Membuat Malaikat

Ada banyak sepatu putih di toko, tinggal beli.

Ada banyak gaun seputih kapas bersinar terangnya, tinggal cuci dan rawat, jangan taruh di binatu banal.

Kembang sayap bodoh itu juga ada di mana-mana, sewa sepasang, simpan sepasang buat cadangan.

Nanti beli juga berkaleng-kaleng pemutih buat cucian si gaun dan si sayap. Harus yang ada desinfektannya, supaya suci dari hama, suci dari dosa.

Lingkaran di atas kepala? Ah, sekarang ada benang tak kasatmata, sahabatnya para pemeran pengganti di film laga atau video musik. Tinggal simpul, bebat, naikkan, biarkan ia mengawang gamang. Pinjam seutas besar juga, buat membelit dan mengangkat pinggangnya kalau perlu.

Rambut tinggal dicatok lurus-lurus, disisir dari ujung ke ujung, dicat hitam atau pirang mulus, dipasangi bando. Wajah tinggal dibedaki, ditepuk merata, biar tidak cemong.

Ah, tahun 2017. Saat malaikat asli entah sedang menyelinap ke mana, betapa mudahnya kita bisa membuat malaikat bohongan.

 


(Jakarta, 21/03/2017, 134 kata. Storial Picture Story Challenge, kata kunci: malaikat. Tidak diikutsertakan karena salah baca ketentuan.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s