[Copenhagen] Sistem Transportasi

Lagi-lagi sesuai prediksi, sistem transportasi di Copenhagen sangat mudah dipahami dan diikuti, bahkan lebih mudah lagi daripada Stockholm (ibukota negara tetangganya). Barangkali karena kota Copenhagen tidak besar, dan sistem yang sudah ada masih sederhana dan cakupannya belum terlalu luas, jadi peta sistem transportasinya pun masih bisa dibilang simpel.

Paket Transportasi

Sistem transportasi CPH sudah terintegrasi seluruhnya, artinya kita cukup menggunakan satu jenis tiket dan tiket itu bisa berlaku di semua jenis transportasi umum di ibukota Denmark ini.

Paket transportasi yang biasanya diambil oleh para turis ada dua macam, yaitu Copenhagen Card dan Copenhagen City Pass. Bedanya di mana?

Copenhagen Card, yang iklannya lebih gencar buat para turis, merupakan paket bundling tiket transportasi umum dan tiket masuk ke beberapa atraksi terpilih (museum termasuk).

Sementara Copenhagen City Pass adalah paket tiket transportasi umum tanpa tiket atraksi dan tiket museum. Soal harga, tentunya City Pass memiliki harga lebih murah dibandingkan CPH Card. Harga City Pass untuk dewasa adalah DKK 200 untuk 72 jam dan DKK 80 untuk 24 jam (zona 1-4); sedangkan harga CPH Card antara lain EUR 48 untuk 24 jam, EUR 67 untuk 48 jam, EUR 79 untuk 72 jam, dan EUR 107 untuk 120 jam (perhatikan perbedaan mata uang, EUR 1 kira-kira sama dengan DKK 7,5).

Contoh Copenhagen City Pass untuk dewasa. Perhatikan bahwa tiket ini mencantumkan zona dan mencantumkan tanggal dan jam akhir masa berlaku. Tiket ini harus disimpan dengan baik karena bentuknya hanya selembar kertas biasa, sehingga rawan terselip atau tertekuk.

 

Untuk para turis yang sering menggunakan transportasi umum tapi kurang menyukai museum, lebih dianjurkan membeli tiket City Pass saja, karena City Pass sudah mencakup zona 1 sampai 4. Karena jika turis hanya membeli paket zona 1 dan 2 saja, maka paket yang dibeli tidak mencakup bandara. Di sisi lain, mencapai bandara dengan taksi bukanlah pilihan yang baik karena ongkosnya bisa memakan biaya DKK 375-600!

Peta Metro Copenhagen di tahun 2015. Mungkin ke depannya peta ini bakal berubah drastis, karena sedang ada banyak pengerjaan stasiun metro di kota ini.

 

Merasa bakal jarang naik transportasi umum karena memilih naik sepeda? Mungkin membeli single ticket adalah opsi lainnya. Harga single ticket untuk sekali perjalanan sangat tergantung dari zona titik asal dan zona tujuan, berkisar mulai dari DKK 24-36 per perjalanan.

Mungkin harga paket transportasi terkesan mahal. Plus sistem naik Metro di Copenhagen juga pakai jujur-jujuran. Kalau mau naik Metro tidak perlu scan tiket atau ada petugas yang memeriksa setiap penumpang yang mau naik; jadi tidak pakai kartu pun, seolah-olah tidak apa-apa. Beda dengan bus di mana kita harus selalu perlihatkan tiket ke sopir. Tapi jika kebetulan sial, ada petugas patroli lewat di dalam Metro dan mereka bertugas menangkapi penumpang tanpa tiket. Jika sampai tertangkap, maka denda yang dikenakan bisa mencapai DKK 750 (EUR 100), atau mungkin lebih tinggi lagi. Ditambah fakta bahwa petugas patroli tersebut lebih sering menyasar penumpang-penumpang yang “terlihat (atau berkelakuan) seperti turis”. Jadi, pertimbangkan risiko dan manfaatnya sendiri jika kalian mau mencoba naik ke transportasi umum CPH tanpa tiket.

Peta Transportasi buat Turis

Bingung bagaimana cara mencapai tempat yang kalian mau di CPH namun tidak tahu bus apa atau stasiun metro apa yang paling dekat dengan tempat itu? Tidak masalah. Pemerintah setempat sudah membuatkan peta yang cukup representatif menggambarkan objek-objek wisata plus kendaraan umum apa saja yang lewat di dekat objek wisata itu. Peta ini sangat mudah dipahami bahkan oleh newbie sekalipun.

Buat kalian yang penasaran bisa cek peta yang saya maksud di link ini. Jika kalian memiliki rencana untuk eksplorasi CPH sendiri tanpa bantuan tur (seperti yang saya lakukan), jangan lupa selalu bawa peta ini bersama kalian.

Sistem Metro

Sampai saat ini CPH baru memiliki dua line metro, yaitu M1 (line hijau) dan M2 (line kuning). Sistem metro yang baru dibuka sejak 2002 ini tentunya masih dalam pengembangan, karena perencanaan titik-titik untuk M3 dan M4 bahkan sudah dibuat. Menurut informasi, di tahun 2019 sistem metro ini akan rampung untuk 4 jalur tersebut.

