Review: Hotel Santika Pontianak

Pontianak sebagai salah satu kota yang masih terus berkembang, kini sudah memiliki banyak hotel baik hotel lama maupun baru. Salah satu hotel yang tampaknya berada di tengah-tengah status lama dan baru ini, adalah Hotel Santika Pontianak. Terletak di Jalan Diponegoro, hotel ini memiliki posisi cukup strategis, plus nama besar grup Santika yang tentu saja menjanjikan pengalaman menginap yang berkesan.

Berikut saya bahas pengalaman waktu menginap di sini, baru-baru ini.

Pintu masuk dan Resepsionis

Kendati lokasinya amat strategis dan cukup 2 menit berkendara untuk mencapai jalan-jalan protokol seperti Jalan Tanjungpura dan Jalan Gajahmada, hotel ini punya pintu akses masuk dan lapangan parkir yang bisa dibilang ganjil.

Akses pintu masuk terletak amat keluar ke tepi jalan, dengan batas seadanya. Yang cukup ganjil juga adalah pintu masuk ini hanya semata-mata untuk masuk, tidak ada resepsionisnya di sana; karena resepsionis justru berada di lantai 3. Lapangan parkir juga setali tiga uang, bersempit-sempitan bersama lapangan parkir sebuah pertokoan.

Ternyata setelah diselidiki… Bangunan (plus lapangan parkir) Hotel Santika Pontianak ini menyantol di belakangnya Khatulistiwa Plaza, sebuah pertokoan bersejarah di kota Pontianak. Hm…

Kita lanjut ke resepsionis. Resepsionis hotel ini berada di lantai 3. Kita harus naik lift terlebih dahulu untuk mencapai resepsionis. Di sebelah resepsionis ada meja yang menyediakan teh dan wedang jahe untuk tamu yang baru datang untuk check-in.

Lokasi Kamar

Kamar di Hotel Santika terdapat di lantai 3 (selantai dengan resepsionis) dan lantai 5 (tidak ada lantai 4 di sini). Untuk mengakses kamar tertentu yang letaknya dekat pompa, kita juga bisa menggunakan jalan pintas yang terhubung dengan lift khusus yang langsung menuju ke tempat parkir tanpa melewati lobby hotel. Sebagai tambahan ada juga fasilitas kolam renang dan gym namun saya tidak sempat mengecek bagaimana tampilan dan suasananya.

Kamar yang saya dapat kebetulan posisinya paling ujung. Nomornya 356. Kamar ini memiliki 1 bed ukuran Queen. Suasana di dalam kamarnya kira-kira seperti ini.

File_004 File_003 File_001

Mungkin sekadar informasi saja: Hotel ini tidak membedakan kamar smoking dan non-smoking. Kalau tadinya suatu kamar hotel dipakai oleh tamu yang merokok, maka petugas room cleaning akan memasang aromaterapi dan membiarkannya selama sekitar 4-6 jam; dan, voila: Kamar ini disulap jadi kamar non-smoking.

Kamar ini dilengkapi sebuah televisi (yang tidak pernah saya operasikan, jadi tidak tahu berfungsikah atau tidak); empat botol air mineral, set minuman seduh, dan tentu saja, wi-fi. Entah karena posisi kamar yang terlalu terpencil ataukah sinyal internet memang jelek, koneksi wi-fi ini tidak stabil dan sering sekali terputus tiba-tiba.

Kebetulan, pintu kamar yang saya dapat juga bermasalah untuk sistem pengamannya.

File_006

Satu hal yang patut mendapat garis bawah ekstratebal di hotel ini adalah masalah stabilitas listrik di Pontianak, yang terkenal sudah kurang baik sejak lebih lebih dari 15 tahun terakhir. Setiap malam sekitar pukul 22 hotel ini nyaris selalu mengalami padam listrik dan butuh waktu sekitar 10-15 detik untuk menyala kembali dengan bantuan genset.

File_005

Toilet dan kamar mandi

Toilet di kamar hotel ini menggunakan sistem duduk dan sistem bersih-bersihnya juga lengkap. Peralatan mandi juga tersedia. Sistem pancuran mandi yang digunakan adalah sistem tuas putar yang tidak dilengkapi pancuran.

File_007

File_000

Keluhan yang terasa bagi saya adalah lantai kamar mandi yang banyak kelupasan cat di sudut-sudutnya. Tong sampah di kamar mandi, juga agak jarang dibersihkan oleh petugas room cleaning. Selain itu, penggantian handuk juga tidak dicek teliti karena sering handuk pengganti justru lebih kotor daripada handuk sebelumnya. Saya sempat sekali mendapatkan handuk pengganti dengan bercak darah kering, dan sekali lagi mendapatkan handuk pengganti dengan warna kekuningan dan agak berbau.

Restoran

Restoran terletak persis di sebelah resepsionis, dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan daya tampung tidak banyak. Berbeda dengan hotel-hotel Santika lain yang pernah saya nikmati sendiri restorannya, restoran ini terkesan “sering ditinggal-tinggal”. Beda jauh sekali dengan Santika Pandegiling Surabaya, misalnya; yang penjaganya begitu aktif mengisikan minuman pembuka dan mengambil piring kosong dari tamu yang baru selesai makan.

Misalnya saja, ketika dua dari tiga kendi jus habis sampai kosong, tidak ada petugas yang datang untuk mengisi ulang kendi tersebut. Atau yang sederhana, counter telur (yang demikian mini) juga sering kosong tidak ada penjaganya. Penjaga juga terkesan tidak peduli kalau restoran sudah penuh di jam puncak makan pagi (sekitar pukul 7.30-8.30 WIB).

Penutup

Tapi satu hal yang sedikit mengobati kekecewaan saya: Staf di sini umumnya ramah, cepat bertindak, dan mau menerima kritikan. Bahkan ketika saya check-out, mereka menanyakan keluhan apa saja yang saya alami. Jujur saja setelah menginap di sekian hotel, baru kali ini saya mendengar ada staf resepsionis yang menanyakan hal itu dan menjanjikan akan mendiskusikan hal ini dalam rapat mingguan staf. Semoga saja benar begitu, karena menurut saya, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan dalam pelayanan hotel ini.

Baca juga: [My Personal Review TripAdvisor]

Akhir kata, semoga ke depannya ada perbaikan dari segi layanan maupun fasilitas di hotel yang satu ini!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s