodasi.

Perhatikan bahwa kalau kita melamar lewat kedubes lain, syaratnya juga bisa lain. Misalnya di Spanyol yang aturannya agak ribet (ada total sekian Euro untuk 9 hari pertama, lalu ditambah sekian Euro lagi per hari kelebihannya), atau ada juga negara yang biaya hidup minimalnya lebih besar karena memang biaya hidup standar di negara itu tinggi. Ada juga negara seperti Jerman, yang tidak menetapkan berapa angka saldo minimal; jadi mereka menimbang semua pelamarnya sendiri secara individual. Jadi harus perhatikan baik-baik.

10. Print out bukti bahwa kamu sudah booking tempat untuk pengajuan visa di kedubes ini

Yang ini tidak bisa saya cantumkan contohnya. Pokoknya sewaktu membuat perjanjian pengajuan visa, pelamar akan mendapat e-mail berisi konfirmasi jadwal pengajuan. E-mail ini wajib di-print dan dibawa di hari pengajuan, karena sekuriti di garis terdepan akan minta ini.
Perjanjian bisa dibuat dengan mengisi formulir online di sini.

Pengisian bisa dilakukan maksimal 85-90 hari kalender sebelum keberangkatan (tergantung keramaian pelamar visa saat itu).

11. Asuransi perjalanan

Asuransi perjalanan ini wajib dibeli/dipesan terlebih dahulu sebelum pengajuan visa. Cukup lampirkan fotokopiannya di dokumen pengajuan, kemudian aslinya hanya diperlihatkan ketika diminta.

Dalam memilih asuransi perjalanan, perhatikan syarat yang diminta kedubes, bahwa polis asuransi wajib mencakup nilai pertanggungan 30.000 Euro, biaya pengobatan, dan biaya repatriasi kalau sampai (amit-amit) ada sesuatu yang mengharuskan negara tujuan memulangkan kita. Cocokkan persyaratan ini dengan pilihan polis asuransi perjalanan yang mau dipilih.

Penting juga memperhatikan lama tinggal di EU sewaktu mengajukan permohonan pembuatan polis asuransi, jangan sampai ada masa tinggal di EU yang tidak di-cover.

Dokumen-dokumen yang sudah saya sebutkan di atas nantinya akan diminta untuk disusun dalam urutan tertentu, yang akan diberitahukan petugas di kedubes.
Dokumennya juga tidak sama antara orang yang bepergian bisnis atau sekadar jalan-jalan.

12. “Pertandingan” di Kedubes Belanda

Posisi Kedubes Belanda terhadap gedung-gedung di sekitarnya, Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan.
  1. Alamat Kedubes Belanda: Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan – Jakarta Selatan 12950, Indonesia. Bisa cek di peta di atas. Bisa dicapai dengan busway, turun di halte koridor B6-11 Kuningan Timur. Kalau berangkat dengan mobil atau sepeda motor, hati-hati karena pintu masuk Kedubes Belanda relatif susah dilihat. Urutannya dari arah Gatot Subroto: Setelah Kedubes Hungaria dan Swiss, barulah Kedubes Belanda. Tapi pintu masuk ke pengajuan visa bukan di pintu depan. Belok kiri dulu (setelah poster Erastaal), masuknya lewat pintu samping kiri yang dijaga satpam. Ya, benar, pintunya memang kecil dan rawan kelewatan kalau tidak hati-hati. Belum lagi bonus bahwa kita tidak boleh parkir di dalam gedung, sehingga kita harus cari jalan pintas untuk parkir.
  2. Sebaiknya masukkan semua dokumen dalam satu map transparan. Boleh juga sih kalau mau pakai amplop cokelat, tapi bakalan agak ribet karena susah melihat dokumen yang kecil-kecil seperti paspor, buku tabungan, atau buku polis asuransi perjalanan. Dokumen disiapkan dengan diklip saja, tidak perlu dilabeli angka 1 sampai 8 atau sejenisnya (karena nanti label-label itu juga akan dibuang sama petugasnya)
  3. Jangan bawa barang terlalu banyak ke dalam gedung kedubes, karena nanti repot ketika disuruh menyimpannya di locker.
  4. Perlukah pakai travel agentTergantung. Kalau kita merasa ribet memantau atau malas berburu jadwal appointment, panggil saja travel agent. Tapi ingat. Travel agent hanya membantu kita mengatur jadwal appointment dan merapihkan dokumen yang diperlukan. Tidak ada jaminan bahwa menggunakan travel agent bisa serta merta meloloskan kita untuk mendapatkan visa. Dan perlu diingat bahwa menyewa jasa travel agent ini sendiri perlu ongkos tambahan.

