[Paris] Montmartre dan La Basilique du Sacré-Cœur

Bicara soal objek wisata di Paris, tentu Montmartre adalah bagian dari kota Paris yang bisa dikatakan paling unik dan sulit dilupakan. Montmartre terkenal memiliki pemandangan indah, relief yang berbukit dan relatif terjal, membuat kita berpikir betapa hebatnya orang-orang zaman dahulu bisa membangun kota di atasnya. Di sisi lain Montmartre juga terkenal sebagai salah satu sudut Paris yang paling banyak dikelilingi scammer sehingga kita tentu wajib berhati-hati ketika berjalan-jalan di daerah ini. Kali ini saya akan membahas sedikit tentang Montmartre dan gerejanya yang terkenal, La Basilique du Sacré-Cœur.

Montmartre

Montmartre sendiri adalah kawasan di Paris yang cukup unik karena jalanannya yang menanjak hingga 20-30 derajat. Hal inilah yang tampaknya membuat pemandangan interior khas seperti tangga putar, pintu miring, kusen tidak tegak lurus, dan lorong yang tampak seram sudah biasa terlihat di Montmartre. Bahkan buat first-timer, pasti ada kesan “desa ini mungkin sering diterpa gempa bumi berkali-kali, atau setidaknya relief dalam buminya tidak stabil”. Saya belum mengklarifikasi kebenaran kesan pertama tersebut.

Sudah bisa membayangkan semiring apa relief bangunan di Montmartre? (Petunjuk: Bandingkan sudut antara jalan dan pintu rumah yang terlihat).

 

Tangga 50-an langkah yang menghubungkan Rue Andre Barsacq dan jalan menuju stasiun metro Abbesses.

 

Meskipun interior rumahnya barangkali rada mengerikan buat first-timer, Montmartre memiliki sejumlah tempat wisata dan lokasi atraksi yang menarik. Misalnya ada Moulin Rouge dan ada tembok yang bertulisan “I love you” dalam 350 bahasa. Sayang saya tidak sempat mengunjungi semuanya karena keterbatasan waktu. Berikut saya coba bahas salah satu atraksi paling menarik di Montmartre, dan tentunya yang saya kunjungi, yaitu La Basilique du Sacré-Cœur.

Gereja inilah yang paling terkenal sebagai landmark yang menduduki lokasi tertinggi di Montmartre ini. Dibangun dalam sekitar 40 tahun, gereja putih ini memiliki arsitektur tiga kubah yang sangat indah. Bahkan dari lapangan di depan gereja ini, kita bisa menyaksikan langit Paris yang dihiasi bangunan-bangunan tinggi di bawahnya.

Mencapai Sacré-Cœur

Stasiun Metro terdekat dari La Basilique du Sacré-Cœur ada tiga, yaitu stasiun Anvers (line 2, garis biru) atau stasiun Abbesses dan stasiun Lamarck Caulaincourt (keduanya line 12, hijau). Namun saya pribadi merekomendasikan stasiun Anvers saja, karena dua alasan.

Alasan pertama, adalah karena petunjuk menuju ke Sacré-Cœur-nya adalah yang paling jelas dan paling bersahabat buat turis yang baru pertama kali ke sana.

Dan alasan kedua, adalah karena Funiculaire de Montmartre. Setelah tiba di sekitar lokasi, jangan kaget apabila ternyata gereja terletak di atas bukit yang sangat tinggi. Berarti, kita perlu mencapai gereja dengan metode tambahan. Funiculaire de Montmartre adalah kereta cepat yang membantu pengunjung dari “lantai bawah” untuk mencapai lapangan depan gereja tanpa mengharuskan mereka naik tangga yang bisa begitu melelahkan. Kalau kita sudah punya kartu Paris Pass, kita bisa naik kereta ini dengan gratis. Keuntungan naik kereta ini ada dua: Kita tidak usah menghabiskan tenaga untuk naik tangga, dan kita bisa menghindari scammers. Atau kalau cukup kuat, kalian tetap bisa gunakan tangga saja.

Jalur lintasan Funiculaire du Montmartre.

 

Nah, kalau kita telanjur mengambil stasiun di line 12 khususnya Abbesses, bagaimana? Kalau kita mengambil stasiun line 12, umumnya stasiun tersebut terletak sangat jauh ke dalam tanah (secara vertikal loh ya!), sehingga mau tidak mau kita keburu dihadapkan dengan tangga yang cukup banyak anaknya, entah itu di dalam stasiun maupun tepat setelah keluar dari gerbang stasiunnya. Dan tentu saja, tidak ada pilihan lain untuk naik Funiculaire de Montmartre. Jadi? Silahkan pilih sendiri 🙂

Ingin mencapai gereja dengan naik tangga saja? Silakan gunakan tangga yang ada di sisi kiri Funiculaire ini.

