Army of Angels Collaboration – Special Thanks

Dulu, waktu aku baru aktif sekitar tiga-empat bulan di Storial.co, aku (maaf, kata gantinya jadi aku. Padahal biasanya, ‘kan, saya. Sekali-kali boleh dong) dan beberapa rekan penulis berhasil mewujudkan proyek kolaborasi menulis yang superspesial buat kami semua. Proyek itu bertajuk Army of Angels. Seperti apa proyek itu dan apa saja yang kami lakukan? Yuk disimak.

 

Apa itu proyek Army of Angels?

Proyek Army of Angels adalah proyek kolaborasi kumpulan cerita pendek yang berlangsung dari akhir Agustus sampai akhir Oktober 2016, dengan melibatkan lima belas penulis cewek di Storial.co.

Tugas para penulis cewek ini adalah mendaftarkan diri, kemudian memilih satu dari dua belas judul lagu yang ada dalam album No Sound Without Silence (The Script, 2014), lalu membuat cerita pendek yang temanya disesuaikan dengan interpretasi terhadap lagu yang dipilih.

Ada satu syarat lain: Tokoh utama di cerita tersebut juga harus cewek!

Khusus buat tiga orang pengelola proyek, bukan judul lagu yang mereka ambil, melainkan judul album The Script. Ada tiga judul yang tersedia: No Sound Without Silence, #3, dan Science and Faith.

 

Dari mana asal frasa Army of Angels?

Army of Angels adalah salah satu judul lagu The Script dari album studio keempat mereka, No Sound Without Silence (2014), tepatnya lagu di trek tujuh.

Album yang mengambil artwork berupa untaian kabel-kabel di latar luar angkasa ini, dirilis tanggal 12 September 2014. Bisa ditebak, bahwa proyek ini adalah sekadar seru-seruan untuk memperingati dua tahun rilis album ini.

 

Idenya datang dari mana?

Ide pertama sebetulnya datang ketika melihat buku milik Cimma (Risma Idrus) di Storial, yang berjudul Retrouvailles in Dublin; Juli lalu. Buku itu merupakan fan fiction terhadap The Script yang menggunakan judul-judul bab berupa rangkaian judul lagu mereka. Lalu, tak lama kemudian, Cimma menghilang dari Storial sampai cukup lama, sehingga dia sempat tidak bisa kujajaki soal proyek The Script ini.

Lantas, aku “bertemu” Luthfi, Scriptette lainnya, ketika dia memberikan review secara mencengangkan di bukuku, Custodivi Absconditum. Setelah tahu dia Scriptette, terpikirlah mau ambil satu album The Script dan bikin proyek kolaborasi dari situ.

Tantangan berikutnya, kolaborasi ini tidak boleh sama dengan Retrouvailles in Dublin. Karena buku itu belum mencomot satupun lagu dari album No Sound Without Silence, maka diputuskan album inilah yang “paling aman” (Maaf, Cimma).

 

Adakah alasan lain terkait pemilihan album No Sound Without Silence?

Secara pribadi, itu album favorit dari empat album The Script.

Beda dengan album #3 yang menurutku agak diburu-buru waktu (atau setan?), album NSWS lebih berhati-hati dan terkesan terencana dengan baik.

Lalu yang jadi alasan lain, adalah bahwa secara garis besar, album ini memuat tiga tema utama. Yang pertama adalah soal patah hati. Yang kedua soal jatuh cinta. Dan yang ketiga (ini yang menurutku unik): Soal motivasi dan renungan. Jangan kaget kalau ternyata NSWS ini memberikan porsi yang nyeleneh, di mana porsi motivasi-renungannya justru lebih banyak ketimbang urusan romantisme saja.

 

Timeline project

  • Ideation and concept development: 23-26 Agustus 2016
  • Kickoff: 27 Agustus 2016
  • Reaping: 27-28 Agustus 2016
  • Execution: 28 Agustus-31 Oktober 2016
  • Revision: 31 Oktober-15 November 2016

 

Profil singkat para kontributor

(Catatan: Yang nyetor cerita pakai bahasa Inggris, maka profilnya pun ikut jadi bahasa Inggris. Jangan protes.)

 

Scriptwriter 1: Nadia
Written script: [1] No Good in Goodbye

Masternya worldbuilding ala science fiction distopian (lewat The Lightbulb-nya) yang sangat klenik ini hadir dengan cerita tragis yang amat total dalam proyek ini. Kepiawaiannya mengolah kata dan menyajikan kepahitan perpisahan pada tokoh Wrenda sukses memikat para pembaca. Tak sedikit pembaca Storial yang memilih tulisannya sebagai favorit di antara keseluruhan cerita yang ada, termasuk para pengelola proyek ini sekalipun. Bravo!