Seluruh pintu stasiun metro CPH memiliki dua bangunan hallmark: Sebuah lift dengan logo huruf M besar dan nama stasiun persis di bawahnya, dan sebuah ruang terbuka yang memuat tangga untuk turun ke platform kereta. Umumnya bangunan hallmark stasiun metro ini selalu diletakkan di lapangan terbuka, yang jumlahnya cukup banyak di Copenhagen. Tidak semua platform terletak di nomor lantai yang sama, namun patokannya adalah “turun eskalator sampai paling bawah” atau “turun lift sampai paling bawah”. Dengan demikian kita pasti akan menemukan platform.

Berbeda jauh sekali dengan Stockholm, bagian dalam stasiun metro CPH memiliki tampilan metalik yang seragam dan terkesan monoton, namun sangat bersih dan teratur. Selain duratrans iklan dan informasi di tempat-tempat tertentu, nyaris tidak ada hiasan yang bisa dinikmati selama kita berada di dalam stasiun metro. Namun jangan khawatir, papan informasi tetap ditampilkan dengan sangat jelas.

Stasiun metro Kongens Nytorv, stasiun favoritnya turis karena stasiun inilah yang terdekat dari Nyhavn.

Setelah melihat sistem metro dari beberapa kota, saya menyimpulkan metro CPH ini tergolong unik. Tidak menggunakan manusia sebagai controller lagi seperti halnya metro di beberapa kota lain, dan kereta metro-nya yang sama sekali tidak berisik (karena platform-nya 100% tertutup). Sering kita harus mengandalkan mata untuk melihat datangnya metro.

Adapun Metro adalah pilihan terbaik untuk transportasi cepat ke titik tujuan, karena kecepatannya lebih tinggi daripada bus. Sebagai referensi, waktu tempuh kereta Metro dari bandara CPH sampai ke Christianshavn adalah sekitar 14-15 menit, dari bandara CPH sampai ke Kongens Nytorv adalah sekitar 17-18 menit, dan dari bandara CPH sampai Vanløse adalah sekitar 23-25 menit.

Sistem Bus

Ada beberapa jenis bus yang biasanya beredar dari halte ke halte, yaitu bus-A, bus-S, dan bus-N.

Bus-A beroperasi di pusat kota, dan biasanya mampir di suatu halte setiap 3-10 menit.

Sementara itu bus-S yang hanya berhenti di sedikit halte sehingga lebih cepat mengantar penumpang ke tujuan, muncul setiap 5-20 menit dan tidak beroperasi di malam hari.

Sebagai gantinya, di jam 1-5 pagi, ada night-bus (bus-N) yang hanya berhenti di halte dengan tanda khusus.

Adapun, bus-bus yang melintas biasanya memuat huruf yang sesuai dengan karakteristik busnya. Misalkan bus 9A, berarti ini termasuk bus A; demikian juga bus 250S yang menunjukkan nomor dari bus S.

Bus Copenhagen mirip dengan bus di Eropa pada umumnya, hanya memiliki kursi dalam jumlah sedikit, dan ada space khusus untuk pengendara sepeda serta ibu yang membawa anak dalam stroller. Di sini ada semacam aturan tidak tertulis bahwa semua ibu yang membawa anak, semua penderita disabilitas, semua pengendara sepeda, dan semua lansia wajib diprioritaskan untuk mendapatkan tempat duduk atau berdiri di tempat yang sesuai. Jadi, jika kebetulan melihat orang-orang yang saya sebutkan tadi, jangan tunggu untuk menawarkan kursi kita (setidaknya, inilah yang dilakukan penduduk lokal).

Untuk menentukan bus mana yang mau dinaiki, jangan lupa perhatikan titik-titik ujung bus yang tertera di halte, lalu cek trayek bus tersebut di peta yang terpasang di dinding halte yang bersangkutan. Jangan sampai kalian naik ke bus yang berlawanan arah gara-gara lupa mengecek hal ini, apalagi jika kalian hanya membeli single ticket.

Bus 2A dengan tujuan Kastrup station.

Sistem Kereta

Inilah satu-satunya metode transportasi CPH yang belum sempat saya coba. Konon sistem kereta S-train ini sama saja dengan sistem metro, namun perbedaannya adalah semua kereta yang beroperasi dipusatkan trayeknya pada Central Station. Saat ini ada sekitar 6 line kereta yang tersedia.

Copenhagen Central Station.

Menggunakan Sepeda

Buat traveler yang gemar bersepeda, mungkin rasanya belum komplit kalau belum mencoba bersepeda sambil mengeksplorasi CPH. Hal-hal yang perlu diperhatikan bisa dibaca selengkapnya di link ini, namun garis besarnya seperti ini kira-kira:

  1. Pengendara sepeda punya jalur khusus di jalan raya dan lampu lalu lintasnya beda dengan lampu lalu lintas buat pejalan kaki dan buat pengendara mobil.
  2. Jika pengendara sepeda mau naik kendaraan umum, tetap diperbolehkan. Pengendara sepeda wajib membeli tiket khusus untuk naik ke kendaraan umum tersebut, dengan harga DKK 13 untuk sekali jalan dan DKK 115 untuk 10 kali jalan. Tidak ada tiket untuk kereta S-train, alias pengendara sepeda boleh naik kereta tersebut secara gratis.
  3. Ingat bahwa setiap metro dan setiap bus hanya memiliki space untuk 2 sepeda. Selain itu, ada jam-jam tertentu (biasanya 7.00-8.30 dan 15.30-17.30) di mana sepeda dilarang masuk ke metro dan bus.

Jalur khusus pengguna sepeda di Copenhagen.

[20150513]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s