Uber: Perbandingan, Persepsi, dan Testimoni (2)

Menyambung omongan saya yang belum tuntas soal Uber di bagian 1, sekarang waktunya saya melunasi utang soal troubleshoot Uber yang bisa terjadi pada diri kalian ketika menggunakan jasa Uber (sebagian adalah karena saya sudah mengalami).

Berapa sih rekor higher fare tertinggi yang pernah ada di Jakarta?

Waduh, kalau yang ini jujur saya kurang paham, karena angka tertinggi yang pernah saya lihat adalah 2.4x – di hari Jumat, jam orang-orang pulang kerja.

uber

Kalau mau coba lihat angka yang lebih tinggi, coba saja panggil Uber di “saat-saat genting”. Misalnya di malam Tahun Baru jam 23.45. Atau pas pulang dari acara ulang tahun kota Jakarta. Mungkin angkanya bisa lebih semena-mena daripada 2.4x.

Sebagai info di Afrika Selatan konon pernah muncul angka 12x dan disambut amukan warga plus sejumlah artikel “how-to-avoid”.

Saya dapat supir ugal-ugalan. Bagaimana nih…?

Saya juga bingung sih harus bagaimana kalau dapat supir ugal-ugalan. Kalau naik taksi biasa yang warna biru itu kan ada tulisannya di pintu: “Kalau supir ugal-ugalan harap mengingatkan” atau sejenisnya. Tapi di Uber tidak ada aturan begitu.

Trik yang pernah saya coba:

  1. Kalau kasusnya si supir sudah tahu tujuan kita ke mana, apalagi jika tujuan kita adalah pulang ke rumah: Ada baiknya turun tidak tepat di depan tempat tujuan, tetapi agak jauh. Beda kasus kalau turunnya di tempat umum atau perkantoran.
  2. Ketika turun dari mobil, tetap bersikap tenang, sopan seperti biasa, dan ucapkan terima kasih. Jangan memperlihatkan tampang grasak-grusuk atau tampang sangar/judes/jutek yang menunjukkan dengan jelas niat kita untuk memberikan rating jelek.
  3. Setelah itu, jangan langsung beri rating di aplikasi Uber kita buat si supir. Sebaiknya tunggu beberapa jam (kalau siang), atau kalau sudah malam ya besoknya saja baru diberi rating. Intinya tunggu si supir setengah lupa dulu, baru berikan ratingnya ke dia, supaya dia tidak (benar-benar) ingat penumpang mana yang memberinya rating buruk.

Tapi kalau taraf ugal-ugalannya amat kerasa, barangkali kalian bisa pertimbangkan langsung tegur supirnya. Tentu semua pertimbangan perlu melihat situasi dan kondisi. Semoga beruntung dan selamat sampai tujuan.

Wah gawat, saya salah pakai metode pembayaran. Maunya bayar pakai Uber Credit tapi kok yang ketarik malah credit card…

Nah kalau itu, derita lu.

Eh… Maksudnya: Tenang saja, selama kalian cepat melakukan komplain, penarikan dana bisa dengan cepat dialihkan.

Caranya (by the way, ini cara di iOS yah):

  1. Buka aplikasi Uber (Tidak harus di web, di hp boleh).
  2. Pilih tiga strip di kiri atas, kemudian pilih History.
  3. Pilih trip yang “bermasalah”.
  4. Di bagian bawah layar, pilih Need Help?.
  5. Pilih I had an issue with my fare.
  6. Pilih I used the wrong payment method.
  7. Keluar pesan dan kalian bakal diminta isi “payment method to switch charge to“. Isi dengan “Uber Credit” jika kalian bermaksud membayar dengan Uber Credit, atau isi dengan “Credit Card” jika kalian bermaksud membayar dengan kartu kredit.
  8. Klik Submit.
  9. Tunggu e-mail konfirmasi dalam waktu sekitar 15-20 menit. Yang terjadi selanjutnya adalah Uber akan memberikan kredit kembali ke metode pembayaran yang keliru, dan akan melakukan penarikan dana dari metode pembayaran yang kita mau.

Saya mau kasih tip ke supirnya. Bagaimana caranya ya?

Pakai uang tunai. Jangan pakai metode pembayaran yang lain.

Kira-kira ada tidak ya faktor yang bikin supir Uber tidak mau mengangkut kita?

Setahu saya ada dua faktor:

  1. Faktor penumpang itu sendiri: Jika penumpangnya punya rating rendah, ada kemungkinan supir Uber agak segan atau bahkan takut mengambil penumpang semacam ini. Siapa tahu penumpangnya brutal, atau justru pembunuh berdarah dingin.
  2. Faktor surcharge/higher fare: Lagi-lagi penyakit Jumat sore di Jakarta. Kalau higher fare sudah mulai mengudara, biasanya ada info kapan higher fare tersebut akan expire dan diganti dengan fare yang baru. Terkadang, begitu higher fare mulai menanjak, supir-supir cenderung membiarkan orderan dan tidak serta-merta mengambilnya. Mereka baru mengambilnya ketika higher fare sudah semakin melonjak. Jujur saja, bagian ini agak menyebalkan buat penumpang.

