[Copenhagen] Tips berhemat: Memang sulit tapi masih mungkin

Copenhagen memang kota yang sangat mahal. Konon menyambung hidup 24 jam di ibukota Denmark ini butuh lebih dari IDR 1 juta per kapita, alias lebih dari USD 80, atau lebih dari EUR 65. Itu kalau cuma hidup. Kalau pas jadi turis ya lebih gila lagi pengeluarannya, sehari bisa keluar duit sampai 2-3 kali lipat dari jumlah uang yang saya sebutkan tadi. Maka itulah berhemat dan menahan diri adalah tiga-perempat-wajib di the wonderful city ini.

Setelah menyelidiki harga makanan, harga tiket transportasi, harga paket tur, sampai harga buah-buahan, harga makanan instan… Saya menyimpulkan bahwa di Copenhagen kita bakalan sulit untuk berhemat sehemat-hematnya. Tapi bukan berarti tidak bisa ya. Memang sulit berhemat, lantaran kita perlu siapkan dana cukup agar tidak terlunta-lunta di negeri Hans Christian Andersen ini.

Namun, tentu kalian tidak mau uang itu terbuang percuma di CPH bukan? Jadi, bagaimana cara berhemat di CPH? Berikut 10 tips berdasarkan pengalaman saya, mulai dari trik yang saya lakukan sendiri maupun trik berdasarkan kesalahan yang saya lakukan. Namun, jangan berharap Copenhagen bakal sehemat kota-kota di Asia, it is impossible. Kita hanya bisa berusaha agar cost damage tidak terlalu menimbulkan efek seperti irisan bawang.

Tips #1: Jadilah orang jujur

Di tahun 2013, Denmark adalah negara dengan angka korupsi terendah di dunia. Sementara Indonesia ada di ranking 114 dunia. Apa sangkut pautnya ini sama urusan traveling, mari kita bahas salah satu contohnya.

Naik transportasi umum di Copenhagen agak unik, karena kita tidak perlu memperlihatkan tiket ke siapapun, tidak ada juga petugas yang mendelik sinis ke para turis yang naik ke kereta. Nah, otak korup orang Indonesia tentu terpikir cara curang yaitu bagaimana kalau kita naik saja ke kereta tanpa tiket toh tidak ada yang tahu tidak ada yang ngecek. Ayo ngaku siapa yang langsung mikir begitu.Kenyataannya, terkadang ada petugas patroli yang memeriksa acak tiket transportasi si penumpang.

Kalau tampang kalian bukan ras Kaukasian (bukan rasis tapi fakta), ditambah kalian selalu berbahasa Inggris, sudah pastilah kalian dicurigai sebagai turis dan tiketnya bakal diperiksa habis-habisan. Denda kalau kalian ternyata tidak punya tiket adalah DKK 750 per kapita yang tertangkap basah tak bertiket.

Ini alamat masa hidup efektif di Copenhagen memendek sehari, lantaran DKK 750 itu berharga banget! Meskipun dengar-dengar dendanya bisa ditunda, tapi yang saya dengar, taktik pura-pura lupa denda ini bisa berakibat cekal untuk masuk Denmark selama-lamanya di lain hari. Tidak lucu kalau tiba-tiba kantor menugaskan kalian ke Denmark dan tahu-tahu kalian dicekal gara-gara mencurangi tiket. Aib kalian waktu traveling bisa tersebar ke bos-bos. Masih berani menanggung malu?

Pesan moral: Jangan bawa mental korup khas Indonesia ke negara ini. JANGAN PERNAH.

Tips #2: Apapun yang terjadi, JANGAN beli air mineral

Air keran Denmark sudah pasti bisa diminum, dan kualitasnya amat baik. Jadi alangkah konyolnya kalau kalian mau mati-matian berhemat tapi kok malah beli botol air mineral di negara yang air kerannya bisa diminum.

Minum dari keran air di toilet umum sebetulnya pun aman, namun perhatikan urusan norma kesopanan. Tidak mungkin ‘kan kalian membuka mulut di bawah keran air sementara tidak ada orang lokal yang melakukan itu? Bisa-bisa kalian disangka orang sinting.

Taktiknya: Selalu siapkan botol kosong dari air mineral yang dibeli atau didapat dari negara sebelumnya, atau dari penerbangan, atau memang siapkanlah botol sendiri. Isi dengan air keran setelah tiba di CPH. Bisa isi dari keran di toilet umum ataupun keran air di rumah singgah/dorm.

