[Review Maskapai] Scandinavian Airlines

Saya masih dalam taraf coba-coba bikin review yang agak-agak beda rasa, yaitu tentang maskapai penerbangan. Soalnya jarang lihat ada yang bikin review soal maskapai penerbangan kecuali di forum Indoflyer. Tapi mohon maklum soalnya saya jarang traveling (lantaran pemalas), juga jarang naik pesawat, apalagi jadi member setia suatu maskapai, aduh boro-boro.

Saya mulai dengan maskapai yang jarang didengar orang (yang saya tahu). Scandinavian Airlines alias SAS.

Mengenal SAS

Scandinavian Airlines adalah aliansi flight carrier dari Swedia, Norwegia, dan Denmark yang hub-nya ada di ketiga negara tersebut. Tiga negara ini sudah sejak lama memberlakukan pakta Nordic (lupa nama resminya) yang memungkinkan penerbangan antartiga negara ini dianggap sebagai penerbangan lokal. Tapi markas besar SAS sendiri ada di Sigtuna (Stockholm Arlanda Airport), Swedia. Maskapai yang berdiri sejak 1946 ini dulu bernama Scandinavian Airlines System, namun kemudian kata System di-drop dari nama mereka. Tapi karena publik sudah telanjur mengenal nama SAS maka perubahan nama ini praktis tidak berefek terhadap publik.

SAS tidak hanya melayani penerbangan ke Eropa. Namun juga ke Amerika dan Asia. Memang SAS belum punya armada langsung ke Indonesia. Tujuan penerbangan terdekat dari Indonesia yang masih di-cover SAS adalah Thailand (setahu saya). SAS tampaknya cukup antusias menyikapi animo traveling warga Asia, terbukti dengan promosi mereka bahwa di akhir tahun ini SAS akan membuka penerbangan langsung ke Hongkong.

Scandinavian Airlines punya program keanggotaan buat frequent flyer, yang bernama EuroBonus. Tapi saya tidak ikutan program ini.

Nah, kapan sebaiknya kita memilih SAS? Sesuai namanya SAS melayani penerbangan dengan destinasi utama Stockholm (ARN/STO), Copenhagen (CPH), dan Oslo (OSL). Terbang dengan asal dan tujuan antarkota tersebut tentunya paling mudah jika menggunakan SAS. Lalu, kalau kalian ingin berkunjung ke salah satu dari tiga negara itu kalian bisa memilih SAS sebagai mitra terbang. Atau kalau kalian terbang dari negara itu menuju negara Eropa lainnya, kalian juga bisa memilih SAS.

Harga vs Servis di bandara

Di luar ekspektasi kita terhadap produk Skandinavia yang selalu berlabel harga tinggi atau setidaknya membuat dompet berdarah, tiket SAS bisa dibilang tidak terlalu mahal. Ekspektasi “jangan-jangan ini layanan budget” pun pasti melintas di kepala. Kok bisa ya barang Skandinavia tidak mahal, apa barangnya bagus?

Mari kita lihat.

Check in station untuk Scandinavian Airlines di Stockholm Arlanda Airport, Swedia.

Di sinilah para calon penumpang bisa melakukan self check-in dan luggage tag printing.

Tampilan station self check-in dari dekat. Semua sudah menggunakan teknologi layar sentuh, teknologi gesek kartu member, ataupun pemindaian kartu khusus (yang saya tidak paham).

 

Saya baru pernah naik SAS satu kali hingga detik ini: Flight dari Stockholm ke Amsterdam. Kelas ekonomi. Mei 2015.

Sesuai dugaan SAS adalah penguasanya Stockholm Arlanda Airport, bandara di mana saya berjumpa dengan layanan maskapai ini secara langsung. Terminal self check-in biru-biru memang sangat dominan di bandara yang logonya juga berwarna biru ini. Klop deh 🙂

Ternyata SAS sudah mengadopsi sistem self-check in PLUS self-luggage drop. Tak ubahnya seperti maskapai kelas dunia, semisal KLM atau AirFrance. Jadi, mekanisme self-check in dimulai ketika kita memasukkan kode booking ke mesin dan dengan sedikit verifikasi sederhana mesin akan mengeluarkan boarding pass plus luggage codeLuggage code ini dicetak dalam bentuk barcode. Setelah selesai cetak mencetak maka kita harus memasangkan luggage code yang berbentuk stiker itu ke bagasi kita sendiri. Ingat, harus kita yang menempel sendiri ya, tidak ditempelkan oleh petugas seperti di Indonesia 😉

Lalu kita akan menggeret bagasi ke luggage drop station. Di sini ada seorang petugas yang membantu kita memindaikan barcode di luggage code sticker kita. Setelah kode dipindai barulah bagasi kita bisa di-drop.

Kapankah kita bisa mulai men-drop-kan bagasi? Ini yang saya tidak tahu persis. Selama masih dalam batas kewajaran alias kurang dari 3 jam sebelum penerbangan, tampaknya tidak ada masalah.

Di bandara Copenhagen Kastrup Denmark, saya sempat melihat juga bahwa SAS pun merajai bandara superkomprehensif tersebut. Sama seperti di Stockholm, mereka pun punya station eksklusif untuk informasi dan bantuan di sini, di samping punya counter check in dan kedatangan yang bejibun.

Ketentuan barang bawaan

Ini dia momok buat orang Asia yang bawaannya cenderung bejibun ke mana-mana. Berkaca dari pengalaman, membawa bagasi dalam jumlah (baca: pieces) banyak bisa menjadi bencana di penerbangan dengan maskapai Eropa. SAS termasuk.

