Fight Club (1999)

Identitas Film

fightclub poster

Censor rating: R
Duration: 139 minutes
Language: English
Release date: October 15, 1999
Genre: Action, Drama
IMDb rating: 8.9/10 (IMDb top 250, #10)
Metacritic Score: 66/100
Rotten Tomatoes Tomatometer: 79%
Director: David Fincher
Casts: Brad Pitt, Edward Norton, Helena Bonham Carter, Meat Loaf Aday, Zach Grenier, Richmond Arquette

Sinopsis Official

An insomniac office worker, looking for a way to change his life, crosses paths with a devil-may-care soap maker, forming an underground fight club that evolves into something much, much more…

Resensi

Film ini sudah ada 16 tahun yang lalu. Tapi saya baru menontonnya belum lama ini. Mau tahu alasan mengapa saya tertarik? Sederhana saja, gara-gara cerita lawak dari Brendan vs Robert yang heboh di Facebook belakangan ini (ceritanya bisa dicek di sini). Mungkin alasan saya konyol, tetapi setelah saya menontonnya, jelas film ini sama sekali bukan film konyol.

Fight Club, mengambil topik yang agak terlalu modern di zamannya, yaitu gang perkelahian bawah tanah yang beroperasi hanya di malam hari. Alkisah seorang karyawan biasa (Edward Norton) dari perusahaan otomotif yang selalu sulit tidur namun terobsesi dengan perabotan rumah Ikea untuk mengisi apartemen barunya, menemukan pemenuhan jiwa ketika menghadiri pertemuan pasien-pasien kanker. Di sana ia bertemu “penipu” lain yang juga gemar menghadiri kegiatan gathering ini, Marla Singer (Helena Bonham Carter). Keduanya mulai menjalin hubungan yang naik turun. Suatu ketika, apartemen si orang biasa ini meledak dan membiarkan dirinya yang baru pulang dari perjalanan dinas, jadi gelandangan. Di situlah ia menghubungi pria misterius bernama Tyler Durden (Brad Pitt), yang baru saja dikenalnya di perjalanan pesawat terakhir. Tyler adalah seorang pengusaha sabun yang mengaku suka membuat bom. Sejak itulah mereka mengembangkan hobi berkelahi dan memukul orang lain, hingga akhirnya mereka mendirikan klub beranteman yang bernama Fight Club.

Ternyata, seiring perjalanan cerita, Fight Club bukan sekadar klub berkelahi, yang selalu merekrut pria demi pria, hari demi hari, minggu demi minggu. Masalah yang terjadi sudah lebih parah dari itu. Seolah ada praktik cuci otak di dalamnya, yang entah bagaimana, tak dipahami oleh si karakter Edward Norton. Ketika akhirnya salah seorang sahabatnya (Meat Loaf Aday) tewas didor polisi, dan ketika karakter Edward Norton mulai berpikir bahwa Tyler adalah orang yang meledakkan apartemen dan merusak seluruh perabot Ikea-nya, kekacauan mulai terjadi dan di sinilah cerita mencapai klimaks. Apa yang terjadi selanjutnya? Coba tonton sendiri 😀

Film ini adalah hasil adaptasi novel karya Chuck Palahniuk, yang diberi judul sama. Untuk ukuran cerita yang dipublikasikan di tahun 1996, tema body dysmorphic (ups, spoiler!) dan sejenisnya bisa dibilang revolusioner. Pendekatan semacam ini mengingatkan sedikit pada film A Beautiful Mind (2001). Ditambah bahwa, tema film diangkat dengan membawa nuansa perkelahian dan kekerasan yang amat kental, tak heranlah kita jika film ini mendapat rating R untuk klasifikasi penontonnya; dan tak lulus sensor di banyak negara. Jangan lupakan bumbu pemikiran antisosial, perilaku seks bebas, kekerasan di kantor, dan sebagainya yang kerap mewarnai isi film. Sedikit banyak, pendekatan semacam ini membuat film ini memiliki kemiripan dengan Wolf of the Wall Street (2013). Pendekatan karakter Edward Norton yang tanpa nama, tampaknya juga merupakan gebrakan tersendiri di eranya.

Soal adaptasinya sendiri, antara buku dan film pasti ada sedikit perbedaan. Namun tampaknya (karena saya belum membaca novel aslinya), perbedaan paling signifikan adalah dari aspek ending cerita. Akhir cerita di buku disebutkan sebagai ending terbuka yang cenderung negatif, sedangkan di film kita bisa melihat jelas bahwa ending agak setengah dipaksakan happy ending. Mungkin pertimbangan untuk mengubah ending cerita dalam adaptasi ditujukan untuk menarik perhatian penonton?

Film ini adalah salah satu film action yang kurang direkomendasikan dari segi moral, tapi direkomendasikan jika kalian penasaran mengapa film ini bisa menduduki ranking 10 dalam 250 film terbaik sepanjang masa menurut IMDb. Dan sebagai penutup, jika Brendan di kisah konyol Brendan vs Robert memberi rating film ini dengan 5/7, anehnya saya setuju dengannya. Dan saya mengonversikannya menjadi 7/10 sebagai nilai yang paling mendekati.

 

My ratings

  • Story 8/10
  • Graphic 6/10
  • Audience grasp 8/10
  • Tagline association 8/10
  • Moral value 4/10
  • Personal IMDb rating 7/10
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s