Tips #3: Trik makan hemat

Ini dia tips yang mungkin paling besar pengaruhnya karena makanan bisa dikatakan sebagai benda termahal di CPH. Jangan terkejut jika harga seporsi makan malam itu bisa DUA KALI LIPAT LEBIH MAHAL daripada tiket tur kanal! Berikut tips yang bisa kalian coba.

Hindari Noma. Noma adalah restoran mewah ternama di Copenhagen yang konon luar biasa sekali, dan tentu sangat ramai. Saking ramainya sampai-sampai untuk menikmati hidangan di tempat, kita harus booking dulu berbulan-bulan sebelumnya. Permasalahan yang tampaknya lebih besar daripada soal booking ini, adalah harga yang harus dibayar: Bisa mencapai USD 300, atau kira-kira setara DKK 2000 per kapita. Angka ini bahkan menurut penduduk negara maju pun, bisa saja tetap terbilang selangit. Oleh karena itu, jika secara finansial belum siap, singkirkan Noma dari itinerary kalian.

Sepiring berdua. Makanan restoran Copenhagen punya porsi yang besar, dengan harga sekitar DKK 150-250 per porsi untuk takaran restoran biasa. Buat dua orang Indonesia bisa saja porsi sebesar ini sudah cukup, apalagi kalau masing-masing makannya sedikit. Jadi kalau kalian punya rencana makan restoran di CPH, silahkan pertimbangkan paruhan dengan teman seperjalanan. Atau kalau sepiring berdua dirasa kurang, pesan satu porsi makanan utama plus satu porsi appetizer. Bukan sok romantis tapi tujuannya ya supaya bisa lebih berhemat.

Appetizer only. Pelayan restoran di Copenhagen tidak seunik pelayan Spanyol yang sering ngedumel sendiri kalau kita memesan appetizer saja tanpa main course. Jadi, ini bisa dijadikan alternatif taktik berhemat buat turis.

Brunch. Menyatukan makan pagi dan makan siang juga merupakan taktik meminimalkan biaya hidup yang perlu dikeluarkan. Biasanya restoran yang merangkap café di sini memisahkan menu antara makan pagi dan makan siang, dengan menu makan siang yang jauh lebih mahal. Nah, taktik brunch ini adalah usahakan makan di jam 10.00-14.30 atau 15.00 waktu setempat, jangan lewat dari itu, karena di jam tersebut makan pagi masih bisa dipesan dan kita tidak dipaksa untuk memesan menu makan siang.
Contoh menu makanan di salah satu cafe di Copenhagen: Perhatikan perbedaan harga menu sarapan dan menu makan siang (kalau fotonya kurang jelas, harganya bisa sampai DKK 175). Triknya, coba order makanan dari bagian side orders; yang bisa dijadikan trik berhemat.

Tips #4: Masak sendiri

Copenhagen memiliki berbagai jaringan supermarket tempat menjual barang-barang kebutuhan rumahan. Seperti misalnya Lidl dan Irma. Supermarket semacam Irma gampang ditemui di mana-mana lho. Kalau kalian akan tinggal di Copenhagen cukup lama (lebih dari 3 hari), pertimbangkan untuk memasak makananmu sendiri, setidaknya untuk satu kali makan dalam sehari.

Sekadar mengganti makan siang di restoran dengan memasak mie atom racikan sendiri, betapa banyak dana yang bisa kita hemat. Dari DKK 150-200 per kapita, menjadi hanya sekitar DKK 35-75 (yang terdiri dari harga mie atom mentah di Irma adalah DKK 25, lalu sisa-sisanya dari bumbu lainnya). Lumayan banget kan. Atau kalian juga bisa membeli makanan instan dalam kemasan yang bisa dimakan hanya setelah diseduh air panas, dengan harga DKK 15-40 per porsi.

Pesan moral: Jadi… Siapa yang punya skill masak, manfaatkan. Skill itu bisa menyelamatkan dompet kalian di Copenhagen.

Pola makan yang bisa dipertimbangkan. Saya termasuk kelompok yang kurang setuju kalau kita makan sekali sehari saja selama traveling, memangnya kalian rela kehabisan tenaga gara-gara mengorbankan makan?

Coba pertimbangkan pilihan pola makan seperti ini, dan total biaya yang dihabiskan. Diasumsikan kalian menggabungkan makan pagi dan makan siang, lalu kalian mungkin mau ngemil kebab atau burger, dan kalian tetap membutuhkan makan malam.

