[Travel to Europe] Mengurus pengembalian VAT (PPN)

Berlibur identik dengan belanja dan mengoleksi barang-barang (plus foto-foto) dari tempat lain. Akan tetapi, ketika kita berlibur keluar dari negara kita atau regional kita, maka otomatis seharusnya kita cukup menikmati barang dengan harga normal, tanpa unsur pajak di dalamnya. Inilah alasan mengapa menjelang saat-saat meninggalkan Eropa dari berlibur pun, kita perlu menyempatkan waktu untuk mengurus pengembalian pajak.

Adapun pajak yang saya maksud adalah VAT, alias value-added tax, atau pajak pertambahan nilai alias PPN dalam bahasa Indonesia. Jadi ceritanya kalau kita berbelanja dengan nilai minimal tertentu, maka kita berhak meminta kembali sejumlah nilai uang yang terkandung dalam harga barang tersebut, selama kita memenuhi syarat. Syarat utama untuk permintaan pengembalian VAT Eropa adalah (sudah pasti) bahwa kita bukan warga negara Uni Eropa. Syarat berikutnya yaitu tanggal transaksi dan tanggal permintaan pengembalian pajak tidak boleh lebih dari 90 hari.

 

 

 

Mungkin lalu ada yang berpikir “ah repot minta begituan, dapatnya juga nggak seberapa“.
Coba dipertimbangkan lagi, hehe…
Ini contoh pengalaman saya: Misalkan kita berbelanja senilai SEK 300 (setara sekitar IDR 500.000) di Swedia, kita bisa dapat pengembalian VAT sebesar SEK 25 (sekitar IDR 45.000) lho…
Memang pengembalian ini tidak bakal mencapai setengah harga barangnya, tetapi biasanya berkisar antara 7-15%, tergantung kebijakan negara setempat dan seberapa banyak kita belanja. Ya hitung-hitung anggap saja kita belanja lalu dapat diskon 7-15%, hihi.

 

Berikut beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mengurus pengembalian VAT dari negara Uni Eropa.

 

Langkah #0: Ketahui pembelian apa yang bisa dimintakan VAT dan apa yang tidak

Mengapa saya taruh ini di langkah 0, karena ini adalah langkah paling dasar untuk mengetahui benda yang bisa dimintakan VAT dan yang tidak. Berikut contoh-contoh persyaratannya.

Bukan makananSalah satu syarat permintaan VAT adalah “apabila diminta, pemohon pengembalian VAT wajib memperlihatkan barang belanjaannya ke petugas”. Jadi sudah jelas semua transaksi di restoran tidak bisa dimintakan VAT. Bagaimana dengan transaksi pembelian makanan kemasan? Ternyata sama: Tidak bisa dimintakan VAT walaupun makanannya bersegel.

Bukan barang yang dibeli di Duty-Free shop. Barang di DFS sudah memiliki harga yang lebih rendah karena meng-exclude VAT, jadi berapapun harganya dan di negara manapun, pembelian dari DFS tidak akan bisa dimintakan pengembalian VAT. Sama halnya dengan toko amal, yang seluruh hasil penjualannya akan disumbangkan. Toko semacam ini biasanya otomatis duty-free juga.

Kabar baik: Biasanya DFS akan mengumumkan bahwa mereka adalah DFS, jadi tidak ada jebakan diam-diam.

Harus ada struk VAT return. Ini juga sering kelupaan. Kalau kita mau minta VAT return, salah satu syarat utama adalah identitas toko harus jelas dan toko harus mencetakkan formulir bebas pajak. Jadi jangan lupa, untuk setiap transaksi yang mau dimintakan pengembalian VAT-nya, harus ada dua struk: Satu struk biasa dari kasir toko, dan satu lagi struk VAT return.

Identitas dan riwayat transaksi harus dapat dikonfirmasi. Ini sama saja dengan kriteria barusan. Kalau salah satu dari sepasang struk tadi hilang, berarti transaksi kita tidak bisa dikonfirmasi alias VAT tidak bisa dikembalikan.

