Books

Cad*l: Sebuah Novel Tanpa Huruf E  (2020)

Screen Shot 2020-03-08 at 15.53.59

Interesting Manuscript: 2019 Jakarta Arts Council’s Novel Competition

Gramedia Pustaka Utama | March 30, 2020 | 284 pages | Paperback | 978-602-063-957-4 | approx. 255 gram

[Goodreads] [gramedia.com] [Gramedia Digital] [Gramedia Official on Shopee]


[Blurb in ID] Jika kusisipkan Huruf Itu di antara huruf D dan huruf L, maka kita akan ingat pada orang-orang yang tak mampu lafalkan huruf R. Itu jugalah yang dialami warga Wiranacita. Namun, alih-alih huruf R, yang jadi tumbal adalah Huruf Itu. Lidah kami buhan lidah pilihan. Lidah rakyat sudah dilumpuhkan habis-habisan. Tak salah lagi: C-A-D-dan-L ini pastilah satu kata utuh. Ini bukan judul hasil cocok-cocokan atau akronim asal-asalan. Ini judul yang disiapkan baik-baik.

Hidup rakyat Wiranacita kian rumit saat Huruf Itu dimusnahkan sang diktator, Zaliman Yang Mulia. Aturan bicara dibatasi, buku-buku mulai disortir, dan kamus harus diganti. Di balik larangan itu, ada rahasia suram dan kisah masa lalu yang ditutupi rapat-rapat. Saat satu-dua potongan rahasia itu muncul, Lamin hanya ikuti apa kata hatinya. Dia tak sadar akan ambang bahaya yang dia hadapi.

 


Cara Berbahagia Tanpa Kepala (2019)

Shortlist: 2018/19 Khatulistiwa Literary Award (Kusala Sastra Khatulistiwa), category of Prose

Shortlist: 2019 Portal Fantasi (PNFI)’s Best Indonesian Fantasy Fiction 

Shortlist: 2019 Tempo’s Best Work of Prose

Gramedia Pustaka Utama | May 6, 2019 | 308 pages | Paperback | 978-602-062-993-3 | approx. 225 gram

[Goodreads] [gramedia.com] [Gramedia Digital] [Demabuku on Shopee] [Republik Fiksi] [Aiakawa Books]


[Blurb in ID] Cara melepas kepala:

  1. Buka lilitan ritsleting yang mengelilingi jakun.
  2. Ceraikan baut dari mur hingga talak delapan.
  3. Telan dan tahan ludah dalam-dalam.
  4. Tekan kedua tombol penghambat laju aliran darah secara bersamaan.
  5. Pegangi kedua kuping, lalu tarik kepala ke atas dengan keras hingga terlepas.

Sempati merasa kepalanya tak memberi solusi atas ragam persoalan. Kepalanya justru merepotkan, hingga membuatnya turut program Bebaskan Kepalamu, yang memungkinkan untuk menceraikan sementara kepalanya. Tanpa diduga kepala itu menghilang. Bahagiakah Sempati hidup tanpa kepala?

Setelah Buku Panduan Matematika Terapan, Triskaidekaman kembali menghadirkan cerita tak biasa. Cara Berbahagia Tanpa Kepala [EN: Headless Ways for Delightful Life] menggabungkan unsur fiksi ilmiah, surealisme, dan thriller yang menggaungkan kegelisahan manusia modern. Kejutan-kejutan dalam cerita ini memberi pengalaman baru membaca novel sastra.

 


Buku Panduan Matematika Terapan (2018)

bpmt final cover front copy

1st winner of 2017 Unnes International Novel Writing Contest

Shortlist: 2017/18 Khatulistiwa Literary Award (Kusala Sastra Khatulistiwa), category of First/Second Book

Longlist: 2018 Tempo’s Best Work of Prose

Shortlist: 2019 Akatara IP Market (Aprofi & National Book Committee)

Gramedia Pustaka Utama | April 30, 2018 | 364 pages | Paperback | 978-602-038-302-6 | approx. 325 gram

[Goodreads] [gramedia.com] [Gramedia Digital] [Aiakawa Books] [Dojobuku]


Buku Panduan Matematika Terapan (EN: A Guidebook of Applied Mathematics) is an Indonesian literary novel (not a mathematical textbook) that interconnects philosophical pieces of life within mathematical environment, while trying to provide an experimental answer towards P-NP problem, life-and-death, reality-and-dream, and anything-countable-versus-uncountable, from the viewpoint of (Indonesian) literature. Praised as “a fresh experimental literary form” from panel of 2017 Unnes International Novel Writing Contest judges.

[Blurb in EN] Questions of P-NP (something countable vs something uncountable) popped to Prima’s mind after a ghost came to his dream, taught him counting principles and mathematical theories. The puzzle bothered him even more when Tarsa—a genius who asked the same question in his head—came around. After spending most of his lifetime seeking for answer, Prima still questioning where to find someone who could foresee own death precisely.

[Blurb in ID] Pertanyaan P-NP (sesuatu yang bisa diperhitungkan-sesuatu yang tidak bisa diperhitungkan) muncul setelah Prima didatangi oleh hantu yang mengajarinya cara berhitung dan berbagai teori matematika di dalam mimpi. Teka-teki itu semakin mengusiknya ketika ia bertemu Tarsa—si cerdas yang juga memiliki pertanyaan sama tentang P-NP. Namun, meski telah mencurahkan seluruh hidupnya, Prima tak juga mampu menemukan jawabannya. Tentu. Karena, siapa pula manusia di dunia ini yang bisa menjawab kapan ia akan dimatikan?