Uber: Perihal Surge Fare

Pada sore hari Kamis, 14 April 2016; para pengguna Uber menyaksikan keparahan tingkat surge fare ketika memesan Uber yang agak-agak tidak biasanya. Jika biasanya surge fare bisa melonjak hingga 2,4 sampai dengan 3,0 terjadi di hari Jumat sore pada jam pulang kerja, mengapa justru surge fare yang menembus angka 4 bisa terjadi di hari Kamis sore?

uber

Saya sudah pernah membahas soal Surge Fare di postingan Uber: Perbandingan, Persepsi, dan Testimoni (bagian 1), tetapi setelah saya baca ulang dan kaitkan dengan kejadian 14 April 2016, rasanya postingan tersebut masih banyak kekurangannya.

Saya akan bahas lebih lanjut lagi soal Surge Fare.

Mengapa ada Surge Fare?

Jawaban singkat:

Hukum demand versus supply.

Jawaban panjang:

Menurut website Uber Estimator, Surge Fare akan muncul dengan sendirinya ketika kebutuhan terhadap mobil-mobil Uber lebih tinggi daripada jumlah mobil Uber yang masih kosong di sekitar tempat pemesanan. Jadi, peningkatan ongkos ini berfungsi sebagai tip untuk para pengemudi yang mau mengambil penumpang yang begitu bejibun di suatu saat dan suatu tempat tertentu.

 

Mengapa Surge Fare lebih sering muncul sekarang-sekarang ini ketimbang dahulu?

Sederhananya, ada dua kemungkinan:

1. Pemesan Uber semakin banyak (demand naik). Mungkin setelah membaca testimoni saya dan rekan-rekan lain yang hobi naik Uber, mereka jadi tergugah buat ikut memakai Uber.

Atau

2. Jumlah mobil Uber yang beredar tak sebanding dengan jumlah orang yang memesan Uber (supply turun). Apalagi Uber sempat beberapa kali dilarang menambah armada karena urusan hukum.

 

Kapan biasanya Surge Fare muncul?

Sesuai uraian untuk pertanyaan sebelumnya, Surge Fare akan muncul di saat-saat berikut:

  1. Pagi hari Senin sampai Jumat (sekitar pukul 06.30 sampai dengan 09.30), ketika jam orang-orang berangkat kerja. Biasanya Fare mencapai 1.4 hingga 2.1.
  2. Sore hari Senin sampai Jumat (sekitar pukul 16.30 sampai dengan 19.00 atau bahkan 21.00), ketika jam orang-orang pulang kerja. Hari Jumat biasanya lebih parah dibandingkan hari lainnya. Untuk daerah Jakarta Utara, hari Kamis juga mungkin cukup parah. Biasanya Fare (rata-rata) mencapai 1.6 hingga 3.
  3. Minggu siang.
  4. Ketika hujan. Semakin besar hujannya, Surge Fare cenderung lebih tinggi.
  5. Special occasions, seperti ketika di dekat kita ada konser, pertandingan olahraga, demonstrasi, acara kenegaraan di tempat umum, atau jenis keramaian waktu tertentu lainnya.

Seandainya ini hari Jumat sore dan sedang hujan, maka Surge Fare jelas akan lebih tinggi lagi. Demikian seterusnya.

 

Apakah Surge Fare benar-benar efektif dalam menarik pengemudi?

Efektif, tapi tidak selalu.

Jadi, menurut Bill Gurley, salah satu petinggi Uber, teknik Surge Fare selama ini cukup sukses menarik para pengemudi agar mau “narik”. Tapi perhatikan lagi: Contoh kasus yang dipakai Gurley adalah Boston, di mana permintaan Uber cukup tinggi ketika sistem transportasi umum sudah tutup di dini hari.

Bagaimana dengan Indonesia, khususnya Jakarta? Silahkan dipikirkan. Intinya, di Jakarta, surge fare memang (sering) efektif, tapi tidak menyelesaikan seluruh masalah yang ada.

 

Apakah ada rumus perhitungan tertentu yang dipakai Uber untuk menentukan Surge Fare?

