The Seventh Seal (1957)

Identitas Film

detsjundeinseglet2

Censor rating: Not rated
Original title: Det Sjunde Inseglet
Duration: 96 minutes
Language: Swedish
Release date: October 13, 1958 (USA), February 16, 1957 (Sweden)
Genre: Drama, Fantasy
IMDb rating: 8.2/10 (IMDb top 250 ranking 133)
Rotten Tomatoes Tomatometer: 92%
Director: Ingmar Bergman
Casts: Gunnar Björnstrand, Max von Sydow, Bengt Ekerot, Nils Poppe, Bibi Andersson, Bertil Anderberg

Sinopsis Official

A man seeks answers about life, death, and the existence of God as he plays chess against Death during the Black Plague.

Resensi

Satu lagi film noir klasik yang bisa dibilang amat mengesankan. Betapa tidak, film ini konon berhasil menggambarkan Kematian (Death) dengan sangat simbolik. Meskipun lekat dengan kesan balutan dark fantasy, tema yang dimuat ternyata amat membumi dan sederhana. Tapi cara penyampaiannya inilah yang melekatkan film ini demikian mantap di memori para penontonnya.

Det Sjunde Inseglet alias The Seventh Seal; menggambarkan suasana bagaimana pes membunuh penduduk demikian hebat di Eropa, di sekitar abad ke-14. Bagaimana rasanya jika awan kematian menggantung di mana-mana dan seolah siap menerkam kapan saja. Di sinilah kisah Antonius Block (Max von Sydow), sang ksatria muda yang ingin tahu tentang filosofi dasar hidupnya, bermula; tepatnya pada saat ia dipertemukan dengan Death alias Kematian (Bengt Ekerot) dengan dandanan seramnya yang khas. Mereka memulai sebuah permainan catur, di mana Death menawarkan kematian kepada Block apabila Death bisa memenangkan permainan catur ini. Block tentu berharap bisa menang, namun pertandingan ini dilakukan sepotong-sepotong karena Death yang kerap hilang timbul dari adegan.

Di perjalanan film, kita bisa melihat sejumlah karakter yang mendampingi perjalanan sang ksatria dalam mencoba menggali makna kehidupan lewat caranya sendiri. Berkali-kali pula sang ksatria berhadapan dengan Death dengan cara tak terduga. Sampai akhirnya, film tiba pada titik di mana seluruh ending dapat dengan mudah ditebak: Sekitar 15-20 menit terakhir. Mampukah Antonius Block memenangkan pertandingan catur kehidupan ini?

Intisari tema yang mau disampaikan sebetulnya sangat sederhana: Kematian bisa datang kapan saja, terlepas dari apa jenis kepercayaan yang dianut manusia. Kematian adalah sesuatu yang pasti akan datang, hanya saja kita tidak tahu kapan ia akan tiba. Namun, cara Ingmar Bergman, sutradara andal asal Swedia ini, menyampaikan tema tersebut dalam gambaran visual, bisa dikatakan sangat menarik.

Poster Det Sjunde Inseglet versi Swedia. Ilustrasi tepat sasaran yang cerdas.

Poster Det Sjunde Inseglet yang beredar secara lokal di Swedia. Ilustrasi tepat sasaran yang cerdas.

 

Memang film ini sarat ungkapan puitis dan erat dikaitkan dengan agama; namun jelas ini tak mengurangi daya pencipta rasa penasaran darinya. Memang ada adegan yang boleh jadi dirasa tidak penting, namun perlahan kita akan sadar apa peran dari tiap adegan itu dan mengapa mereka harus ada. Boleh jadi kita dibuat terbingung-bingung dalam 60 menit pertama yang penyajiannya setengah abstrak plus begitu divergen, namun 36 menit berikutnya semua semakin jelas, konvergen; perlahan-lahan. Dan dengan satu sentakan yang disajikan di akhir film, cukup membuat kita termenung dan berpikir (serius :D).

Meskipun bahasa pengantarnya bukan bahasa Inggris, film ini sudah menyediakan banyak subtitle Inggris yang bisa dicari di berbagai website. Jadi, soal bahasa tentu bukan kendala menikmati film hitam putih yang juga menjadi salah satu penanda sukses dalam karir Max von Sydow (b. 1929) yang sangat panjang, dan di sisi lain juga penanda sukses dalam karir Bengt Ekerot yang, ironisnya, berakhir di awal dekade 1970-an.

Jadi, kalian tengah mencari film klasik yang tak usang dimakan waktu? Coba film ini. Dijamin tidak menyesal. Dan dengan menyaksikan film ini, kalian bakal lebih menghargai hidup yang tengah kalian jalani saat ini.

My ratings

  • Story 9/10
  • Graphic 6/10
  • Audience grasp 7/10
  • Tagline association 8/10
  • Moral value 9/10
  • Personal IMDb rating 8/10
Advertisements

2 thoughts on “The Seventh Seal (1957)

  1. Sudah mencoba Trilogy of Faith-nya Bergman? Salah satu film ttg iman paling keren yg dibuat oleh sutradara atheist (setara dg Decalog-nya Kieślowski)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s