[Amsterdam/Lisse] Menikmati Tulip di Keukenhof

Keukenhof: Dunia mengenalnya sebagai taman terindah di musim semi, karena warna warni mekar tulip di mana-mana yang hanya buka selama lebih kurang dua bulan dalam setahun. Sejumlah fakta ini sudah cukup membuat kunjungan Keukenhof adalah wajib apabila berwisata ke Belanda di musim semi.


Merencanakan kunjungan

Meskipun kantornya selalu buka sepanjang tahun, keseluruhan taman Keukenhof hanya buka selama sekitar dua bulan dalam setahun, sesuai dengan puncak musim semi di Belanda bagian utara. Untuk tahun 2015, Keukenhof buka di tanggal 20 Maret sampai dengan 17 Mei. Sementara di tahun 2016 nanti, Keukenhof hanya buka di tanggal 24 Maret sampai dengan 16 Mei. Jadi jika kalian benar-benar ingin menikmati tulip, kunjungan ke Belanda harus diatur agar berada di tanggal-tanggal di mana Keukenhof masih buka.

How to get there

Memang ada banyak cara untuk tiba di Keukenhof. Namun, mengingat sebetulnya Keukenhof tidak termasuk wilayah kota Amsterdam, artinya kita tidak bisa hanya mengandalkan tiket GVB untuk berkunjung ke sana (coba baca entri blog saya tentang Transportasi di Amsterdam). Belum lagi ditambah ribetnya transportasi Amsterdam yang butuh waktu agak lama untuk dipahami dengan baik, mengunjungi Keukenhof bisa jadi tricky.

Namun jangan khawatir. Buat pengunjung yang akan berangkat dari Amsterdam, pihak Keukenhof sudah menyediakan pembelian tiket masuk Keukenhof plus tiket bus dari Amsterdam menuju ke Keukenhof. Nama paketnya adalah Combi Ticket. Bus ini terdiri atas dua gelombang yaitu bus 157 yang menuju ke Schiphol Airport, dilanjutkan dengan bus 858 yang bergerak dari Schiphol menuju Keukenhof. Tenang saja, tiket bus di-cover bolak-balik.

Adapun, menangkap bus 157 bisa jadi agak tricky pula, karena bus ini bisa dicegat di dua halte yaitu Leidseplein ataupun Museumplein. Awas karena halte yang saya maksud bukanlah halte Leidseplein atau Museumplein untuk tram atau bus!

Untuk Leidseplein, ada halte khusus bus 157 sekitar 20-25 meter (kalau tidak salah perkiraan) dari halte bus dan tram; tinggal berjalan lurus saja tidak terlalu ribet.

Sementara Museumplein, jika kalian datang dari arah Museumplein/Rijksmuseum maka halte yang saya maksud ada di jalanan di sebelah kiri Concertgebouw (patokan: halte bus dan tram Museumplein terletak persis di seberang Concertgebouw, menghadap ke arah Museumplein/Rijksmuseum).

Kalau kalian memilih untuk membeli kartu Holland Pass, kabar baiknya adalah harga kartu sudah termasuk harga tiket masuk dan harga bus dari Amsterdam menuju Keukenhof. Jadi tidak perlu membeli paket Combi Ticket lagi.

Di bandara Schiphol, pintu menuju ke Keukenhof ditandai dengan sangat jelas dan di dinding yang mengarah ke gerbang terminal Keukenhof selalu ada di sehingga kita tidak perlu khawatir tersasar. Yang perlu diingat adalah patokannya, yaitu Starbucks (arrival hall 4) dan bola KLM.

Explore Keukenhof

Gerbang masuk Keukenhof ditandai dengan desain gerbang klasik dan bendera Belanda di atasnya. Ketika masuk, kita akan disambut sebuah air mancur bulat, yang dikelilingi sejumlah kios makanan, kafetaria, dan toko suvenir. Tidak lupa ada pemusik lokal yang bisa memainkan lagu modern menggunakan instrumen tradisional.