 

La Basilique du Sacré-Cœur: Pintu gereja dan interior

Untuk mencapai gereja kita tinggal keluar dari funiculaire, belok kanan dan jalan sedikit, lalu naik tangga. Di sana sudah terlihat gereja dengan cukup jelas dan di sinilah rasanya spot foto yang baik untuk mendapatkan seluruh arsitektur gereja dalam satu frame.

Gereja dilihat dari pintu keluar Funiculaire.

Jika kalian penasaran ingin naik lagi mendekati gereja, tinggal naiki tangga yang ada dan kita akan disambut sebuah lapangan besar yang biasanya selalu ramai. Tak lupa ada seorang pria berkostum malaikat yang kadang dikira patung!

 

Ke arah bangunan gereja sendiri, ada beberapa spanduk merah dan sebuah pintu masuk yang terdapat di tengah facade. Pintu ini cukup dipenuhi pengunjung yang berbondong-bondong ingin masuk dan mengelilingi interior gereja secara gratis. Gereja buka dari pukul 6 pagi hingga 10.30 malam waktu setempat, dan menawarkan arsitektur menarik plus kubah yang khas. Jangan lupa perhatikan jendela-jendela gereja yang diukir demikian indah dengan kaca berwarna warni yang memberi kesan megah dan klasik sekaligus.

Sayangnya karena keterbatasan waktu, saya tidak memasuki bagian dalam dari gereja ini 😦

La Basilique du Sacré-Cœur: Eksterior

Jangan khawatir jika waktu kalian juga terbatas, karena pemandangan luar gereja ini juga sangat menarik dan bisa difoto dari berbagai penjuru dengan uniknya. Misalkan jika kalian mengambil foto dari tangga pertama setelah lapangan yang terletak persis di depan gereja, posisi yang rasanya ideal adalah duduk di tangga agar kubah gereja ikut masuk dalam frame. Atau ingin mengambil foto pemandangan kota Paris dari atas bukit, maka lapangan depan gereja juga merupakan tempat ideal karena tempat ini cukup tinggi untuk melihat pemandangan kota dengan cakupan lumayan luas (setidaknya sampai Anvers sudah terlihat).

Kalau masih tidak puas, coba turun ke lapangan yang terletak satu “lantai” di bawah. Setelah menuruni bidang miring di samping kiri atau kanan, kita bisa menemukan suatu lapangan kecil yang dihiasi air terjun. Lapangan berikut yang terletak di bawahnya, masih memuat beberapa baris kursi tempat duduk untuk menikmati pemandangan atau sekadar melepaskan kelelahan. Semuanya menawarkan pemandangan yang berbeda dan rasanya tetap layak untuk diabadikan masing-masing.

Pemandangan kota Paris dilihat dari depan gereja.

Air terjun di sisi bawah lapangan gereja.

 

 

 

Carousel yang berada di “lantai terbawah” dari kawasan La Basilique.

Waktu yang dibutuhkan untuk berkelana di gereja ini mungkin sekitar 1.5-2 jam, tergantung kecepatan eksplorasi masing-masing dan apakah ingin memasuki bangunan gereja atau tidak. Selain itu, pilihan menggunakan funiculaire atau jalan kaki, pilihan untuk makan dulu atau tidak; juga berpengaruh besar pada berapa lama waktu yang perlu disediakan untuk melihat-lihat Sacré-Cœur.

Scammers

Sayangnya Sacré-Cœur identik dengan scammers. Ada banyak titik pusat operasi scammers di Paris dan Montmartre jelas salah satunya.

Memang lapangan di depan gereja merupakan tempat menarik buat para turis, belum lagi air mancur dan carousel menarik sebagai penghias tingkat demi tingkat ketika kita menuruni bukit; yang semua sudah saya bahas tadi. Namun ketika turun menuju lapangan berikut yang terletak di bawah lapangan sebelumnya, kita harus waspada karena banyak pria berbadan besar yang menjajakan pernak pernik unik seperti gelang, kereta-keretaan, dan sebagainya.

Mereka tidak tampak aneh namun keberanian mereka memegang tangan turis dan memaksa turis membeli barang dagangan merekalah yang lumayan membuat deg-degan. Kalau kita terkecoh akibatnya mereka tak segan memaksa kita membayar pernak pernik tersebut dengan harga sangat mahal, atau bisa juga sambil mencoba merogoh isi dompet kita ketika kita mengambil uang untuk membayar mereka. Bahkan ketika akan turun ke arah carousel, di sini yang paling menakutkan: Mereka berkumpul dalam jumlah 7-10 orang dan siap menyergap turis-turis yang melintas. Semakin ke bawah, jumlah mereka semakin banyak.

Namun jangan khawatir karena melawan scammers di sini pun ada taktiknya 🙂 Tips utamanya tentu saja tetap berhati-hati dengan barang bawaan sendiri dan selalu waspada dengan lingkungan sekitar.

[20150508]
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s