1. Brunch-ngemil-dinner: DKK 125 + DKK 50 + DKK 175 = DKK 350 per kapita per hari.

2. Brunch-ngemil-masak sendiri: DKK 125 + DKK 50 + sekitar DKK 50 = DKK 225 per kapita per hari.

3. Brunch-ngemil sore-ngemil malam: DKK 125 + DKK 50 + DKK 50 = DKK 225 per kapita per hari.

4. Dapat makan pagi-ngemil siang-dinner: DKK 0 + DKK 50 + DKK 175 = DKK 225 per kapita per hari.

5. Brunch-masak sendiri: DKK 125 + sekitar DKK 50 = DKK 175 per kapita per hari.

6. Dapat makan pagi-ngemil siang-masak sendiri: DKK 0 + DKK 50 + sekitar DKK 50 = DKK 100 per kapita per hari.

Tips #5: Jadilah karnivora

Orang Denmark banyak yang sudah perlahan-lahan beralih ke pola makan vegetarian. Namun pola makan yang sehat ini malah mahal. Saya perhatikan menu makanan di restoran, selama judulnya salad atau vegetarian, meskipun hitungannya appetizer, pasti harganya di atas DKK 135 seporsi. Giliran cari makanan pinggir jalan yang kurang sehat seperti hotdog, kebab, dan burger? DKK 50 sudah kemahalan, karena rata-rata harga makanan karnivora semacam ini hanya berkisar di DKK 25-45 (di Nyhavn banyak!). Bayangkan selisih sekitar DKK 100 per kali makan itu kalau disisihkan. Bisa beli banyak oleh-oleh tuh.

Pesan moral: Pertimbangkan lagi kalau tetap ingin menjalani pola makan vegetarian di Copenhagen. Pilih mana antara dompet atau sayuran, silahkan dipertimbangkan sendiri.

Tips #6: Bijaksana memilih atau tidak memilih Copenhagen Card

Tampilan Copenhagen Card untuk dewasa.

Jika kalian memang datang ke Denmark untuk melihat-lihat dan menikmati museum, atau jika kalian sudah berencana melihat lebih dari 3-4 museum di Copenhagen, maka jangan sia-siakan paket Copenhagen Card. Kartu sakti ini sudah mencakup seluruh transportasi umum plus tiket masuk ke 74 atraksi menarik di seluruh kota dan diskon kalau kita menyewa sepeda. Sayangnya kartu ini ada hitungan jamnya, alias setelah sekian jam maka semua paket di dalamnya akan hangus. Copenhagen Card tersedia dalam pilihan 24, 48, 72, dan 120 jam dengan harga bervariasi dari EUR 47-107 per dewasa. Ingat kursnya Euro BUKAN Danish Krone. Jadi kalau dihitung ke DKK, kira-kira nilai kartunya sekitar DKK 450-900. INI JELAS MAHAL! Bandingkan dengan Copenhagen City Pass yang harganya hanya sekitar sepertiga dari harga Copenhagen Card dengan jumlah hari yang sama.

Lalu bagaimana kalau seandainya kalian galau mau beli kartu ini apa tidak ya? Coba buat itinerary apabila kalian membeli Copenhagen Card dan apabila tidak membeli. Museum dan atraksi apa saja yang ingin dimasuki. Kemudian hitung perkiraan harga totalnya. Kalau harga perhitungan manual itu masih di bawah harga yang ditawarkan Copenhagen Card, itu berarti kalian tidak membutuhkan kartu ini.

Tips #7: Waspada dengan paket transportasi

Hal kedua terpenting bagi turis setelah urusan perut tentu adalah urusan transportasi.

Kebanyakan turis yang tidak menggunakan jasa tour and travel akan berakhir dengan memesan paket keliling kota yang sering kali malah overpricedBerhubung Copenhagen bisa dibilang kota yang kecil dan dengan tenaga maksimal kalian pun bisa mengelilinginya sampai habis dalam 3-4 hari, pikirkan ulang kalau kalian berniat membeli tiket Copenhagen City Tour. Paket dari Stromma ini menggunakan sistem bus hop-on and hop-off, berlaku selama 48 jam, dengan harga DKK 230 per orang dewasa. Padahal, seluruh titik yang dilalui bisa dijangkau dengan metro, sepeda, bus, atau bahkan berjalan kaki.


