Semoga Cepat Sembuh

Semoga cepat sembuh,

…dari sakitmu.

Tak ada yang ingin sakit.

Jatuh terbelenggu tanpa daya.

Terpaksa kaurelakan hari ini.

Tak mencari berlian selagi matahari masih tinggi.

…dari kebimbanganmu.

Tak ada yang ingin sakit.

Kelelahan selepas semalam belum hilang.

Tak cukup, takkan cukup.

Jika ada dua, mengapa harus satu?

Tapi kau tak sadari,

…mungkin kau tak sanggup mendua.

…dari kegalauanmu.

Benih khianat mungkin.

Atau pikiran duniawi yang berkuasa.

Dalih mencari, belum ada, mencari lagi.

Kendati kau tahu, manusia takkan puas.

…dari ilusimu.

Kemarin hari Minggu.

Pesta semalam indah.

Seindah apa yang kau bisa bayangkan,

…hingga kau lupa menghidupkan alarm.

…dari kegilaanmu.

Alasan lain demikian fiktif.

Masalah?

Bukan masalah?

Hanya kau yang tahu.

Aku tak berhak.

Bukan siapa-siapamu.

Selain hubungan kita di sini, aku bukan siapa-siapamu.

Tak perlulah kau selalu jujur,

pada siapa yang bukan siapa-siapa.

…atau dari kebohonganmu.

Bukan tubuhmu yang sakit.

Gemar berbohong juga penyakit.

Keberhasilanmu mendua,

Keberhasilanmu melompat,

Keberhasilanmu mengelabui,

…bukan obat biasa yang menawarnya.

Entah apa.

Aku bukanlah si mahatahu segalanya.

Entah kapan kau akan sembuh.

Hanya Dia yang Maha Tahu.

Karena itu,

Aku, manusia ini, hanya bisa bilang,

Semoga cepat sembuh.

[Catatan: Puisi ini sebagaimana dimuat di akun Qureta saya, 24 April 2016. Linknya ada di sini]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s