The Walk (2015)

Identitas Film

the-walk-2015-poster-coming-soom

Censor rating: PG
Duration: 123 minutes
Language: French, English
Release date: October 9, 2015
Genre: Drama, Biography, Adventure
IMDb rating: 7.5/10
Metacritic Score: 70/100
Rotten Tomatoes Tomatometer: 85%
Director: Robert Zemeckis
Casts: Joseph Gordon-Levitt, Charlotte Le Bon, Cesar Domboy, Clement Sibony, James Badge Dale, Ben Kingsley

Sinopsis Official

In 1974, high-wire artist Philippe Petit recruits a team of people to help him realize his dream: to walk the immense void between the World Trade Center towers.

Resensi

The Walk. Judulnya sederhana, namun filmnya bisa dibilang cukup bagus, kalau bukan luar biasa. Film petualangan biografik yang konon versi 3D-nya banyak mengundang muntahan dari penonton yang takut ketinggian ini, menggambarkan kisah nyata di era 1970-an. Baik dari sisi seorang high-wire artist asal Prancis, Philippe Petit, ataupun dari sisi gedung kembar World Trade Center di New York (yang sekarang hanya tinggal kenangan).

Penggambaran cerita biografi ini cukup runut dan tidak membingungkan. Alur yang dipilih adalah alur maju, meskipun ada flashback sedikit di bagian awal film.

Dijelaskan sangat baik dalam film ini, bagaimana awalnya Philippe (Joseph Gordon-Levitt) tertarik pada high-wire, bagaimana dia berlatih, bagaimana dia berkarir sebagai seniman jalanan, hingga soal impiannya menaklukkan World Trade Center di New York (yang waktu itu belum selesai dibangun). Hingga suatu hari ketika ia kabur dari rumah ke Paris, dan bertemu dengan Annie (Charlotte Le Bon) yang tak lain adalah musisi jalanan yang beroperasi di Paris. Kepada Annie, Philippe menjelaskan impiannya menaklukkan World Trade Center, dan di sinilah perekrutan dan pembentukan tim yang sebenarnya dimulai.

Cerita berlanjut silih berganti tentang kegigihan Philippe menyempurnakan pengetahuannya soal keamanan high-wire action, serta usahanya dalam mengumpulkan pasukan untuk menaklukkan bangunan tertinggi di New York ini secara ilegal. Meskipun ada beberapa ketidakakuratan rincian cerita dengan kisah aslinya, hal itu tidak mengurangi keseruan alur film. Penonton dibuat tak ingin meninggalkan kursi barang sebentar pun, ketika adegan Philippe menjadi penyusup di gedung WTC ini dibeberkan satu per satu. Tidak lupa dimasukkan pula sedikit bumbu komedi, sehingga cerita tak melulu menegangkan.

Tak terasa, film kemudian tiba di 30 menit terakhir yang bagi banyak orang (khususnya yang takut ketinggian) dirasakan mendebarkan dan bikin merinding. Diperlihatkan bagaimana aksi Philippe yang tadinya hanya merencanakan perjalanan bolak balik dari menara Selatan ke Utara, dan kembali ke Selatan; ternyata berubah total. Alasannya sederhana: Sudah terlalu banyak polisi di kedua menara! Di 30 menit terakhir inilah kalian bisa menyaksikan aksi-aksi akrobatik yang susah dibayangkan, tapi benar terjadi sesuai dengan kenyataan. Bisa dilihat, aksi apa saja yang dilakukan Philippe, di beberapa video trailer atau still pictures di Google. Menonton versi dua dimensinya saja sudah cukup mendatangkan kepanikan buat para acrophobics, apalagi tiga dimensi. Perihal film versi tiga dimensinya ini bahkan sempat jadi kontroversi karena banyak penonton IMAX yang termuntah-muntah.

Akting Gordon-Levitt patut diberi pujian. Bisa dibayangkan bagaimana usaha aktor pemeran Arthur di film Inception ini untuk menguasai tightrope-walking. Konon, ia berguru langsung dengan Philippe Petit asli untuk perannya di film ini. Dan hasilnya bisa dilihat, begitu keren! Belum lagi soal bahasa dan aksen Prancis yang juga harus dikuasainya. Luar biasa deh pokoknya. Sementara pemeran-pemeran lainnya yang menjadi accomplices Philippe juga punya peran tak kalah penting dan turut mewarnai petualangan yang kabarnya turut mempopulerkan WTC di tahun-tahun awal berdirinya ini.

Cuma yang agak mengganjal adalah bagian ending. Sama sekali tidak diceritakan apa yang dilakukan Philippe sesudah aksi WTC ini. Sehingga kalau kita penasaran dengan nasib Philippe selanjutnya; kita harus mencari tahu sendiri di luar film ini. Barangkali film ini sengaja dibuat hanya agar penonton terfokus pada aksi WTC Philippe, bukan biografi Philippe secara umum? Saya juga kurang paham alasan bagian ini dihilangkan…

Kelemahan lainnya adalah adanya beberapa inakurasi data, seperti alasan mengapa Philippe akhirnya menyerah ke polisi-polisi yang menghadangnya di menara Selatan, dan perihal elevator (untuk detailnya apa, tidak saya jelaskan di sini ya, nanti spoiler).

Yang pasti, film ini sangat recommended, apalagi kalau buat uji keberanian terhadap ketinggian.

 

My ratings

  • Story 8/10
  • Graphic 8/10
  • Audience grasp 7/10
  • Tagline association 8/10
  • Moral value 9/10
  • Personal IMDb rating 7/10
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s