Pawn Sacrifice (2015)

Identitas Film

pawnsacrificelarge

Censor rating: PG-13
Duration: 115 minutes
Language: English, Russian
Release date: September 25, 2015
Genre: Biography, drama
IMDb rating: 7.1/10
Metacritic Score: 65/100
Rotten Tomatoes Tomatometer: 70%
Director: Edward Zwick
Casts: Tobey Maguire, Liev Schreiber, Peter Sarsgaard, Lily Rabe

Sinopsis Official

Set during the Cold War, American chess prodigy Bobby Fischer finds himself caught between two superpowers and his own struggles as he challenges the Soviet Empire.

Resensi

Sejarah adalah salah satu aspek yang menarik ketika diadaptasi menjadi film. Termasuk sejarah tentang hubungan Amerika Serikat dan Uni Soviet, yang terkenal cukup tegang di era 1950-an hingga 1980-an. Pawn Sacrifice mengangkat sejarah ini lewat biografi Bobby Fischer (Tobey Maguire), yang merupakan pecatur Amerika Serikat ternama yang sudah meroket sejak kecil. Di tahun 1972, puncak euforia negara-negara adidaya ini pun tiba: Berhasilkah Fischer merebut juara dunia catur dari tangan Boris Spassky (Liev Schreiber)?

Terlepas dari fakta bahwa kita semua bisa meng-Googling hasil perebutan juara dunia catur antara Fischer dan Spassky itu, saya tetap penasaran bagaimanakah Fischer yang dikenal antisosial dan anti-Yahudi ini diadaptasikan dalam bentuk film. Sejauh mana film ini menyentuh aspek biografi Fischer, dan sejauh mana sisi politik ditampilkan… Itu semua yang agaknya membuat penasaran.

Di bagian awal film, diperlihatkan bagaimana Fischer kecil hidup di keluarga Yahudi yang diperlihatkan kurang harmonis dan sering terlibat urusan politik, sehingga timbullah kesan bahwa keluarga mereka kerap dikejar-kejar oleh pihak berwajib; sehingga Fischer berkembang menjadi anak yang tertutup, tidak mau bergaul, dan tahan berlama-lama berurusan dengan papan catur. Karena itulah Fischer mulai menunjukkan kehebatannya di bidang catur. Sampai suatu hari, ia dipertemukan dengan Carmine Nigro (Conrad Pla) yang kemudian menjadi pelatih caturnya. Carmine dengan mudah mengalahkan Fischer namun menyebut Fischer berbakat.

Bagi kalian yang pernah membaca atau tahu tentang Game of The Century, di mana Fischer yang baru berusia 14 tahun berhasil mengalahkan Byrne dengan langkah-langkah tak terduga dan banyak mengutilisasikan pion, siap-siap kecewa. Di film ini, Game of The Century yang terjadi di tahun 1957 itu tidak mendapat sorotan spesial. Hanya sepintas sebagai perjalanan awal dari karir Fischer. Juga beberapa laga lain yang dilakoni Fischer di awal dekade 1960-an, tidak terlalu dikupas tuntas. Yang lebih ditonjolkan, sesuai dugaan saya, adalah fokus Fischer mengalahkan pecatur-pecatur kenamaan dari belahan dunia Timur. Siapa lagi kalau bukan pecatur-pecatur Uni Soviet. Nah, cerita yang dibahas dalam film ini difokuskan ke bidang ini saja.

Selanjutnya ditunjukkan bagaimana perilaku Fischer selama akhir dekade 1960-an dan awal 1970-an yang digambarkan begitu negatif dan amat mengesankan aura sombong (menurut saya, Tobey Maguire agak aneh kalau memerankan karakter yang gayanya seperti ini). Di sisi lain, Fischer digambarkan memiliki ciri psikotik, punya pikiran bahwa dirinya-lah pecatur terhebat di muka bumi, dan sering mendapat halusinasi. Di sisi lain, sosok Boris Spassky, yang diperankan Liev Schreiber (yang menurut saya memang tampangnya sudah ter-cap antagonis), digambarkan begitu antagonis dan lebih mirip mafia ketimbang pemain catur.

Puncak cerita film ini adalah laga di tahun 1972, yang sempat membuat perhatian negara blok barat dan timur terpusat pada catur. Menilik dari sejarah, penggambaran laga pertama hingga kelima dari 25 pertandingan, dibuat cukup akurat, lengkap dengan plot-plot taktik yang digunakan Fischer dan Spassky (entah keluhan mereka itu pura-pura atau betulan?). Namun di laga keenam, yang difokuskan pada titik balik salah satu pemain dalam mengalahkan lawannya, dilukiskan begitu dominan. Dan bisa dianggap, begitu laga ini selesai, “tali kekang” film langsung lepas seketika dan periode klimaks pun berlalu dengan cepat, padahal masih ada sembilan belas laga lainnya.

Dapat saya katakan, bahwa penggambaran biografikal atas Bobby Fischer ini sarat muatan politik. Mirip Argo, kalau kalian ingat. Sehingga, menurut saya film ini kurang layak kalau mau dianggap sebagai representasi biografi yang tepat untuk Fischer. Fischer sendiri, yang kemudian mengasingkan diri ke Islandia, masih mengidap gangguan kejiwaan, dan aktif dalam propaganda anti-Yahudi (rasnya sendiri, padahal); tidak lagi digambarkan nasibnya ketika film berakhir. Untunglah, ketiadaan gambaran ini tertutupi sedikit dengan adanya penjelasan teks mengenai “eventual fate” dari Fischer.

Film ini jelas bukan rekomendasi utama kalau ingin melihat potensi maksimal dari akting Maguire ataupun Schreiber. Namun jika penasaran seperti apa politik dimuat ke dalam film di balik papan catur, silakan dicoba.

My ratings

  • Story 6/10
  • Graphic 6/10
  • Audience grasp 5/10
  • Tagline association 7/10
  • Moral value 5/10
  • Personal IMDb rating 5/10
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s