[Travel to Europe] Mengurus visa Britania Raya (bagian 1)

Astaga, ternyata sudah setahun lebih saya tidak ngepost tentang jalan-jalan di blog ini!

Baiklah, baiklah. Kali ini saya akan bahas soal Britania Raya (atau United Kingdom) adalah wilayah yang mencakup Inggris, Wales, Irlandia Utara, dan Skotlandia. Negara ini memiliki banyak sekali kota yang memiliki ciri masing-masing, dan hampir semuanya menarik untuk dikunjungi. Di tulisan yang ini, kita akan membicarakan prosedur mengurus visa UK (tipe turis) untuk warga negara Indonesia yang berdomisili di Jakarta atau bersedia mengurusnya di Jakarta, berdasarkan pengalaman pribadi pada bulan Februari 2017 yang lalu.

 

Bisakah kita masuk ke Inggris dengan visa Schengen?

Pertanyaan ini cukup sering diajukan. Jawabannya tidak bisa. Britania Raya memiliki sistem visa yang tidak sama dengan European Union/Schengen. Jadi, kalau tujuanmu adalah Britania Raya, yang kamu butuhkan adalah visa UK, bukan visa Schengen. Sementara kalau kamu ingin berkunjung ke Britania Raya dan negara lain di Eropa, berarti yang kamu butuhkan adalah dua-duanya, visa Schengen dan visa UK.

Jika ada pertanyaan lanjutannya: Apakah Brexit berpengaruh kepada kebijakan visa UK? Sampai dengan Mei 2017, belum ada pengaruh. Namun berhubung Britania Raya akan melakukan pemilihan umum pada tanggal 8 Juni mendatang, bisa saja hasil pemilihan tersebut akan berpengaruh pada kebijakan apa pun dari Britania Raya sendiri.

 

Bisakah visa yang diperoleh digunakan untuk mencari pekerjaan?

Tidak bisa. Perhatikan bahwa visa UK tipe visitor biasa dan visitor business memiliki catatan No work or recourse to public fund, yang menunjukkan bahwa pemilik visa tidak diperkenankan mencari pekerjaan ataupun memperoleh santunan publik dari pemerintah setempat, apabila terjadi sesuatu.

 

Kapan mengajukannya

Tentukan dulu tanggal keberangkatan. Berbeda dengan visa Schengen, pengajuan visa UK sudah dapat dilakukan jika tanggal keberangkatan sudah berada dalam jangkauan 180 hari (baca: 6 bulan) atau kurang, mengingat visa UK yang disetujui akan memiliki masa berlaku 180 hari. Namun, ada baiknya pengajuan dilakukan dalam rentang 2-3 bulan sebelum keberangkatan. Selain agar waktu yang tersisa masih cukup panjang, ada baiknya juga “menunda” beberapa bulan, hitung-hitung sambil mempercantik rekening bank dulu (baca: menambah tabungan).

 

