[Stockholm] Nobel Museum

Nobel Museum adalah salah satu objek wisata andalan di Gamla Stan, alias kota tua di Stockholm. Museum ini tentu saja termasuk museum sasaran utama para turis, karena Stockholm memang identik dengan Nobel Prize. Buat kalian yang penasaran dengan sejarah hadiah Nobel dan profil hidup para peraih hadiah bergengsi di dunia pengetahuan dan kemanusiaan yakni Nobel Prize. Penasaran dengan museum yang menampilkan berbagai¬†sisi sejarah antara ilmu pengetahuan hingga humanisme ini? Yuk disimak ūüôā

IMG_5422

How to get there

Stasiun metro atau Tunnelbana terdekat dari Nobel Museum adalah Gamla Stan. Setelah turun di stasiun T-bana tersebut, kita perlu berjalan sekitar 5-15 menit di labirin Stortorget sebelum akhirnya menemui lapangan besar dengan air terjun, beberapa karangan bunga, dan kursi-kursi. Dari arah kalian datang tadi, Nobel Museum ada di sebelah kiri/sayap barat. Tidak sulit untuk menemukannya, jangan khawatir!

IMG_5342

Sisi depan Nobel Museum. Jika kalian sudah menemukan facade merah kuning hijau, tinggal belok kanan dan ketemulah kita dengan museum ini.

 

Tiket masuk

Harga tiket masuk ke museum ini adalah SEK 200 per satu orang dewasa. Bahkan tiket masuk bisa gratis kalau kalian sudah membeli kartu khusus turis (misalnya Stockholm Pass). Memang harganya tidak murah-murah amat apalagi kalau kalian tidak berniat membeli kartu pass tersebut. Tapi menurut saya museum ini layak sekali buat dieksplorasi.

Explore the museum

Nah, setelah kita melewati resepsionis, kita bisa melihat interior museum yang khas seperti ini.

IMG_5435

Suasana di dalam Nobel Museum. Jangan lupa lihat ke lantai!

 

Kita bisa melihat langsung siapa saja pemenang hadiah Nobel terakhir di enam bidang berbeda: Sastra/literatur, Fisika, Kimia, Kedokteran, Sastra, dan Ekonomi. Kita juga bisa memilih untuk melihat benda-benda otentik yang dihasilkan dari para ilmuwan pemenang hadiah Nobel di masa lalu, baik memang wujud benda aslinya ataupun sekadar replika yang menyerupai asli. Tulisan-tulisan kata mutiara penyemangat inovasi juga menghiasi dinding museum sisi dalam yang terlapisi layar-layar. Tak lupa kisah hidup dan surat wasiat asli dari Alfred Nobel, tokoh yang memprakarsai helatan tiap Desember ini, disajikan di area tersendiri di sudut museum.

IMG_5445

Naskah asli surat wasiat Alfred Nobel yang menjadi landasan dimulainya ajang Nobel Prize.

 

IMG_5465

Salah satu display temuan yang memenangkan hadiah Nobel Kedokteran dari Alexander Fleming: Penicillin, sang antibiotika pertama di dunia.

 

IMG_5428

Amphitheatre Nobel Museum.

Jangan lupa masuk ke amphitheater dan coba lihat jadwal show yang disajikan, siapa tahu ada siaran tentang tokoh yang kalian kagumi. Jangan khawatir, amphitheater ini begitu nyaman dengan penyinaran yang minim namun masih bisa dipakai untuk melihat lantai. Kita juga boleh keluar masuk seenaknya, asal jangan mengganggu pandangan penonton lain ke arah layar.

Kalau kalian datang sendiri, boleh coba ikuti tour guide yang muncul setiap 2 jam. Untuk jadwalnya bisa dikonsultasikan dengan bagian resepsionis.

Membawa anak-anak? Coba titipkan mereka di zona anak. Di sana ada wahana mewarnai, pembacaan cerita, permainan visuospasial, dan sebagainya. Lumayan menarik. Hanya saja, entah mengapa ketika saya datang, wahana anak ini ditutup. Mungkin karena tidak ada satu pun anak yang tengah terlihat di dalam museum?

IMG_9040

Salah satu sudut wahana bacaan anak di Nobel Museum.

 

IMG_9012

Salah satu quote inspiratif para tokoh dunia yang ditampilkan di dinding museum.

 

Setelah berkunjung jangan lupa berburu pernak-pernik di toko merchandise Nobel Museum. Tapi awas: Barangnya mahal-mahal! Satu gantungan kunci kecil yang berlogo Nobel Museum untuk tiap kategori saja, harganya mencapai SEK 50 (kira-kira setara dengan Rp 82.000). Belum lagi agenda, pensil, dan sebagainya; yang memang banderolnya tidak murah.

IMG_5407

Contoh pernak pernik di toko merchandise Nobel Museum. Maaf fotonya kabur karena saya agak takut digerebek petugas, hehehe…

 

Nobel Bistro

Lapar? Coba nikmati hidangan di Nobel Bistro. Restoran ini terletak persis dekat resepsionis pintu masuk, sehingga tak sulit ditemukan. Lagipula, restoran yang satu ini sering dijadikan alternatif untuk makan siang di daerah Gamla Stan, mengingat harganya yang tidak terlalu mahal (ketimbang kalau kita keluar dari museum dan cari makan di dekat-dekat sana).

Satu hidangan wajib kalian coba kalau main ke sini: Nobel Ice Cream. Ini adalah hidangan dessert terkenal yang selalu disajikan dalam perhelatan Nobel Prize setiap tahun di era 1976-1998. Es krim seharga SEK 85 ini tampaknya dibuat dengan rasa vanilla, plus irisan buah stroberi dan beberapa buah berry lainnya. Sampul koin berisi cokelat hitam juga turut menghiasi.

IMG_7315

Selesai makan, jangan ulangi kesalahan saya. Kalian harus membalik kursi yang kalian duduki, untuk mencari tahu siapa tokoh dunia pemenang Nobel Prize yang menandatangani bagian bawah kursi kalian! Ah, saya jadi menyesal sekali…

 

Nah, demikian bahasan saya soal Nobel Museum. Kalian berminat? Kalau begitu, jangan lupa masukkan Nobel Museum dalam¬†itinerary jika mengunjungi Stockholm ya…

[20150501]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s