Sudah siap? Sudah buat appointment? Berikutnya inilah langkah yang bakal ditempuh selama hari pengurusan visa.

  1. Cek jadwal appointment. Antisipasi waktu keberangkatan dari tempat tinggal agar bisa tiba di kedubes sekitar 30 menit sebelum waktu appointment (hati-hati karena kedubes tidak menoleransi keterlambatan!). Kalau dapat pagi-pagi, jangan bangun kesiangan! Ya, e-mail konfirmasi appointment memang bilang 15 menit sebelum, tetapi mengapa saya menganjurkan 30 menit? Karena waktu tambahan yang ada itu mungkin berguna buat kita yang belum mengisi formulir, belum punya foto, belum mengisi lembar rencana perjalanan, belum sempat ke toilet saat di perjalanan, dan sebagainya.
  2. Begitu tiba di pintu masuk kedubes untuk bagian pengajuan visa, jangan kaget ketika disambut beberapa bapak sekuriti berwajah datar tanpa ekspresi. Kita baru boleh masuk kalau bapak sekuriti ini bilang boleh masuk. Kita akan disambut metal detector 1 dan metal detector 2. Semua dijaga oleh bapak-bapak sekuriti berwajah datar lainnya.
  3. Kita akan disuruh belok kiri menuju pintu putar. Di situ kita memasuki ruang tunggu, yang merangkap ruang periksa dokumen pendahuluan, ruang locker, dan ruang foto.
  4. Langkah pertama kita bakalan disuruh lapor ke sepasang petugas yang bersiaga di poskonya. Mereka punya meja, yang satu duduk dan yang satu berdiri. Bapak yang duduk akan mengecek dokumen, sementara bapak yang berdiri akan berpatroli dan siap membantu. Cek dokumen ini dilakukan untuk memastikan bahwa dokumen yang mau dibawa ke dalam ruangan pengajuan visa sudah lengkap. Sehingga kalau ada yang kurang-kurang, bakal dikasih formulirnya dan disuruh isi langsung. Kalau belum foto, bisa juga langsung foto di sana (langsung ada mas-masnya, dan bayarnya Rp 50.000 di tempat).
  5. Setelah itu, tinggal tunggu panggilan dari petugas. Kalau pengajuan visa-nya family, maka meskipun jadwal anggota keluarga berikutnya pasti terpisah, toh kenyataannya akan dipanggil barengan semuanya (mengikuti jadwal orang yang pertama). Selagi menunggu sebaiknya jangan foto-foto atau bergaya alay, khawatirnya bisa digerebek petugas (karena di mana-mana ada tanda kamera dicoret).
  6. Setelah dipanggil kita akan diarahkan untuk menyimpan barang bawaan (di luar dokumen kita) di locker. Petugas akan memberikan kunci dan memberitahukan nomor locker kita. Ponsel harus disimpan/tidak boleh dibawa. Dompet harus dibawa. Setelah menyimpan barang bawaan, kita akan diarahkan menuju jalan yang menyusuri taman dan masuk ke sebuah pintu di kanan gedung. Kita segera bertemu seorang sekuriti dan deretan bangku di hadapan beberapa loket. Sebetulnya ada lima loket semuanya, namun kadang tidak semuanya ada petugasnya. Sekuriti akan memberikan kita struk berisi tiga lembar karcis berisikan nomor urut tunggu. Benda ini jangan sampai hilang.
  7. Selanjutnya tunggu saja panggilan sesuai nomor urut kita.
  8. Ketika maju ke loket pengajuan visa, kita bisa bertemu bermacam tipe petugas. Normalnya petugas bakal cerewet. Bertanya “kapan ke Belanda“, “ngapain ke Belanda“, “berapa lama ke Belanda“, dan pertanyaan standar lainnya. Namun ketika giliran saya, petugasnya malah diam seribu bahasa. Saya sama sekali tidak ditanya apa-apa, ketika petugasnya dengan serius memeriksa dokumen. Sampai saya bingung, kenapa saya dicuekin begini sama bapak petugasnya –” Apalagi bapak ini sempat menunjukkan tampang masam melihat tiket pulang pergi yang sudah issued alias sudah dibayar –” (jangan-jangan mikirnya: Maksa banget nih orang!?)
  9. Kita bakalan disuruh ambil sidik jari untuk 10 jari tangan, dimulai dari empat jari tangan kiri, empat jari tangan kanan, dan dua ibu jari. Perjuangan berat buat saya 😥
  10. Setelah petugas selesai mengecek dokumen, mereka akan meminta biaya pengajuan visa. Waktu giliran saya, biaya yang diminta adalah Rp 900.000 per orang dewasa. Mungkin waktu kalian yang minta, biayanya bisa berbeda, karena tergantung kurs.
  11. Biaya yang kita bayarkan akan ditukar dengan selembar kertas berisi tanggal pengambilan paspor (baca: pengumuman hasil pengajuan visa), jam pengambilan, dan tanda tangan petugas. Kertas ini akan ditempeli salah satu dari tiga rangkap struk yang tadi diberikan sekuriti. Ketika tidak ramai, pengambilan visa bisa di hari itu juga (mulai jam 1 sampai jam 3 siang). Tapi kalau sedang ramai, mungkin kita perlu menunggu beberapa hari kerja.
  12. Sudah selesai! Silakan ambil barang bawaan di locker dan kembalikan kunci ke petugas, kemudian keluar kembali lewat pintu masuk tadi.
  13. Selama masa tunggu, pantau terus e-mail dan nomor ponsel/telepon yang diisikan ke formulir pengajuan visa. Jika ada kekurangan dokumen, kita akan dihubungi.
  14. Di hari pengambilan hasil, kita harus datang sendiri. Atau kalau pengajuannya family, yang datang cukup satu orang dari sepaket family tersebut. Pengambilan jauh lebih sederhana prosedurnya. Kita cukup membawa kertas tanda terima dari petugas loket, yang berisi nomor antrian dan nama pelamar. Lalu kita akan didudukkan berurutan sesuai nomor urutan. Ikuti saja urutan tersebut, dipanggil di loket, dan selesai.