Yang perlu disiapkan dari jauh hari

  1. Paspor. Di antara semuanya, kalian harus terlebih dahulu memiliki paspor. Kalau bisa, paspornya jangan yang masih perawan (alias masih kosong). Jika kalian baru ganti paspor, lampirkan saja paspor lama kalian, untuk sekadar menunjukkan kalian sudah pernah ke negara mana saja.
  2. Tabungan. Britania Raya tergolong ketat dalam menilai keuangan/tabungan. Mungkin karena negaranya tergolong dalam negara-sangat-mahal di benua biru. Rekening koran (baca: transkrip pergerakan transaksi di suatu rekening bank) harus mencakup minimal tiga bulan di muka terhitung dari tanggal pengajuan visa. Kalau lebih, misalnya empat bulan, tidak masalah. Tidak jelas berapa nominal minimal yang harus tersedia dalam rekening bank, karena sepertinya petugas visa akan menilai keseimbangan antara isi rekening dengan komponen yang sudah dibeli (baca: tiket pesawat, akomodasi, dan perhitungan biaya hidup turis dikali jumlah hari dalam itinerary).
  3. Itinerary. Rencanakan dengan baik, berapa hari yang akan dihabiskan di Britania Raya. Ini akan berpengaruh pada perhitungan kelayakan finansial yang sudah disebutkan di poin 1. Selain itu, itinerary juga memiliki peran yang lebih penting untuk pihak kedutaan, yaitu bahwa kalian benar menjadi turis dan tidak berniat menetap di sana (sebagai pengangguran atau gelandangan).
  4. Surat keterangan penghasilan/pekerjaan. Ini bisa menjadi masalah untuk pekerja lepas. Namun untuk pekerja tetap (baca: karyawan atau wiraswastawan), dokumen atau surat yang menyatakan bahwa kalian memiliki status tetap di pekerjaan sekarang, atau resmi memiliki bisnis/usaha di Indonesia seharusnya tidak sulit didapatkan. Jika kalian berstatus sebagai karyawan; surat keterangan kerja harus dibuat dalam bahasa Inggris, memuat tanggal bergabung dengan perusahaan, dan pernyataan bahwa karyawan akan kembali bekerja setelah pulang. Ada perusahaan yang tidak bisa menyediakan surat keterangan kerja dalam bahasa Inggris – dalam kasus ini, surat tersebut boleh digantikan oleh surat keterangan dari bank tempat kalian mencetak rekening koran tiga bulan (poin 1). Sementara jika berstatus sebagai pengusaha; surat keterangan izin usaha pun harus dibuat dalam bahasa Inggris.
  5. Dokumen sipil yang sudah dikonversi dalam bahasa Inggris. Akta kelahiran, kartu tanda penduduk, dan kartu keluarga harus disiapkan dalam versi bahasa Inggris, dan menggunakan penerjemah tersumpah. Boleh fotokopi yang terlegalisir, tidak usah versi aslinya. Kira-kira selembarnya menghabiskan dana sekitar Rp 50.000, kalau disiapkan di Jakarta. Rata-rata seseorang akan “butuh” Rp 250.000-Rp 350.000 untuk keperluan ini.
  6. Dana visa. Pembayaran biaya visa dilakukan saat pendaftaran daring, yaitu sebesar GBP 110 per orang dewasa untuk jalur regular, GBP 250 per orang dewasa untuk jalur cepat/fast track. Kedubes Britania Raya tidak menerima pembayaran di tempat, bahkan untuk upgrade sekalipun. Jadi, pastikan kalian sudah menentukan pilihan servis sebelum melakukan pembayaran.

 

Pengaturan jadwal dan pendaftaran daring

Perhatikan, bahwa tanpa print out jadwal pengajuan visa di tempat; dan tanpa tanda jadi pendaftaran visa daring/bukti pembayaran visa, proses pengajuan visa tidak dapat dilakukan. Jadi, pendaftaran daring ini sifatnya mutlak harus dilakukan beberapa hari sebelum tanggal pengajuan visa yang kalian sasar atau incar.

Pertama-tama, pastikan jaringan internetmu berjalan dengan baik selama proses pengisian formulir daring, dan pastikan kamu tidak sedang dalam situasi terburu-buru, karena proses pengisian formulir daring ini panjaaaaang dan laaaaaama.

Untuk proses pendaftaran daring ini, akan dibahas di postingan bagian kedua.

 

Di mana

Visa UK untuk warga negara Indonesia tidak diurus di kedutaannya langsung, melainkan diurus di VFS Global, yang berkantor di dalam Mall Kuningan City, lantai 2. Pertokoan ini terletak di bantaran jembatan layang Kuningan-Kasablanka, bersebelahan persis dengan gedung perkantoran AXA Tower. Di rush hours (sekitar pukul 08.00-10.00 dan 16.00-19.00), daerah ini bisa dibilang sangat padat.

