Naik Taksi di Malang

Malang: Kota di Jawa Timur yang terkenal dengan cemilan buah-buahan keringnya ini tak hanya memiliki ragam kebudayaan yang unik dan lokasi wisata menarik, namun juga menawarkan pengalaman naik taksi yang agak unik jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Pulau Jawa. Armada taksi utama di Malang yang saya ketahui ada beberapa, yaitu Argo Perdana, Mandala Argo, dan Citra.

Nah, apa yang bikin pengalaman naik taksi di Malang berbeda?

Catatan: Saya hanya mendapat kesempatan menggunakan taksi Argo Perdana karena kebetulan hanya taksi inilah yang sempat saya catat nomor teleponnya, oleh sebab suatu dan lain hal. Saya tidak dibayar sepeserpun dari Argo Perdana terkait tulisan ini.
thumb_IMG_9258_1024 2

Tulisan peringatan yang ada di dalam taksi Argo Perdana. Lah kalau penumpangnya takut dingin??

 

thumb_IMG_9272_1024 2

Perincian harga tarif taksi kota Malang. Tarif ini berlaku di tahun 2015, untuk seluruh armada taksi yang ada. Kalau susah ngeliatnya, ini bacaannya: Buka pintu Rp 5.000, Rp 3.600 per kilometer, tarif tunggu Rp 36.000/jam, dan tarif minimal (nah ini) Rp 30.000. Maaf fotonya jelek lantaran taksinya sambil jalan.

Alasan #1: Apapun yang terjadi, tarif minimal Rp 30.000

Ah, bukannya semua taksi ada tarif minimal?

Bukan itu yang saya maksud. Tarif taksi di Malang ini tidak melulu mengikuti argometer. Karena ada aturan tarif minimal Rp 30.000. Jadi, seandainya argometer taksi yang kita naiki tidak mencapai angka Rp 30.000, mau tak mau kita juga harus membayar Rp 30.000. Sedangkan kalau lebih, ya bayarnya seperti biasa.

Dan anehnya lagi, tidak seperti di Jakarta yang baru mengenakan skema tarif minimal kalau kita memesan taksi lewat telepon; tarif minimal ala Malang ini dikenakan pukul rata, alias tetap dikenakan meskipun kita mengambil taksi dari tengah jalan atau dari hotel.

Dan satu lagi. Tarif ini berlaku buat semua jenis taksi yang beroperasi di Malang.

Dengan kata lain: Apapun yang terjadi, tarif minimal naik taksi sekali jalan di Malang adalah Rp 30.000. Titik.

Alasan #2. Taksinya bagus, mobilnya baru

Beberapa kali saya mendapatkan tipe mobil yang cukup baru ketika menjajal taksi di Malang. Memang tidak mewah sih, tapi yang jelas, taksinya benar-benar baru. Sekali waktu saya mendapatkan taksi Hyundai (tidak ingat spesifikasinya, yang jelas bentuknya MPV). Waktu saya tanyai sopirnya, ternyata armada yang satu ini (Argo Perdana) sedang sibuk meremajakan taksi-taksi yang beroperasi di Malang, lantaran sudah banyak yang tua-tua. Hm…

Sayang saya tidak sempat mengambil foto taksinya.

Alasan #3: “Mogok” di Sabtu sore

Berhubung jalan protokol utama di kota Malang selalu penuh sesak dengan orang-orang yang akan menuju ke Surabaya di hari Sabtu sore hingga malam, tak heran jika kita bakal sangat kesulitan mendapatkan taksi di saat-saat tersebut. Menunggu sampai berjam-jam pun belum tentu ada hasilnya. Saya malah pernah mencoba memanggil taksi di Sabtu sore, dan hasilnya: Sopir taksi setuju jika saya bersedia membayar Rp 85.000. Agak edan kedengarannya.

Jadi, kalau kalian ingin keluyuran di kota Malang dengan menggunakan taksi di hari Sabtu, hindari pulang di sekitar pukul 16-20 WIB. Ada baiknya menunggu, atau mempersiapkan jalur pulang alternatif yang tidak melewati jalan-jalan protokol/utama.

Alasan #4: Cepat sekali datangnya

Sistem pemanggilan taksi di Malang bisa dibilang sudah baik. Bahkan saya penasaran apakah jangan-jangan sistem pemanggilan mereka sudah lebih baik daripada Jakarta. Bayangkan, saat ini kita menelepon armada taksi, dalam tak sampai sepuluh menit, taksi pesanan kita sudah muncul.

Barangkali, kondisi Malang yang tidak seruwet dan sebesar Jakarta menolong dalam kasus ini. Tapi saya setuju kalau pelayanan panggilan taksi di Malang ini sudah patut diberi jempol.

Alasan #5: Cetak tagihan

Meskipun ada sistem tarif minimal yang membuat bon taksi tidak terlalu berguna, umumnya taksi baru di Malang sudah dilengkapi dengan fasilitas cetak tagihan. Sopir-sopir di Malang biasanya menawarkan kita untuk mengambil cetakan tagihan atas tumpangan kita barusan meskipun kita tidak memintanya. Apa jangan-jangan karena tulisan di kertas tagihannya lebih kecil daripada Rp 30.000?

thumb_IMG_9281_1024 2

Waktu saya sampai di tujuan, argometer menunjukkan Rp 15.800 (angka belakang tidak terfoto karena display-nya berkedap-kedip). Kalau sudah begini, tetap saja bayarnya Rp 30.000, meskipun struknya menunjukkan angka Rp 15.800.

Itu kira-kira pengalaman saya naik taksi di Malang. Mungkin ada yang ingin menambahkan?

Advertisements

8 thoughts on “Naik Taksi di Malang

  1. Kalo hujan juga susah banget dapat taksi. Hari minggu juga susah..Sabtu susah selain krn arus liburan krn wisuda juga krn banyak PT menggelar acara wisuda. Saya hampir tiap hari memanfaatkan jasa taksi. Sekarang ini lagi nunggu ga jelas krn hujan dan ga ada satupun nomer taksi yg bisa dihub. Pernah bbp kali ngobrol sama driver taksi knp kok ga nambah armada kalo sering kosong kek gini. Jawabannya: krn di hari2 biasa (g sabtu minggu dan g hujan) taksi malah banyak yg nganggur..Hadeh..susyeeeh

    Like

  2. Mengecewakan masa tetep kudu byr 30rb. Hrs ber4. Lebih dr itu tambah 10rb.
    Coba ada uber, grab or sebagainya.. Gak ribet nyarinya hahaaha

    Like

  3. Saya akan berbagi pengalaman …saat perjalanan dari mataram ke malang ..singkatnya saat sampai di terminal arjosari ..pinginnya cepat sampai di rumah …langsung saja saya samperin tempat mangkalnya taksi …” saya ..bang ada taksi
    ” sopir : ada mas …mau kemana ?
    “Saya : ke kepanjen mas .
    “Sopir : biasa mas 150 rb
    ” saya : 135 rb ya
    ” sopir : ngak bisa mas ,itu udah umum
    Langsung aja saya sanggupi …setelah di tunjukan armadanya ..saya kaget …dalam hati ..unit kayak gini kok masih layak ya jalan …
    Dalam hati ..ah udah terlanjur …setelah naik ..saya bilang
    “Saya : pak panas nih ..acnya pak
    Begitu ac di nyalakan ..langsung tuh mobil ngadat ….mau mogok
    Dalam hati …wah benar …benar nih apes
    “Saya : pak unit kayak gini kok ngak dilelang aja …kan tahunnya udah tua …
    “Sopir : terdiam

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s