Saya belum berhasil menemukan rumus perhitungan tertentu untuk menentukan Surge Fare dari Uber negara manapun. Mungkin mereka punya rumus tertentu, berhubung merekalah yang punya data lengkap soal berapa banyak mobil yang sedang beredar di jalanan pada suatu saat, berapa banyak mobil yang menganggur, berapa banyak mobil yang sedang mengangkut penumpang, dan berapa banyak pemesanan yang masuk. Tapi rumus ini bersifat rahasia, sehingga kita tidak dibenarkan untuk mengetahui dan mengoreknya.

Yang jelas, begitu jumlah mobil yang tersedia menipis dan jumlah pemesan mobil semakin banyak, maka Surge Fare bisa dipastikan akan naik. Semakin tak berimbang antara demand dan supply mobil, semakin tinggi juga Surge Fare yang muncul.

 

Apakah saya harus menerima Surge Fare? Bisakah saya menolaknya?

Kita bisa memutuskan sendiri mau menerima atau menolak Fare yang lebih tinggi daripada biasanya. Maka dari itu, jangan bosan-bosan untuk selalu cek Fare Estimate sebelum memesan Uber.

Untuk menolak Surge Fare yang amat tinggi, kita tinggal menekan tombol Close di sudut kanan atas layar.
Pilihan lainnya adalah Notify Me when Surge Drops, yang berfungsi untuk meminta Uber memberikan peringatan otomatis kepada kita apabila Fare sudah turun. Atau, I Accept Higher Fare, apabila kita memang kepepet dan tidak punya pilihan lain selain menaiki Uber.

 

Berapa lama sekalikah Fare Uber itu berubah?

Menurut pengamatan saya, biasanya Fare akan berganti dalam kisaran 2 hingga 5 menit.

Setiap mengecek Fare Estimate, jangan lupa perhatikan bagian paling bawah layar untuk melihat berapa lama lagikah Fare yang berlaku saat itu akan digantikan dengan Fare yang baru.

 

Apakah Surge Fare 5 sudah cukup tinggi?

Jika untuk level kota yang tergolong biaya hidupnya murah seperti Jakarta, Surge Fare 5 tampaknya sudah cukup fantastis. Tapi tidak halnya dengan kota-kota di negara yang biaya hidupnya tinggi.

uber43

Kejadian yang cukup terkenal di Australia, yaitu pada malam tahun baru, ketika Surge Fare Uber melonjak hingga mendekati angka 10. Sampai-sampai, Uber Estimator gagal menebak-nebak berapa Surge Fare yang dipasang. Akibatnya bisa ditebak: Ada pengguna Uber yang harus menghabiskan dana AUD 1100 lebih hanya untuk satu perjalanan naik Uber!

Nah, bisa dibayangkan apa yang terjadi dengan Toronto, Miami, dan London; yang juga memiliki layanan Uber namun biaya hidupnya selangit.

 

Apakah Surge Fare gila-gilaan itu dibenarkan secara hukum?

Kalau mengacu ke hukum Amerika Serikat, ternyata Surge Fare itu tidak dibenarkan secara hukum. Sebagai contoh di District of Columbia, peningkatan harga gila-gilaan dibenarkan dengan alasan “kedaruratan” tidak dibenarkan melewati batas 10% dari rerata harga normal pasaran. Namun biasanya, Surge Fare tetap saja “dibiarkan” dengan alasan “menipisnya supply di saat meningkatnya demand“.

Entah ya kalau di Indonesia.

 

Berapakah batas nilai Surge Fare yang membuat tarif naik Uber lebih mahal daripada tarif naik taksi biasa?

Karena kondisi jalanan bisa berubah dengan sangat cepat, sebetulnya tidak ada patokan resmi tentang hal ini.
Namun dari pengalaman, selama Surge Fare tidak melewati angka 2.0, maka ongkos yang dikeluarkan untuk naik Uber tidak akan lebih mahal daripada ongkos taksi biasa.

Tetapi ingat, terkadang naik Uber dengan Surge Fare 1.6 pun bisa melampaui harga taksi biasa, apabila di tengah perjalanan tiba-tiba muncul kemacetan parah.