 

 

Di tempat

Datanglah selambatnya 15 menit sebelum jadwal dalam perjanjian. Semua pelamar baru diperbolehkan masuk ke ruangan kantor VFS lima menit sebelum jadwal. Lebih awal dari itu, pasti diusir oleh sekuriti :’) Selain itu, perhatikan apabila kalian termasuk orang yang ke mana-mana membawa ransel atau barang bawaan yang ribet lainnya, karena VFS menyediakan jasa titip tas dengan nilai Rp 22.000 per barang bawaan. Jadi, sebisanya jangan membawa terlalu banyak barang bawaan ketika datang ke sini.

Di pintu masuk, akan ada dua orang sekuriti yang masing-masing mengecek barang bawaan (tas kecil, dompet, dsb) dan mengecek badan para pelamar yang akan masuk. Di sini, sekuriti akan memerintahkan ponsel untuk dimatikan. Memang sih, akan ada beberapa orang bandel yang men-silent ponselnya saja, namun perlu diingat untuk tidak mengeluarkan ponsel selama berada di ruang tunggu, karena bisa saja memancing sekuriti untuk datang menciduk dan memberikan teguran.

Ketika melakukan pendaftaran daring, kalian tentu sudah mendapatkan ceklis berisi dokumen apa saja yang harus dilampirkan dalam amplop pengajuan visa (kalau belum, coba unduh di sini dulu). Setelah kalian melewati pintu masuk, petugas lainnya akan mengecek kelengkapan dokumen yang dilampirkan dan mengurutkannya ulang, berdasarkan formulir tadi. Ternyata, di bulan Februari 2017, selain referensi bank dan/atau surat keterangan kerja, semua dokumen lainnya boleh diserahkan hanya dalam bentuk fotokopian. Selanjutnya, setelah dokumen siap, kalian akan mendapatkan nomor antrean dan dipersilakan masuk ke ruang tunggu. Kalau kalian datang pagi, biasanya kalian tidak perlu lama menunggu karena antrean masih pendek.

Tips kurang penting: Di dalam ruang tunggu, ada sebuah televisi besar yang menayangkan promosi tentang UK dari berbagai bidang. Di bidang hiburan, ada One Direction dan Benedict Cumberbatch bergantian menghiasi layar. Kalau tidak mau digerebek sekuriti, ingat, jangan foto-foto, ya.

Selanjutnya, yang menarik adalah ketika saya dipanggil ke loket pengajuan visa. Di sini, beda dengan pengalaman pengajuan visa Schengen yang dulu, saya sama sekali tidak ditanyai apa pun selain tanggal keberangkatan dan berapa lama akan berada di wilayah Britania Raya. Ya, hanya itu. Selebihnya, petugas hanya membolak-balik dokumen dan menyortirnya ulang. Lalu, setelah selesai, saya diberi beberapa lembar kertas untuk ditandatangani; yang ternyata merupakan struk untuk pengambilan paspor nantinya.

Setelah itu, petugas meminta semua pelamar menunggu kembali untuk pengambilan data biometrik. Ini adalah proses yang terakhir. Lokasi ruangan biometrik adalah di sebelah kanan dari loket pengambilan paspor. Nomor antrean akan dipanggil, masuk, ikuti perintah dari petugas, dan selesai. Proses ini tidak memakan waktu lama; hanya sekitar 1-2 menit.

Setelah biometrik ini selesai, kalian bisa langsung keluar – alias pulang.

 

Menunggu

Setelah proses pengajuan selesai, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menunggu. Ya, menunggu saja.

Masa tunggu pengajuan visa UK menurut situs resmi Kedutaan Britania Raya adalah maksimal 15 hari kerja. Namun kenyataannya, kadang 6-9 hari kerja saja sudah cukup bagi mereka untuk mengeluarkan visa. Itu sudah terhitung masa pengiriman paspor ke Filipina (tempat VFS Global memproses pengajuan ini) serta pengirimannya kembali ke Indonesia; dan hari kerja saat kita memasukkan pengajuan pun sudah dihitung satu hari kerja. Di kasus saya, cap persetujuan sudah diperoleh di hari kerja keenam, sementara paspor bisa diambil kembali di hari kerja kesembilan.