Kontak Nadia di Storial atau Twitter.

 

Scriptwriter 2: Anggita
Written script: [2] Superheroes

Penulis young adult yang hobi membawa pisau dalam kisah-kisahnya ini menyajikan karya science fiction distopian lainnya. Bertemakan negeri yang punya tiga faksi yaitu X, Y, dan Z; wanita yang menjadi tokoh utama dihadapkan pada keinginan untuk menemukan ayah, sekaligus menumpas faksi musuh. Konflik diciptakan dengan kualitas novel yang menarik. Banyak yang meminta Gita untuk mengembangkan cerita ini jadi sebuah novel baru. Hmmm… Bagaimana dengan kamu?

Kontak Gita di Storial atau Twitter.

 

Scriptwriter 3: Fiorella/Wardah
Written script: [3] Man on A Wire

Aku malah lebih mengenal Fiorella dari Blog Buku Indonesia dan aktivitas promosi buku-bukunya yang tak perlu diragukan lagi. Di proyek ini, Fiorella membawa Man on a Wire dan membuat kisah harafiah yang cocok dinikmati sembari membayangkan video klip lagunya. Sisi tragis yang baper diangkat dengan pas dari sudut pandang si cowok. Menarik.

Kontak Fiorella di Storial atau Twitter.

 

Scriptwriter 4: Rizka
Written script: [4] It’s Not Right For You

Berfantasilah! Akademi yang mengingatkan pada Hogwarts, cerita cinta diam-diam yang membuat penasaran, dan konflik yang pas; berhasil menutupi panjangnya cerita yang ditulis oleh Rizka ini. Hidup cuma sekali dan lakukanlah apa yang kamu sukai, tecermin dengan pas dalam narasi demi narasinya.

Kontak Rizka di Storial atau Twitter.

 

Scriptwriter 5: Monica/Momon
Written script: [5] The Energy Never Dies

Always write in English, and be famous on Storial.co because of this distinguished remark, so does she in this project – still in English! Here, you can read about her unique approach about timeless same-sex relationship, the only one in this collaboration. Highly recommended to read, while you can enhance your English reading skill.

Contact Momon on Storial or Twitter.

 

Scriptwriter 6: Sofia
Written script: [6] Flares

Penulis dengan keahlian meramu romansa dan science fiction dalam diksi menawan ikut hadir dalam proyek ini. Di sini, Sofia dan raket nyamuknya mengajakmu membayangkan alternate world dari karya besutannya The Neighborhood. Masih berkutat dengan benda-benda langit dan peradaban manusia, kita diajak berpikir ulang tentang pengorbanan dan cinta, dengan kisah ini. Penutup yang manis (semanis papinya, LOL) pasti membekas di benakmu usai membacanya.

Kontak Sofia di Storial atau Twitter.

 

Scriptwriter 7: Tutut
Written script: [7] Army of Angels

Penulis romantis dengan gaya lugas dan to the point yang khas, namun selalu kocak kalau diberi cobaan menulis thriller. Di proyek ini, Tutut menghadirkan kisah kasih berlatar perselisihan antarsuku di Indonesia yang mendebarkan. Memang beberapa pembaca merasa kisah Tutut ini terlalu singkat, namun tetap saja karya Tutut ini patut kalian coba jajal ketika kalian butuh sesuatu yang mendebarkan.

Kontak Tutut di Storial atau Twitter.

 

Scriptwriter 8: Aditia
Written script: [8] Never Seen Anything (Quite Like You)

Novelis romance beraroma erotika yang juga menjadi bandar om-om seksi ini… siapa yang tidak kenal? Aditia, yang sudah amat tersohor di Storial ini, juga turut serta dalam proyek ini, lo! Di sini, Aditia mengupas side-story dari proyek duetnya dengan Gita yang saat itu tengah berlangsung, Somewhere Over The Rainbow; dengan permainan kata yang membawa pembaca terbang ke dunia limbo antara kisah romantis dan puisi.

Kontak Aditia di Storial atau Twitter.

