XV – The Devil

Keinginan adalah udara.

Begitu kita mendapatkannya, kita merasa begitu lega dan saking leganya, kita bisa terbang ke udara bebas.

Kedua kali kita mendapatkannya, kita masih merasa lega namun sensasi terbangnya tak seindah kali pertama.

Ketiga kalinya, keempat kalinya, dan seterusnya; lama-lama kita menjadi tak lagi menginginkannya dan menginginkan yang lain. Padahal sudah rahasia umum bahwa oksigen bisa merusak jika masuk ke tubuh kita terlalu banyak. Tapi nyatanya kita masih menghirup udara, dan harus yang beroksigen. Tetap bahagia jika udara itu ada oksigennya, daripada kalau tidak ada.

RWS_Tarot_15_Devil

Keinginan melegakan namun juga perlahan-lahan membunuh kita. Baik secara fisik, karena oksigen itu merusak dan menggerogoti sel-sel lewat reaksi oksidatifnya, juga secara mental, karena kita muak akan perwujudan keinginan yang sama terus, sehingga bawah sadar kita membacanya sebagai kebutuhan.

Demikianlah, manusia sulit lepas dari keinginan. Keinginan demikian membelenggu manusia hingga bahkan sanggup membunuhnya.

 

Keinginan adalah air.

Terpenuhi sedikit kita merasa segar, terpenuhi sedang kita akan basah, namun terpenuhi terlalu banyak kita akan tenggelam.

Keinginan yang baru terpenuhi sedikit akan memberi kita energi pengharapan yang sangat besar, seperti orang kehausan yang baru saja memasukkan air dingin ke kerongkongannya. Keinginan yang sudah terpenuhi akan membuat kita basah, sehingga orang lain pun bisa melihat bahwa kita sudah memperoleh suatu pencapaian lagi.

Namun pemenuhan berlebihan akan menenggelamkan kita, karena segala sesuatu yang berlebihan tidak pernah lebih baik daripada sesuatu yang berkecukupan.

Keinginan adalah api.

Jika tidak terpenuhi, kita bisa sedih, kecewa, marah, hingga mungkin demikian emosionalnya sampai bisa menghancurkan benda lain, orang lain, bahkan lingkungan.

Jika terpenuhi, kita akan memamerkannya ke mana-mana, sehingga orang lain yang justru bisa mengalami kesedihan, kekecewaan, kemarahan, dan situasi penuh emosi di mana dia juga bisa menghancurkan benda, orang, atau bahkan lingkungan lainnya.

Demikian juga api. Kecil dia menghangatkan, namun besar dia menghancurkan. Kecil dia memicu semangat, namun besar dia menjadi dengki yang meruntuhkan.

Keinginan adalah tanah.

Kita cenderung menggunakan keinginan sebagai tumpuan motivasi, tumpuan segala nafsu, tumpuan seluruh modal, apapun yang kita punya akan kita korbankan demi keinginan kita jika sudah demikian besarnya.

Namun begitu keinginan sudah menguasai kita, layaknya kita terkubur oleh onggokan tanah yang membuat kita tak mampu melarikan diri lagi. Kita akan terpenjara oleh keinginan yang sama, tanpa mampu melepaskan diri dan mencari tahu apa sebetulnya yang lebih kita inginkan dari dalam diri kita.

The_Four_Elements

Keinginan tidak kekal.

Satu keinginan terpenuhi, segera kita berpindah ke keinginan lainnya. Kepuasan manusia tidak mengenal batas, alias manusia tak akan pernah puas bagaimanapun cara ia sendiri dan orang sekitar untuk memuaskannya.

Kita yang tidak pernah puas akan terus menginginkan, menginginkan lebih lagi, lebih lagi, dan terus minta lebih, dari waktu ke waktu.

Kita tak sanggup bertahan di satu keinginan saja selamanya. Manusia selalu punya lebih dari sejuta keinginan yang bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Dalam mengejar semua keinginannya, manusia sering lupa menjaga dirinya.

Lupa menjaga kesehatan hingga demikian kelelahan, jatuh sakit, dan lama kelamaan meninggal.

Lupa menjaga emosinya hingga demikian runtuhnya mental ketika keinginan itu belum tercapai, jatuh dalam kesedihan, dan lama kelamaan bunuh diri.

Lupa menjaga hubungannya dengan sesama, hingga ketika semua keinginan itu sudah tercapai, tidak ada teman yang bisa diajaknya berbagi lagi.

Padahal, keinginan itu tak pernah kekal. Sebentar saja, wujudnya berubah dan berubah lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s