Kalau tadi kalian mengaktifkan fitur SMS (berbayar), kalian akan menerima SMS yang menyatakan bahwa paspor dan visa sudah bisa diambil. Namun menurut saya fitur tersebut kurang penting, karena by default pelamar akan mendapat notifikasi serupa lewat surel.

 

Pengambilan paspor dan keputusan visa

Pengambilan dilakukan juga di kantor VFS Global Kuningan City.

Jangan lupa membawa struk (kertas putih-dan-pink panjang-panjang yang diserahkan petugas saat melamar visa). Kalau pengambilan diwakilkan ke orang lain, jangan lupa surat kuasa (yang menjelaskan hubungan kalian dengan si pengambil) dan fotokopi kartu identitas (KTP) harus lengkap.

Nah, yang masalah adalah jamnya. Baik di surel maupun SMS notifikasi, disebutkan bahwa paspor dan visa bisa diambil di jam 12.00 WIB, pada tanggal yang tertera di sana. Meskipun demikian, pada kenyataannya pengambilan baru bisa dilakukan pada pukul 15.00-17.00 WIB. Kalau kita datang pada pukul 12.00-15.00 WIB, yang ada malah kita diusir oleh sekuriti VFS dan diminta menunggu di luar area VFS sampai pukul 15.00 tiba. Jadi, aturlah waktu dengan baik pada tanggal pengambilan paspor dan keputusan visa ini.

Adapun, pengambilan dilakukan di loket khusus yang berdinding putih dan tertutup seluruhnya, kecuali bagian loket yang dibatasi kaca tebal. Petugas VFS Global akan memberikan kita amplop kelabu metalik bersegel yang di dalamnya berisi paspor beserta surat keterangan apakah visa diterima atau ditolak. Terserah kalian, sih, mau membuka segel amplop di sana langsung, ataukah di luar saja.

Oh ya, satu lagi: Visa UK yang diterima akan berlaku enam bulan terhitung sejak tanggal visa disetujui (bukan sejak tanggal bepergian), dan bersifat multipel (boleh keluar dan masuk wilayah Britania Raya berkali-kali selama visa masih berlaku).

 

Travel Insurance untuk visa UK

Tidak seperti EU yang lebih bawel soal travel insurance, Kedutaan Britania Raya tergolong longgar dalam urusan ini. Pelamar visa boleh-boleh saja tidak membeli travel insurance, kalau memang tidak mau. Namun, kalau memang ingin keamanan lebih terjamin dan lebih tenang (tentang ini akan saya bahas dalam tulisan tersendiri, berhubung saya pernah kena kasus, hahaha), siapkanlah travel insurance saja. Karena Britania Raya tidak punya wilayah eksklusif untuk asuransi, maka pilihan yang cocok untuk Britania Raya adalah travel insurance yang cakupannya global (worldwide).

 

Pranala luar yang mungkin bermanfaat

  • Pusat aplikasi visa (informasi lengkap mengenai peta, jadwal, dan cara melamar visa UK untuk lokasi Surabaya dan Bali) [di sini]
  • Arriving in the UK – check if you need a visa to enter UK (untuk mengecek tipe visa UK yang dibutuhkan) [di sini]
  • Pendaftaran visa UK via web (untuk mengisi formulir selengkapnya, melakukan pembayaran, dan membuat janji temu di VFS Global) [di sini]

 

Di postingan bagian kedua nanti, saya akan membahas secara detail mengenai pendaftaran pengajuan visa UK via web, yang merupakan langkah pendahuluan sebelum datang ke kantor VFS Global.

Sampai ketemu lagi 🙂

Advertisements

One thought on “[Travel to Europe] Mengurus visa Britania Raya (bagian 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s