[Europe] Tips Menghemat Anggaran Saat Liburan

Meskipun saat ini Eropa sudah termasuk dalam salah satu destinasi tujuan utama traveling orang Indonesia, tetapi masih saja Eropa terkenal sebagai benua yang harga apapun barangnya maupun jasanya cukup tinggi. Memang tak semua negara adalah sangat mahal namun jangan kaget jika kita bisa menemukan kota di mana secangkir kopi saja bisa berharga sekitar 200 ribu rupiah, atau makan siang berdua yang sederhana saja bisa menghabiskan sekitar 700 ribu rupiah. Kita pun bisa menemukan harga sebuah oleh-oleh kecil yang tak disangka harganya ternyata setara 1 juta rupiah, atau melakukan kesalahan fatal ketika traveling yang berdampak denda hingga 1,5 juta rupiah. Semua kejadian itu bisa menjadi nyata hanya di Eropa. Oleh karena itu, traveling ke benua biru perlu disikapi dengan strategi budgeting yang jitu.


Sebelum saya lanjut dengan bahasan ini, saya ingin menegaskan bahwa semua tips saya yang membahas anggaran sembari traveling selalu menjunjung kaidah berikut ini:

1. Saya tidak akan menganjurkan kalian untuk skip jadwal makan atau menyuruh kalian berpuasa seharian demi berhemat. Alasannya: saya termasuk orang yang berpendapat bahwa traveling harus senang plus bertenaga, jadi berpuasa ketika travel buat saya adalah kekonyolan.
2. Saya tidak akan mengajarkan trik mencuri, trik memotong antrian, trik curang, trik mengemis, atau trik apapun yang berpotensi kuat mempermalukan orang Indonesia di manapun mereka berada. Barangkali ada negara lain yang justru merasa kurang sreg dengan orang Indonesia gara-gara kelakuannya? Hindari memperparah situasi ini.
 
Yang tidak setuju dengan kaidah saya ini, mungkin tidak perlu lanjut membaca ya 🙂
 
Balik ke topik.
 
Saya coba merangkum beberapa tips yang bisa dijadikan panduan untuk berupaya mengirit pengeluaran ketika jalan-jalan di Eropa. Semoga berguna 🙂


Tips #1: Jangan terlalu ‘berani bertaruh’. Yang bisa dibeli dari sini, dibeli saja dulu.

Sudah rahasia umum kalau tiket dari banyak atraksi menarik di Eropa dijual dengan harga lebih miring jikalau dibeli secara online ketimbang dibeli di tempat. Manfaatkan penghematan ini. Selain uang sisanya bisa untuk membeli barang lain, kita pun terkadang mendapat manfaat lain dari membeli tiket online. Mulai dari terhindar dari antrian panjang di tempat, akses masuk yang lebih cepat, kemudahan mengakses tiket via smartphone, hingga perbedaan tanggal berlaku tiket dan mengurangi jumlah uang tunai yang perlu dibawa ketika traveling, adalah sejumlah manfaat plus-plus yang bisa didapat kalau membeli tiket secara online.



Tips #2: Malu bertanya, pasti tersesat. Untuk lebih jelasnya, tanyakan ke informasi.

Membeli tiket dengan berbekal informasi hasil riset dari internet boleh-boleh saja. Namun tetap pastikan kembali bahwa tiket yang kita beli tidak keliru, dan tiketnya asli alias valid. Kekeliruan membeli tiket bisa berakibat seluruh uang tunai bawaan kita habis untuk membayar denda, lho. Tidak mau kan liburan rusak gara-gara hal ini? Maka dari itu, selalu beli tiket dari lokasi resmi, dan jangan ragu bertanya ke bagian informasi. Jangan khawatir, karena bagian informasi di mana-mana selalu dikawal oleh petugas yang bisa berbahasa Inggris.
Barangkali kita bisa terkecoh dengan sistem transportasi beberapa negara yang terkesan “jalan saja sendiri, pengawasnya tidak ada”, dan dalam pikiran kita pun muncul keinginan coba main curang dan tidak membeli tiket yang benar demi penghematan. Hindari pemikiran demikian. Justru di negara dengan sistem pengawasan longgar begini, kita bisa bertemu petugas yang sebenarnya ketika apes. Petugas ini biasanya sangat ketat memantau tiket turis, atau setidaknya memeriksa tiket penumpang yang tampangnya dan kelakuannya terlihat seperti turis. Dan buntutnya tetap sama: Denda. Dan jumlahnya besar.
Jangan biarkan penghematan semacam ini merusak liburan kalian.
 