 

Langkah #1: Ketahui batas nilai struk yang berhak mendapat pengembalian VAT di negara tujuan

Syarat meminta VAT dari aspek nilai transaksi sangat bervariasi bahkan di antara negara Eropa sendiri. Kalian bisa lihat tabelnya di sini.

Sebagai contoh: Belanda hanya memberi batasan di atas EUR 50 per struk, sementara Prancis memberi batasan tinggi, yaitu di atas EUR 175,01. Spanyol memberi batasan angka ganjil yaitu EUR 90,15.

Mengetahui nilai batas permintaan VAT penting untuk memperkiraan belanjaan di negara tersebut. Daripada menyicil belanjaan di banyak toko dan nilai struknya sudah pasti tidak tembus batas ini, lebih baik tumpuk belanjaan di jumlah toko seminimal mungkin, agar struk yang keluar bernilai lebih besar dan bisa dimintakan VAT-nya.

Langkah #2: Jika ada kemungkinan kalian bakal belanja lebih dari batas tersebut, tanyakan ke toko SEBELUM berbelanja, apakah toko melayani request VAT?

Aneh tapi nyata ada lho toko yang tidak melayani permintaan pengembalian VAT. Bahkan toko suvenir sekalipun. Jadi, jangan berasumsi. Tanya ke petugas toko, apakah kalian bisa membuatkan struk request VAT? Kalau tidak bisa, maka ada tiga pilihan:
  1. Jangan berbelanja di situ. Cari toko lain.
  2. Tetap berbelanja di situ, tapi jangan sampai nilai belanjaannya melewati ambang VAT, supaya tidak sakit hati :p
  3. Tetap berbelanja di situ dan abaikan urusan VAT-VAT-an ini.

 

Langkah #3: Selalu lihat nilai struk setelah berbelanja dan minta petugas toko mencetakkan formulir VAT

Sekadar konfirmasi. Tidak ada yang perlu saya jelaskan di sini.

Langkah #4: Kumpulkan semua struk jadi satu atau beberapa kelompok

Setibanya di rumah atau tempat tinggal usai berbelanja, JANGAN MALAS untuk menyortir bon dan mulai packing barang-barang yang akan dimintakan VAT-nya. Demi menghemat waktu!

Menyortir bon itu penting agar nanti waktu mengurus permintaan pengembalian, kita tidak menghabiskan waktu karena gelagapan di depan petugas. Sebaiknya bon disortir per negara. Kemudian setelah itu bon disortir lebih jauh per penyedia layanan: Apakah Global Blue atau Tax Free Worldwide.

Sementara itu, menyortir barang juga tidak kalah penting. Setidaknya kita hapal di mana letak barang yang dimintakan pengembalian VAT-nya, agar ketika petugas VAT ingin melihat barang belanjaan kita, kita bisa langsung memperlihatkan.

 

Langkah #5: Datang 2 jam lebih awal sebelum menunggu penerbangan keluar dari Eropa

Tergantung bandara mana tempat kita akan mulai penerbangan keluar dari Eropa, di situlah kita bisa melakukan transaksi permintaan pengembalian VAT.

Mempelajari di mana letak konter Global Blue atau Tax Free Worldwide juga sangat berguna untuk memperkirakan berapa jam kita harus datang ke bandara lebih awal, sekaligus untuk menghemat waktu pencarian di bandara agar tidak kesasar.

Kalau tidak tahu atau tidak sempat menyelidiki hal ini, ambil patokan 2 jam dari waktu normal, rasanya sudah aman. Misalkan penerbangan jam 16.30, berarti normalnya kita harus tiba di bandara jam 15.00. Kalau ingin mengurus pengembalian pajak, berarti sebaiknya kita sudah ada di bandara jam 13.00.

 

Langkah #6: Cari konter Global Blue atau Tax Free SEBELUM check in, sambil membawa seluruh bagasi

Petugas pengembalian VAT kadang ingin melihat barang belanjaan kita. Oleh karena itu JANGAN COBA-COBA CHECK IN sebelum urusan VAT ini beres, kecuali kalau kalian yakin 100% bahwa seluruh barang belanjaan bisa ditaruh di bagasi kabin dan seluruh barang belanjaan itu bisa lolos dari security control.