13. Tips!

Pokoknya yang penting: Teliti dan cermat dalam menyiapkan semua dokumen yang diminta, dan harus sinkron dalam pemesanan tiket pesawat, izin di surat keterangan kerja, dan pemesanan hotel/tempat tinggal. Satu lagi, soal dana di bukti keuangan. Jangan sampai kurang dari 34 Euro per hari kunjungan, setelah seluruh tabungan dikurangi biaya akomodasi dan transportasi.

Banyak yang bilang bahwa pengajuan visa Schengen via Kedubes Belanda sudah tergolong paling sederhana dan tidak ribet. Berarti kalau gagal juga? Jangan ciut dulu, coba cari tahu penyebab ditolaknya pengajuan tersebut. Berikut kemungkinan penyebab ditolaknya pengajuan visa Schengen di kedubes ini, berdasarkan survei di beberapa blog dan forum:

  1. Dokumen terkait pekerjaan tidak jelas, dan petugas kedubes gagal mengonfirmasi pekerjaan kita lewat telepon.
  2. Dokumen terkait sponsor atau pengundang dari Belanda DAN pekerjaan/penghasilannya tidak jelas.
  3. Negara tujuan utama kunjungan bukan Belanda.
  4. Negara kunjungan ada beberapa yang sama lama kunjungannya, dan pintu masuk pertama ke Schengen bukan Belanda.
  5. Dokumen terkait keuangan tidak jelas, palsu, atau ada transaksi mencurigakan yang diduga kuat dilakukan semata-mata untuk “memperindah saldo menjelang pengajuan visa”.

Demikian sharing dari saya.

By the way, setelah menempuh sejumlah langkah di atas, akhirnya beres juga urus visanya, ternyata mudah juga dan tidak ribet.

Visa sudah di-approve. Lega setelah deg-deg-an selama beberapa hari 🙂

Nama pena: Apalah artinya?

Apa sih artinya sebuah nama. Kalau saya tetaplah saya namun menggunakan nama yang berbeda, harusnya sih, dengan teori tersebut, hasil akhirnya akan tetap sama. Hasil baik tetap baik, hasil jelek tetap jelek.

Tapi kenyataannya sering tidak sesuai. Nama sering menjadi kesan pertama seseorang, di samping tampilan fisik. Di kala seseorang tak bisa kita lihat langsung, atau di kala yang kita lihat terlebih dahulu adalah apa yang dihasilkan seseorang, maka mau tak mau kita akan bertanya siapa namanya.

Beberapa nama akan terkesan kampungan sementara nama lain dicap nama pasaran. Beberapa nama membuat orang mengernyitkan dahi karena sulit dilafalkan, beberapa nama lain lagi terdengar enak tapi maknanya tak seindah namanya. Beberapa nama terdengar sesuai dengan karyanya, ada pula nama yang dianggap tak sejurusan dengan apa yang dilakukan oleh pemiliknya.

