Whiplash (2014)

Identitas Film

whiplash-poster

Censor rating: R
Duration: 107 minutes
Language: English
Release date: October 2014-January 2015
Genre: Drama, Music
IMDb rating: 8.5/10
Metacritic score: 88/100
Rotten Tomatoes Tomatometer: 94%
Director: Damien Chazelle
Casts: Miles Teller, J.K. Simmons, Paul Reiser, Nate Lang, Austin Stowell, Melissa Benoist

Sinopsis Official

A promising young drummer enrolls at a cut-throat music conservatory where his dreams of greatness are mentored by an instructor who will stop at nothing to realize a student’s potential.

Resensi

Menyandang peringkat 44 dalam 250 film terbaik IMDb sepanjang masa, tentu bukan prestasi main-main buat film yang tampilan luarnya begitu sederhana ini. Ya, film ini saya katakan sangat “membumi” dan tampak biasa saja. Cuma ada informasi singkat di tagline posternya, soal drummer dan pelatih yang keras; tanpa embel-embel bombastis, tanpa label “meraih Academy Award”. Bahkan saya pun tak sadar film ini pernah ada di bioskop Indonesia! Judulnya pun mengingatkan saya pada salah satu istilah medis bidang neurologi yang berhubungan dengan cedera kepala. Lalu apa urusannya dengan drum?

Itulah sejumlah hal yang membuat saya penasaran untuk menonton film ini. Meskipun cuma hasil torrent karena saya baru sadar dengan keberadaan film ini setelah Academy Awards 2015.

Andrew Nieman (Miles Teller) adalah mahasiswa tingkat pertama di sekolah musik Schaffer Observatory, yang sejak kecil berambisi menjadi drummer jazz handal. Tekadnya menaklukkan profesor killer di kampus, Terence Fletcher (J.K. Simmons) pun mulai ditunjukkan sejak menit awal film. Setelah melihat bakat Andrew, Fletcher mengajaknya berlatih bersama band jazz kampus binaannya. Ternyata suasana latihan amat mencekam dan Fletcher gemar “menyiksa” para mahasiswa, baik dengan kata-kata kasar, teriakan, maupun dengan (bumbu) fisik! Andrew yang tadinya hanya menjadi drummer cadangan bagi Carl Tanner (Nate Lang) pun mengalami insiden unik di kontes band jazz kampus yang justru membawa berkah baginya: Ia terpilih menjadi drummer utama, dan band kampusnya menang di lomba tersebut.

Namun aneh sekali kan kenapa cerita bahagia ini kok muncul di menit pertengahan? Ternyata dugaan saya keliru. Film yang hampir selalu memaksa penonton untuk adu jantung gara-gara irama jazz bercampur teriakan Fletcher ini pun semakin ke belakang malah semakin menunjukkan sisi badass-nya. Andrew yang memang dari sananya sudah tertutup dan sulit berteman, memutuskan pacarnya; kemudian semakin nekat dan semakin brutal menghadapi serangan fisik dan mental dari Fletcher. Hingga suatu kejadian di mana Fletcher dan Andrew baku hantam. Sehabis dari sini, kita pun dibawa menuju potongan-potongan klimaks film, dan ending yang amat membingungkan pun melengkapi akhir film ini!

Setelah nonton, banyak sekali hal yang rasanya mau saya sampaikan (ckckckck).

Satu: Film ini supergila dan dark abis! Tidak seperti 13 Sins yang menurut saya “sok dark tapi malah mengajarkan nilai-nilai negatif”dan ujungnya melempem, film ini dibiarkan berakhir dengan cara yang tidak kita duga; dan kita dipancing untuk berpendapat sendiri bagaimana kiranya cerita ini berakhir sesuai yang kita mau.

Dua: J.K. Simmons yang memenangkan Academy Award 2015 untuk Best Supporting Actor ini juga menyajikan pengalaman menyaksikan tokoh antagonis secara berbeda. Alih-alih berharap dia bertobat dari ekspresi atas perbendaharaan kata-kata makiannya yang sudah segunung itu, kita malah dibuat bersorak dalam hati setiap kali dia mengungkapkan kemarahannya. Malah adrenalin kita yang naik begitu melihat si antagonis ini beraksi. Meskipun tak jarang aksi aktor mantan pemeran bos Peter Parker (Spiderman) ini malah membuat kita tak habis pikir, “Jadi guru aja belagu banget!” atau “Gila dah, guru kayak begini tuh ada aja ya di mana-mana!”.

Tiga: Berhubung di Academy Awards 2015 film ini bersaing dengan Boyhood (2014), saya harus mengatakan: Film ini jauh-jauh lebih istimewa. Bukan bermaksud tidak menghargai Boyhood; tapi bagi saya Boyhood hanya menonjolkan usaha Richard Linklater membangun film dan memelihara alur alamiah yang diciptakan seluruh tokoh di dalamnya selama 12 tahun; tidak lebih. Meskipun Whiplash yang hanya disyuting selama 19 hari, film ini sudah memberikan tempo cerita tinggi sejak awal film. Tidak pakai basa-basi. Mau tak mau kita mengakui bahwa kadang kita terkaget-kaget mendengar omongan Fletcher yang sering tak terduga, atau sekadar aksi-aksi Andrew yang tengah menyendiri. Karakter Andrew juga tampil amat kontras ketimbang Mason di Boyhood: Motivasi Andrew ini luar biasa besar dan bisa bikin penonton malu sendiri! Ketika keduanya dipadukan, timbullah rasa penasaran yang bahkan membuat saya tidak rela “mengintip” informasi tentang bagaimana akhir cerita film ini sebelum nonton.

Dan terakhir, empat: Mau cari film yang inspiratif dengan nilai-nilai positif? Tenang saja, kalian tidak bakal dapatkan itu di film ini! Tapi kalau kalian ingin melihat sisi berbeda dari passion seseorang, film ini patut diperhitungkan sebagai salah satu yang wajib tonton.

Oh ya, satu lagi, lima: Menurut kalian, apa yang terjadi dengan Andrew dan Fletcher setelah cerita ini berakhir? Silakan jawab sendiri ya…

 

My ratings

  • Story 9/10
  • Graphic 8/10
  • Audience grasp 10/10
  • Tagline association 9/10
  • Moral value 8/10
  • Personal IMDb rating 9/10
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s