 

Scriptwriter 9: Ulfa
Written script: [9] Paint The Town Green

Penulis yang tak pernah absen menghadirkan pria-pria sensual pengungkap cinta yang menggebu ini rupanya kebablasan. Dia sempat menampilkan pria sebagai tokoh utama ceritanya, sebelum kemudian ditembak oleh para admin dan dia terpaksa mengubahnya, hahahaha. Terlepas dari kekeliruan kecil itu, Ulfa berhasil meramu kisah ala Hunger Games-nya menjadi sebuah petualangan pulang ke rumah yang memikat sekaligus memicu adrenalin.

Kontak Ulfa di Storial atau Twitter.

 

Scriptwriter 10: Melissa
Written script: [10] Without Those Songs

Storial’s Queen of Surrealism is back. With her etymologic interpretation of this song, she described how singing celebrities meet up and arrange concept about humanity and peace. The only female celebrity who is mentioned in the song, Madonna, is the center of this delightful story. And yes, her surrealistic touch is there, and you should not miss it.

Contact Melissa on Storial or Twitter.

 

Scriptwriter 11: Tara
Written script: [11] Hail Rain or Sunshine

Menyisipkan tokoh berlatar Mandarin/Tiongkok adalah ciri khas Tara. Dalam tulisannya kali ini, Tara mengadaptasi pengalaman pribadinya dalam nuansa optimistik yang cocok buat menyemangati siapapun yang tidak sedang berada di atas roda kehidupan. Cocok dinikmati kala panas, ataupun kala hujan.

Kontak Tara di Storial atau Twitter.

 

Scriptwriter 12: Shindy
Written script: [12] Howl at The Moon

Shindy yang terkenal dengan kreativitasnya terhadap berbagai komponen cerita, termasuk hewan dan anak-anak, kali ini hadir dalam format manusia serigala. Eh, maksudku, ceritanya, yang bertokohkan seorang manusia serigala wanita. Uh? Seperti apa sih? Memang cerita ini menarik, karena tidak melulu mengupas sisi horor, namun juga sisi kemanusiaan sang tokoh. Simak saja!

Kontak Shindy di Storial atau Twitter.

 

Scriptwriter 13: Henny
Written script: [13-extra] No Sound Without Silence

Siapa ini? Enggak kenal, ah. Skip.

Kontak Henny di Storial atau Twitter.

 

Scriptwriter 14: Luthfi
Written script: [14-extra] #3

Si GGMU yang satu ini hadir sebagai administrator proyek dan sebagai penyumbang kisah terakhir yang berpusat pada tiga karakter wanita sekaligus. Ceritanya yang mengangkat intrik di dunia geodesi – sesuai jurusan kuliahnya – unik dan perlahan-lahan menegangkan; menutup proyek Army of Angels dengan tanda tanya yang membekas bagi para pembaca.

Kontak Luthfi di Storial atau Twitter.

 

Scriptwriter 15: Risma/Cimma
Written script: [15-extra] Science and Faith

Cimma, penulis asal Makassar, hadir dengan drama scifi yang tak kalah serunya. Sebuah hubungan yang bersiklus, bermula dengan manis namun berakhir tragis ini disajikan dalam narasi yang mulus dan rapi.

Kontak Cimma: Storial atau Twitter.

 

Miscellaneous: Momen Lucu di Twitter

1 September 2016

Sewaktu @izzaty2011 memperlihatkan proyek ini kepada akun Twitter @thescript, saat ada sesi tanya jawab bersama bang G. Bikin kaget aja! Untung, tweet itu sudah hilang (sepertinya), dan enggak di-retweet sama bang G! (Ya iyalah, aku taruhan, dia tidak mengerti bahasa Indonesia)

Ini skrinsut obrolan selanjutnya yang makin enggak keruan:

 

6 September 2016

Sewaktu @eypme (baca: Pakdok) membuat tinjauan tentang bacaan-bacaannya di Storial belakangan ini. Rupanya, pemenang MFF Idol 2017 ini mengeluarkan beberapa tweet mencengangkan.

Bukti skrinsut:

 

3 Oktober 2016

Sudah jelas, ini adalah hari ulang tahun Danny O’Donoghue (baca: vokalis The Script). Bertepatan dengan kelulusan @izzaty2011. Nah, @izzaty2011 kembali ngetwit dalam bahasa Indonesia dan dialamatkan ke Twitter @thescript.

Bukti skrinsut:

 

Baiklah. Untuk lebih jelasnya, langsung saja KE SINI untuk membaca Army of Angels.

Terima kasih dan sampai bertemu lagi kapan-kapan!

Save

Save

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s