Padahal kita tahu bahwa kita tak bisa memilih nama buat diri kita sendiri. Kita bahkan tak bisa memilih siapa orang tua kita, seberapa luas pengetahuan mereka tentang nama bayi, dan nama apa yang terlintas di otak mereka ketika mereka harus memberi nama kepada kita. Begitu kita mulai sadar dengan proses belajar kita, tahu-tahu kita sudah punya nama. Suka tidak suka kita harus mau pakai nama itu. Apalagi ketika kita sudah mulai sekolah dan perlahan-lahan kita tahu apa artinya nama kita. Syukur-syukur nama kita artinya bagus. Kalau nama kita ternyata artinya organ kemaluan, atau ternyata nama tumbuhan parasit, atau yang lebih parah lagi nama kita sama dengan nama penjahat atau koruptor ternama? Lantas kita harus bagaimana? Mau ganti nama susah, orang tua belum tentu mengizinkan (kan kata pepatah, nama kita adalah doa orang tua. Mana mungkin orang tua kita mau doanya dilangkahi sama kita yang tak paham apa-apa ketika didoakan saat itu?)

Berdasarkan situasi dan kondisi seperti itulah sebagian orang memilih untuk melawan nasibnya. Membuat nama samaran. Istilah spesifiknya ada juga sih, tapi ya tergantung bidang kerjaan si orang yang pakai nama samaran. Misalnya dia penulis, ya istilah kerennya jadi “nama pena”. Kalau dia aktor, ya istilah kerennya “nama panggung”.

Tapi ada juga orang yang nama lahirnya sudah bagus namun tetap ingin pakai nama lain ketika menulis atau melakukan hal-hal lain. Alasannya sudah pasti bukan nama yang terkesan ndeso atau kurang sesuai. Di luar nama yang dirasa salah ketika lahir, beberapa alasan berikut bisa jadi alasan kita untuk membuat nama samaran.

1. Memisahkan dunia pekerjaan satu vs pekerjaan dua, atau pekerjaan vs hobi
Coba bayangkan kita jadi pekerja kantoran, lalu kita punya hobi mengarang cerita erotis. Mana beranilah kita menggunakan nama asli untuk dicantumkan sebagai pengarang cerita erotis tersebut. Atau bayangkan kalau aslinya kita ini konsultan terkenal yang disegani, tapi ternyata punya hobi melawak. Tidak lucu juga kita menggunakan nama profesional sebagai nama panggung ketika mengocok perut hadirin.

2. Menyesuaikan diri dengan nuansa karya 
Misalkan nama kita terdengar seperti nama bangsawan namun kita ingin menulis sesuatu tentang Nazi, tentu akan sangat aneh kalau tidak pakai nama samaran. Aneh di kalangan bangsawannya, dan aneh pula di kalangan pembaca. Jadi memang wajar ada beberapa orang yang memilih menggunakan nama beken berbeda demi mengejar segmentasi pasar yang tepat sesuai dengan karya-karyanya.

3. Ingin hidden, hindari stalking
Zaman sekarang informasi apa saja bisa ditemukan di internet kalau pemiliknya bersedia membagikannya. Nama keluarga, nama kedua orang tua, alamat lengkap, data pekerjaan, nomor telepon, bahkan status sosial dan ukuran pakaian dalam seseorang, semua bisa ditemukan selama data itu pernah dimuat di internet oleh si pemiliknya. Barangkali hal ini bisa mengganggu privasi seseorang yang terlambat menyadarinya. Dan ketika orang tersebut ingin menghasilkan sesuatu yang berbeda, dan tidak mau dirunut lalu ketahuan khalayak ramai, alias ingin hidden, maka wajarlah jika dia memilih menggunakan nama berbeda.
Lalu bagaimana memilih nama yang pas? Sebetulnya tidak ada panduan khusus tentang hal ini, namun beberapa komunitas penulis mencoba mengumpulkan beberapa syarat yang umum.
1. Namanya jangan susah-susah atau panjang-panjang. Supaya gampang diingat. Baik oleh diri sendiri maupun pembaca. Atau bahkan oleh editor.
2. Nama itu sebaiknya disesuaikan dengan tipe karya atau sesuatu yang mau “dijual”.
3. Namanya jangan mengandung unsur provokatif, mengandung nama orang provokatif, ataupun bernada provokatif.
4. Ada baiknya konsisten dengan nama yang sudah dipilih, kecuali jika terjadi sesuatu yang mengharuskan ganti nama (lagi). Salah satu manfaatnya adalah mudah diingat dan sudah terasosiasi dengan baik di kalangan hadirin.
Memang benar nama terkadang tidak ada artinya, tetapi kesan pertama karena nama bisa berdampak besar.