Menjelajahi Keukenhof bisa jadi membosankan bila pengunjungnya tidak suka bunga-bungaan. Karena memang taman ini berisi bunga tulip di mana-mana, dengan berbagai bentuk dan warna yang terkadang kita pun tidak menyangka bahwa itu bunga tulip. Di beberapa titik ada sejumlah pemandangan menarik yang bisa dibilang menyejukkan dan romantis. Misalnya di tepi sungai (berhubung di sungai ini banyak angsa dan bebek), atau di taman-taman kecil, ataupun di tepi air mancur. Buat penggemar bunga, bisa dibilang tak ada tempat yang tidak indah di dalam taman Keukenhof. Atau buat yang ingin cuci mata dan melihat ragam warna warni indah, inilah tempat yang paling tepat.

Waktu saya berkunjung cuaca sedang hujan sepanjang hari, sesuai ramalan cuaca sejak beberapa hari sebelumnya. Namun uniknya hujan tidak sedikitpun membuat pemandangan Keukenhof berubah jadi kurang menyenangkan. Menurut saya tetap sama saja, malah justru pemandangan jadi lebih unik.

Tulip bertabur di tepi sungai.

 

Ini tulip merah putih.

 

Ini lokasi favorit saya di Keukenhof.

 

Inilah bagian Keukenhof yang dijiplak China di Window of The World, Shenzhen.

Jika kalian berminat bercocok tanam tulip, kalian bisa mengunjungi museum Willem-Alexander. Di sana dipajang cukup banyak benih tulip yang bisa dibawa pulang untuk dibudidayakan sendiri. Namun perhatikan bahwa bunga ini membutuhkan iklim subtropis sebagai prasarana hidupnya. Salah-salah, bercocok tanam tulip di Indonesia bisa mendatangkan kematian bagi sang bunga yang capek-capek dibeli dari Belanda.

Di pojok belakang taman Keukenhof yang cukup luas ini, ada istana Miffy sang kelinci. Buat pengunjung yang membawa anak, rasanya wajib mampir ke tempat ini. Miffy yang menjadi simbol kartun bagi anak-anak di Belanda ini juga turut tersaji dalam bentuk suvenir-suvenir yang menarik di sebuah kios kecil di sana.

Miffy dan dua pasang sepatu kayu. Spot foto keluarga yang menarik.

 

Dan inilah isi tokonya: Boneka-boneka Miffy bertaburan.

 

Masih di pojok belakang, sekeluarnya dari toko Miffy tadi, kita bisa melihat sebuah kincir angin besar. Kincir ini menandai ujung belakang dari taman Keukenhof. Di sana kita bisa masuk ke kincir dan berfoto di atasnya. Atau jika berminat, kita pun bisa berfoto di atas sebuah perahu di sungai kecil yang ada di dekat kincir tersebut. Perahu yang digunakan pun dihiasi dengan kumpulan bunga tulip berwarna warni, sehingga tempat ini pun menjadi spot berfoto yang menarik buat pengunjung yang berpasangan.

 

Kincir angin yang menandai ujung dari taman Keukenhof.

 

Perahu-perahu di sungai yang ada di dekat kincir Keukenhof. Lagi hujan, jadi perahu tidak beroperasi maksimal.

 

Setelah selesai mengunjungi taman lalu ingin membeli suvenir? Tenang saja, pintu keluar yang aktif memang hanya satu, yaitu pintu masuk tadi. Kembali ke sana untuk mengunjungi toko suvenir. Di sana dijual berbagai suvenir Keukenhof dan Belanda dalam berbagai tema. Jadi tidak semua suvenirnya bergambar bunga, lho. Banyak juga suvenir yang menggunakan nama Amsterdam, atau bahkan Holland. Lalu menariknya lagi, kita bisa meminta amplop bungkusan suvenir dalam jumlah banyak apabila memang berniat membagi-bagikan suvenir ini untuk beberapa orang.

Dan tentunya petualangan mengunjungi taman tulip ini adalah pengalaman tak terlupakan.

 

[20150503]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s