Jangan tanya jika Surge Fare sudah melewati angka 3, sudah pasti ongkos naik Uber jauh melampaui ongkos naik taksi biasa.

 

Tips untuk mengelak dari Surge Fare

 

1. Berangkat lebih awal di hari kerja.

Meskipun sudah tahu Jakarta selalu macet, tetap masih ada sebagian orang yang malas bangun pagi demi memperjuangkan kondisi bebas macet. Sayangnya, ketika jalanan sudah ramai, tarif Uber pun jadi lebih mahal. Pilih: Mau bangun pagi atau mau keluarkan uang lebih.

2. Bersabar ketika pulang kerja: Tunggu atau Split Fare

Pulang kerja memang selalu jadi masalah buat orang Jakarta. Solusinya banyak, namun terkait dengan Uber, apalagi ketika Surge Fare mengudara, ada dua:

a. Tunggu. Terkadang, menunggu 5-10 menit bisa membuat Surge Fare sedikit turun. Apabila justru naik dan kalian tetap tidak bersedia membayar sedemikian besar, pertimbangkan untuk menggunakan layanan transportasi lainnya.

b. Split Fare dengan teman. Punya beberapa teman dengan tujuan sama dan sama-sama ingin naik Uber? Gunakan saja fasilitas Split Fare SETELAH memesan Uber.

3. Hindari menggunakan Uber untuk pergi ke pusat keramaian waktu tertentu.

Ingin menikmati malam tahun baru, atau menonton konser? Sebaiknya hindari pemakaian Uber baik untuk datang maupun untuk pulang. Pada dasarnya, alasannya lagi-lagi adalah hukum demand versus supply.

4. Jangan terlalu mudah menekan “I Accept Higher Fare” ketika melihat ada Surge Fare.

Ingat bahwa Fare 1,6-2,0 adalah patokan di mana tarif Uber akan mirip dengan tarif taksi biasa.

5. Hindari keluar dari jendela Uber dan masuk kembali (multitasking mode), sekadar untuk mengecek Fare.

Hal ini sering mengakibatkan timer Fare menjadi error dan kalian butuh waktu lebih lama untuk mengecek Fare terbaru.

6. Pikir ulang sebelum Cancel.

Terkadang, setelah kita Cancel dengan sebuah mobil yang sudah dipesan, malah berbuntut biaya yang lebih mahal, gara-gara Fare yang sudah keburu naik.

7. Kuasai data soal jarak rumah dan tempat tujuan, untuk mengestimasi biaya ketika kena Surge Fare.

Di setiap notifikasi Surge Fare, selalu ada biaya dasar, biaya per kilometer, dan biaya diam karena macet. Dengan berbekal data ini, kita sebetulnya bisa memperkirakan berapa ongkos kita untuk perjalanan Uber tersebut, hanya dengan mengetahui jarak rumah dan tempat tujuan.

8. Punya alternatif.

Surge Fare Uber tak kunjung turun dan kebetulan tagihan kartu kredit sudah bengkak? Langkah terakhir: Carilah alternatif metode transportasi lain.

 

Semoga membantu!

 

Referensi

  1. Uber users share their price-surge horror stories from New Year’s Eve. [2016 Jan 5]. http://www.news.com.au/finance/business/travel/uber-users-share-their-pricesurge-horror-stories-from-new-years-eve/news-story/27db8a49e318b199e44c635780883f91
  2. Clear and Straight-forward Surge Pricing. [2012 Mar 14]. https://newsroom.uber.com/clear-and-straight-forward-surge-pricing/
  3. NYE Surge Pricing Explained. [2011 Dec 31]. https://newsroom.uber.com/nye-surge-pricing-explained/
  4. How to Avoid Uber Surge Pricing on New Year’s Eve. [2015 Dec 30]. http://time.com/money/4162133/avoid-uber-surge-pricing/
  5. This is how Uber’s surge pricing works. [2014 Dec 15]. http://time.com/3633469/uber-surge-pricing/
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s