Tips #3: Jangan beli air mineral.

Alasannya sederhana: Sebagian besar penjuru Eropa memiliki air keran yang boleh diminum. Memang ada beberapa lokasi yang air kerannya tak bisa diminum, misalnya di pedalaman Spanyol atau Gran Canaria yang konon air kerannya agak-agak tercemar. Namun di kota-kota besar terutama di Eropa Barat, rata-rata air kerannya bisa diminum. 

Jadi, buat apa beli air mineral? Harga sebotol air mineral bisa mencapai 1 sekian hingga beberapa Euro. Mungkin memang tak seberapa sebotolnya. Tapi pernahkah kalian menghitung kira-kira berapa ongkos yang bisa habis kalau seharian hanya mengandalkan air mineral? Apabila kita berasumsi dalam sehari kita bakal minum 2-2.5 liter, berarti kita butuh sekitar 3-4 botol air mineral ukuran 600 mL; berarti harga yang dikeluarkan per orang, untuk urusan air mineral saja, bisa mencapai 6-10 Euro. Wah! Bagaimana kalau uang segitu dibelikan makanan atau tiket bus? Dan kita cukup sedikit/agak kerepotan mengisi botol air sebelum bepergian saja, demi berhemat?


Tips #4: Ganjal dengan fast food.

Makan fast food terlalu sering memang tidak baik. Membiasakan diri selalu makan fast food ketika travel juga bukan solusi sehat, meskipun saya percaya solusi itulah yang paling ampuh menekan anggaran pengisian perut. Dampak buruk (yang barangkali minor) dari kebiasaan ini adalah kita jadi tidak tahu rasa makanan khas setempat. Bukankah sayang sekali jadinya?
Nah. Makan fast food memang sangat ampuh menekan budget di negeri-negeri mahal, misalnya Denmark. Bayangkan: Harga sepotong hotdog adalah DKK 30, sementara harga seporsi smørrebrod atau seporsi pasta bisa mencapai DKK 95-175. Itu sama-sama biaya untuk sekali makan saja lho.
Adapun, buat saya fast food cocok dijadikan ganjalan waktu lapar, misalnya di jam 4-5 sore (antara brunch dan dinner). Sementara di jam brunch dan dinner, usahakan tetap makan makanan biasa. Kalau biaya amat cekak, pilih satu waktu makan lagi yang diganti dengan fast food. Setidaknya, pertahankan satu jam makan di mana kita tetap makan makanan biasa. Jangan lupa cicip menu masakan setempat supaya tidak “rugi”.
 
Tips #5: Suka memasak? Masak saja, daripada makan restoran.

Kalian bisa masak? Nah, kalau kebetulan itinerary tidak terlalu padat dan kalian kebetulan juga mendapatkan tempat tinggal yang memungkinkan kalian memasak, jangan lupa sempatkan waktu di sore hari untuk berbelanja dan persiapkan waktu luang sekitar 2-3 jam untuk memasak di tempat tinggal. Di negara tertentu, taktik ini bisa sangat menghemat biaya yang dikeluarkan, terutama di negara-negara mahal.
Tapi tentu saja, tips yang satu ini sulit dipraktikkan apabila kalian memiliki itinerary padat atau bermaksud mengunjungi beberapa kota dalam hanya sekian hari. Untuk kasus seperti itu, sebaiknya kalian tidak memasak, karena hal ini bisa menghabiskan waktu liburan kalian secara signifikan.