Langkah #7: Kooperatif dengan petugas konter

Lantaran ada dua layanan VAT (Global Blue dan Tax Free Worldwide) yang posisi konternya di bandara sering tidak bersebelahan, maka bukan tak mungkin petugas konter yang satu akan menyuruh kita pindah ke konter layanan VAT lainnya kalau memang kita punya bon dari kedua jenis layanan tersebut. Pokoknya, minta petunjuk dan ikuti arahan dari petugas tersebut.

Hati-hati di Tax Free Worldwide: Tidak akan ada petugas berdiri di depan konter. Kita harus aktif menekan bel di depan konter untuk memanggil petugasnya keluar dan membantu kita. Beda dengan Global Blue yang petugasnya selalu standby.

 

Langkah #8: Pantau pengembalian VAT

Setelah semua proses selesai diurus, kita bisa check-in seperti biasa, untuk keluar dari Eropa dan pulang ke negara kita. Semoga kita tidak terlambat!

Nah, selebihnya kita perlu menunggu sambil mengecek kartu kredit apakah ada pencairan dana. Batas masa tunggu adalah maksimal 8 minggu atau 2 bulan. Kalau sudah lebih dari itu tidak ada dana yang turun, maka kita bisa mengontak penyedia layanan pajak yang pengembaliannya “nyangkut”, entah itu dari Global Blue atau Tax Free Worldwide.

 

Sebagai bonus: Mari kita lihat beberapa negara unik yang sempat saya deteksi ketika mempelajari pengembalian VAT.

Trivia #1: Skandinavia – Nordic Pact

Kumpulan negara Skandinavia yaitu Swedia, Denmark, Norwegia, dan Finlandia memiliki kebijakan tersendiri dalam urusan VAT. Kalau kita berkunjung ke salah satu saja dari negara-negara ini dan kebetulan negara ini pula yang jadi pintu keluar kita dari Eropa, bersiaplah menghadapi fakta bahwa: Hanya struk permintaan pengembalian VAT dari negara ini yang bisa mendapatkan cap langsung dari petugas pengembalian VAT. Artinya apa itu gan? Artinya adalah, kalau kita minta VAT dikembalikan dalam bentuk tunai, maka bandara di negara-negara ini HANYA bisa mengembalikan VAT hasil berbelanja di negara-negara Nordic Pact. Sisanya, silahkan tunggu pengembalian dana di kartu kredit.

 

Trivia #2: Spanyol

Spanyol memiliki kebijakan sendiri yang agak aneh soal VAT. Selain angka mereka ganjil di batasan nilai struk yang berhak VAT (di atas EUR 90.15), Spanyol juga mewajibkan ada surat tertulis yang dialamatkan ke mereka untuk minta pengembalian VAT. Terkadang malah kita justru langsung diberi uang kembalian VAT di tokonya langsung lho!

Tapi jangan khawatir soal “ancaman pos” itu: Sebetulnya kita tidak perlu susah payah karena biasanya petugas di bandara sudah menyediakan jasa mengirimkan surat tersebut ke perwakilan kepengurusan VAT di Spanyol.

 

Trivia #3: Norwegia dan Switzerland

Bukan “anggota betulan” dari European Union, tapi kita tetap bisa meminta pengembalian pajak jika berbelanja di kedua negara unik ini. Perbedaannya terletak pada urusan jangka waktu. Jika di negara lain jarak antara tanggal struk dan tanggal klaim maksimal 90 hari, di Norwegia dan Switzerland kedua tanggal tersebut tidak boleh berjarak lebih dari 30 hari.

 

Beberapa website yang bermanfaat untuk referensi lebih lanjut:

  1. FAQ dari website Global Blue [klik di sini]
  2. Artikel dari USAToday [klik di sini]
  3. Tips dari website Tax Free Worldwide, termasuk pengecualian-pengecualian unik yang belum saya bahas di atas [klik di sini]

Jadi, buat kalian yang merencanakan traveling sekaligus belanja di Eropa, jangan lupakan urusan pengembalian pajak ya! Happy traveling!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s