Salah satu tempat perhentian tur kanal Copenhagen, bagian dari Copenhagen City Tour dari Stromma.

Namun yang bikin dilema adalah paket transportasi di luar itu pun mahal-mahal semua. Kalau kalian menggunakan kendaraan umum saja tanpa bus hop-on hop-off (Copenhagen City Pass), maka harga akses bus dan metro untuk 1 hari membutuhkan dana DKK 80 per dewasa, dan 3 hari membutuhkan dana DKK 200 per dewasa. Sementara sewa sepeda biasanya jatuhnya lebih mahal lagi, yaitu sekitar DKK 70-140 per hari (ada penyedia layanan dengan tarif DKK 25 per jam dan ada juga layanan lain dengan tarif DKK 300 per tahun).

Taktik yang saya anjurkan adalah ambil paket termurah di sini, yaitu Copenhagen City Pass. Seluruh titik penting di kota bisa dicapai dengan jalan kaki dan dengan bantuan metro/bus saja. Bersepeda mungkin bisa memberi atmosfer berbeda namun hindari pemesanan sepeda hingga berhari-hari karena juga bisa menguras kantong.

Tips #8: Cari tempat tinggal non-hotel

Meskipun hotel relatif mudah ditemukan di Copenhagen; menyewa kamar kosong, dorm, atau space di AirBnB bisa lebih bersahabat dengan kantong. Bandingkan: Harga hotel bintang 4 bisa mencapai IDR 3-4 juta semalam, sementara cara alternatif tadi cukup menghabiskan biaya IDR 800 ribu-1,5 juta semalam. Lumayan kan penghematannya.

Soal tempat penginapan non-hotel, ada baiknya kalian mencari dari jauh hari. Jika kalian memang berencana datang dalam rombongan 4-6 orang, lebih baik mencari dorm supaya biaya jatuhnya lebih murah.

Kalau dana benar sudah cekak, jangan paksakan diri mencari penginapan di jantung pusat kota karena penginapan di sini harganya 11-12 dengan hotel. Lebih baik relakan diri minggir ke tepi kota sedikit (asal masih dijangkau Metro), tapi biaya sewanya lebih murah. Pertimbangkan Amager, Christianshavn, atau Østerport untuk mencari tempat penginapan. Untuk mencari tempat-tempat penginapan yang berharga agak miring ini, kalian bisa menggunakan Booking.com, Agoda, atau AirBnB.

 

Tips #9: Hitung seluruh perkiraan dana dan tukar kurs dalam sekali transaksi

Seperti yang pernah saya bahas di postingan soal mata uang Skandinavia, hitung perkiraan semua pengeluaran di Denmark, kemudian tambahkan 30-35%, bagi dengan 7 (atau tambahkan 35-50% sebelum dibagi 7,5, hasilnya akan kurang lebih setara). Ambillah uang Euro dan tukarkan sebanyak hasil perhitungan kalian dalam sekali transaksi saja. Karena berkali-kali ke money changer hanya menghadapkan kalian ke biaya administrasi (komisi) berkali-kali pula, dan total semua biaya itu jelas tidak murah.

Tips #10: Jangan pernah naik taksi

Hukum logika “jangan sentuh taksi di negara mahal” berlaku dengan sempurna di Denmark. Sesuai dugaan, taksi Copenhagen hebat bukan main: Dipanggil pakai hotline +65 35 35 35 35, dalam sekejap langsung muncul satu taksi berwarna kuning di hadapan kita.

Prinsipnya satu: Demi berhemat, selalu letakkan taksi sebagai pilihan terakhir bertransportasi di Copenhagen.

Sebagai patokan (sekaligus ancaman): Ongkos naik taksi dari Copenhagen Kastrup Airport sampai Nyhavn bisa mencapai sekitar DKK 375. Siap kehilangan uang IDR 750 ribu lebih hanya demi taksi yang cuma satu arah itu?

Rick Steves pernah menyebut dalam buku panduan Copenhagen karangannya, bahwa biaya naik taksi itu barulah sama menguntungkannya dengan metro atau bus apabila jarak tempuh taksinya pendek dan yang menumpang ada minimal 4 orang. Jadi silahkan dihitung sendiri untung dan ruginya naik taksi di CPH.

 

Mudah-mudahan 10 trik di atas bisa membantu kalian berhemat waktu traveling ke CPH. Good luck and happy traveling!

 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s