Tips #6: Kendalikan dilema oleh-oleh.

Membeli oleh-oleh perlu mendapatkan tempat dalam perhitungan dana yang akan dikeluarkan selama liburan. Kecuali apabila dititipi uang terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan, hitung dengan tepat jumlah orang yang akan dibagikan oleh-oleh dan alokasikan dana oleh-oleh per orang dengan baik. Kesalahan perhitungan di sini bisa mengakibatkan satu di antara tiga dampak buruk berikut: Kehabisan dana di tengah perjalanan, kelebihan bobot bagasi, atau rusaknya hubungan pertemanan.


Tips #7: Jangan lupa urus Tax Refund.

Sebagai warga negara non-Uni Eropa (kecuali apabila dalam kondisi tertentu), kita tentu berhak meminta kembali tax refund ketika akan keluar dari zona EU. Jika kalian kebetulan berbelanja cukup banyak di EU, lumayan lho, karena pengembalian dananya bisa cukup besar. Untuk detail cara mengurus tax refund, bisa dibaca dalam post saya di sini.


Tips #8: Jangan menyiksa diri hingga kelaparan. Pesan “Menu hari ini”.

Beberapa restoran di Eropa (baca: Restoran betulan. Bukan kios makanan) menawarkan menu istimewa hari ini. Sebagai contoh di Spanyol, biasanya menu disajikan pelayan dengan sebuah highlight “menu del dia“. Di Prancis juga ada, tapi saya lupa apa istilahnya.
Apa sih keistimewaan menu hari ini?
Selain biasanya menu hari ini adalah kumpulan menu yang menyediakan makanan lokal, menu ini juga memiliki harga lebih miring daripada menu lain apabila kita pesan secara terpisah (meskipun untuk beberapa kasus, beberapa negara; tidak benar-benar supermiring, tapi cukup miring untuk menghemat sekian Euro untuk beli oleh-oleh). Menu hari ini biasanya sudah memuat komponen pembuka, hidangan inti, dan pencuci mulut. Untuk mencegah terjebak gara-gara harga makanan, perhatikan harga menu hari ini di restoran yang kalian kunjungi, ada yang harganya dihitung per orang, ada juga yang dihitung all-in. Biasanya menu hari ini yang harganya diperhitungkan secara all-in memiliki porsi lebih sedikit; namun tetap saja, porsi itu cukup besar untuk orang Asia.


Tips #9: Pasti dapat, tapi dibuang sayang. Kelola uang logam dengan seksama.
Ketika sedang liburan, koin memang sering menyulitkan. Selain nilainya kecil dan tak laku di valuta asing ketika kita kembali ke Indonesia, koin juga memberatkan bawaan kita di perjalanan ketika liburan. Oleh karena itu, selalu kelola koin dengan baik dalam dompet tersendiri dan coba ikuti tips di sini untuk manajemen uang logam yang (semoga) lebih baik.

Tips #10: Last but not least… Waspada scammers dan penjahat.


Scammers ada di mana-mana, tidak hanya di Paris atau di Roma, melainkan di manapun kita berada dan ketika kita lengah. Meskipun kita sudah lakukan tips nomor 1 sampai 9, apabila kita tidak waspada ketika berada di jalanan atau di alam terbuka, bukan tidak mungkin kemalangan bisa terjadi. Oleh karena itu, waspadalah. Selalu jaga barang bawaan dan tas di tempat yang selalu ada dalam pengawasan kita secara langsung, jangan terlalu mudah percaya menitipkan barang berharga ketika di jalan, dan jangan mudah terpengaruh atraksi yang ditawarkan orang asing di sekitar kita. Hindari meletakkan dompet di tempat yang mudah dijangkau penjahat (seperti di saku belakang celana), dan yang terpenting: Jangan memamerkan diri sebagai turis, karena ini hanya akan memancing penjahat mendekat ke kita!


Nah, semoga tips-tips di atas bisa membantu rekan-rekan untuk berhemat saat liburan di benua biru. Happy traveling!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s