Uber bisa dipakai untuk ke bandara tidak ya?

Kalau buat menuju ke bandara, rasanya bisa. Tapi kalau minta Uber menjemput dari bandara, saya belum pernah dengar tuh.

Sekali lagi, jika kalian sedang terburu-buru ke bandara, lebih baik hindari Uber. Kecuali jika kalian rela menunggu supir Uber tersebut sampai ia berhasil menemukan tempat di mana kalian berada.

Berapa lama ya rekor menunggu supir Uber yang pernah situ alami?

Rekor keseluruhan adalah 1 jam, di mana akhirnya saya terpaksa cancel. Tapi rekor untuk seluruh perjalanan yang berhasil (tidak di-cancel): 23 menit.

Kalau kita mendapat masalah ketika menggunakan layanan Uber, bisakah kita meminta bantuan Uber di media sosial?

Sampai sekarang saya belum berhasil minta tolong dengan pihak Uber via media sosial. Di Twitter mereka pun diam saja. Kelihatannya mereka tidak menggunakan manusia untuk automatisasi bantuan atau troubleshoot.

Lebih cepat minta tolong saja langsung di website mereka (help.uber.com). Kalian juga bisa mengakses menu Help di aplikasi Uber masing-masing.

Bisakah saya mencetak struk hasil transaksi naik Uber?

Oh, bisa banget. Setiap kalian selesai naik Uber, pasti kalian akan dikirimi e-mail berisi ringkasan perjalanan dan tagihan yang dialamatkan ke kartu kredit kalian masing-masing. Di situ tertera dengan jelas tempat asal, tempat tujuan, supir, identitas mobil, dan biaya yang kalian keluarkan, lengkap dengan identitas kalian sendiri. Jadi kalau memang tagihan ini mau dipakai untuk pekerjaan, rasanya sudah cukup ideal. Entah di mana lubang untuk korupsi, saya belum paham. Hehe.

Kalau e-mail yang saya pakai buat mendaftar akun Uber tidak sama dengan e-mail yang mau saya pakai buat kiriman struk tagihan, apakah bisa?

Bisa. Sekarang Uber sudah mengenal yang namanya profil Personal dan Business. Tinggal atur saja kalian mau dikirimi struk tagihan naik Uber ke profil yang sebelah mana, dan ke alamat e-mail yang mana.

Cara memilih profil di Uber iOS:

  1. Pilih tiga strip di sudut kiri atas
  2. Kemudian klik di nama kalian
  3. Pilih profil yang diinginkan

Cara mengatur profil di Uber iOS:

  1. Pilih tiga strip di sudut kiri atas
  2. Pilih Settings
  3. Pilih profil Business atau Personal, sesuai yang mana profil yang mau diatur
  4. Nah, di profil Business ada empat item yang bisa diatur: Alamat e-mail penerima struk tagihan, metode pembayaran, laporan perjalanan rutin, dan Expense Provider (kalau ada). Sementara di profil Personal, hanya ada dua: Alamat e-mail penerima struk tagihan dan metode pembayaran.
  5. Kalau kalian iseng, nama profil Personal atau Business itu juga bisa diganti, baik namanya maupun ikonnya.

Bagaimana cara kerja Promo Free Rides?

Promo ini hanya berlaku untuk orang yang baru mendaftar Uber dan menggunakan layanannya untuk kali pertama. Jadi orang yang mendaftar itu bisa mendapatkan free ride Rp 75.000 untuk penggunaan fasilitas Uber yang pertama kali, dan si penyedia kode juga mendapatkan bonus Rp 75.000 di akunnya sendiri.

Jika kalian penasaran dengan Uber dan pengen dapat gratisan Rp 75.000, silakan pakai kode saya:

hennyh65ue

Perlu diperhatikan juga promo ini agak beda cara kerjanya dengan Uber Credit. Jadi misalkan kalian memutuskan menggunakan promo Free Ride namun tagihan tidak mencapai Rp 75.000, maka kelebihan kredit akan hangus semua dan tidak bisa disimpan untuk penggunaan layanan Uber yang berikutnya. Selain itu, orang yang sudah telanjur mendaftar Uber pun tidak bisa menggunakan kode tersebut. Apalagi saya yang sudah sering memakainya.

 

Oke, sudah dulu ya. Kapan-kapan, kalau saya punya sesuatu yang ingin di-share lagi soal Uber, akan saya post lagi. Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat!

Advertisements

3 thoughts on “Uber: Perbandingan, Persepsi, dan Testimoni (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s