Kembar Siam

Karena aku terlalu takut tenggelam pada pesona seseorang yang tiba-tiba saja menumbuhkan rambut kasar di rahang bayanganku tapi tidak pada rahangku, membidangkan otot pada kedang dada bayanganku tapi tidak pada bulat dadaku, dan menajamkan tatapan dari matanya tapi tidak pada tatapanku; meskipun aku tahu ada yang salah dengan cerminku tapi tidak tahu apa sebabnya; kubiarkan pria baru-tapi-semu itu melekatkan bibirnya pada bibirku, kubiarkan ia melumatnya, sambil diam-diam kuambil pisau dengan tangan di balik punggung, lalu kuayunkan cepat ke bawah perutnya, menancapkannya erat di sana; hanya untuk mendapati pisau yang sama mencelat keluar dari sela katup gigiku.

 


(Jakarta, 05/10/2017, Monday Flash Fiction #FFKamis 100 kata, kata kunci: cermin. Hasil eksperimen membuat 100 kata dalam satu kalimat.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s