Seperti halnya transportasi Swedia dan Denmark yang pernah saya bahas di postingan lain, SAS juga menerapkan disiplin tinggi soal bagasi yang boleh dibawa ke kabin. Satu penumpang hanya diperkenankan men-drop-kan satu bagasi dengan bobot maksimal 23 kg, membawa satu bagasi kabin yang ukuran dan beratnya dibatasi, dan membawa satu bagasi kabin tambahan yang ukurannya lebih kecil. Dua bagasi yang digeret ke kabin itu berat masing-masingnya tak boleh lebih dari 8 kg. Bagaimana kalau dilanggar?

Pengalaman saya: Saya memasukkan satu koper ke bagasi, lalu masuk kabin dengan membawa satu ransel, satu tas pinggang, dan membawa satu kantong karton. Berhubung masuk ke kabin itu ngantri, barang-barang bawaan saya terlihat oleh awak kabin yang menyambut penumpang di pintu. Saya pun dipanggil oleh salah satu dari mereka. Wah, ada apa ini?

Ternyata ketakutan saya hanya dibalas, “Miss, sorry… You have to put one of your luggage below your seat, and another one on the compartment above you. Thanks.

Oops. Jadi dia hanya melihat dua dari tiga barang? Oke… Untung bawaan saya tidak disita 🙂

Tapi sebaiknya jangan tiru apa yang saya lakukan waktu itu.

Di dalam pesawat

Seluruh informasi penerbangan dibacakan awak pesawat dan pilot dalam bahasa Swedia dan Inggris. Barangkali karena pesawatnya dari Swedia. Entah ya kalau pesawatnya berangkat dari Denmark, apakah bahasanya jadi Denmark dan Inggris? Tidak tahu, maaf 😦

Pramugari SAS rasanya bisa dibilang standar pramugarinya maskapai Eropa: Wajahnya tidak harus supercantik atau khas Nordic, badan tidak harus betul-betul langsing ideal seperti supermodel, dan rambut tidak harus pirang, namun yang terpenting adalah tinggi badan dan kekuatan mengangkat bagasi kabin penumpang.

Berhubung SAS ini semi-budget, tidak ada in-flight entertainment. Hanya tampak tray table yang terlihat terbuat dari materi yang kuat dengan tampilan bersih sederhana tanpa neko-neko. Seluruh pernak pernik didesain dengan warna biru tua, sesuai warna kebesaran SAS.

Untuk mengetahui menu apa yang cocok dengan selera, kita tinggal membuka katalog SAS Eat and Drink yang disajikan dalam kantong di depan tempat duduk kita.

Selain soal makanan, SAS juga menjajakan sejumlah barang menarik lewat layanan SAS Store. Katalognya pun sama dengan SAS Eat and Drink, tersedia di setiap kursi penumpang.

Soal mata uang, SAS sangat fleksibel karena mereka bisa menerima alternatif enam mata uang sekaligus untuk transaksi Store: SEK (Swedish Krona), DKK (Danish Krone), NOK (Norwegian Krona), Euro, GBP (Great British Poundsterling), dan USD. Empat mata uang yang disebut duluan tadi pun berlaku untuk transaksi Eat and Drink.

Untuk layanan kelas ekonomi, SAS tidak menyediakan konsumsi gratisan di pesawat. Jadi, kita yang menggunakan layanan ekonomi perlu membeli makanan atau minuman jika ingin. Kecuali jika ingin ngeteh atau ngopi, nah dua minuman ini tersedia secara gratis.

Katalog Scandinavian Eat and Drink. Ingat ini tidak gratis loh ya!

Ini contoh menu yang ada di dalam katalog Scandinavian Traveler. Kita bisa lihat harga produk semua disajikan dalam empat mata uang (DKK, NOK, SEK, dan EUR), serta ada nilai EuroBonus points yang bisa diraih dengan membeli produk tersebut.

Katalog SAS Store, yang berslogan “premium products at great prices”. Katalog ini dikeluarkan tiga bulan sekali. Ini adalah katalog edisi musim semi 2015.

 

Untuk mengusir kebosanan, SAS punya majalah intrapenerbangan bernama Scandinavian Traveler. Sesuai ekspektasi, majalah ini 100% berbahasa Inggris. Namun soal topik tentunya topik utama mereka tak lepas dari tiga negara pemilik SAS ini. Misalnya saja di Mei 2015, topik utama yang dibahas di majalah ini adalah soal musisi-musisi Swedia yang sukses di dunia musik sejak zaman ABBA hingga kini. Saya juga sempat membaca biografi menegangkan dari seorang jurnalis legendaris Norwegia yang amat piawai meliput berita dari Uni Soviet dulu, tapi lupa namanya. Lalu saya tertidur… #halah

In-flight magazine Scandinavian Airlines, yang bertajuk Scandinavian Traveler, edisi Mei 2015.

 

Kesimpulan

SAS ini maskapai yang tampaknya bertaraf semi-budget namun layanan self-check in dan self-luggage drop-nya sudah cukup maju. Penerbangannya cukup nyaman namun makan minumnya bayar. Majalahnya juga lumayan bagus. SAS bisa jadi pilihan utama untuk terbang di seputar Skandinavia, baik dari ataupun ke Stockholm, Copenhagen, dan/atau Oslo.

Rating: 7/10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s