[Paris] Sistem Transportasi

Bicara soal transportasi di Paris memang menarik. Di satu sisi, Paris adalah salah satu kota dengan sistem Metro paling kompleks yang pernah saya saksikan. Pastilah effort membangun sistem Metro di sini amat luar biasa. Tapi di sisi lain, transportasi Paris terkadang bikin traveler jengkel lantaran ketiga bandara utama di Paris, plus Disneyland, tak satupun yang masuk dalam cakupan sistem Metro; alias harus menggunakan tiket yang dibeli terpisah, atau menggunakan paket tiket yang jauh lebih mahal.

“Metropolitain” di lingkup metropolitan

Begitu melihat sistem Metro Paris, alias “Metropolitain” untuk pertama kalinya, saya langsung berpendapat bahwa sistem Metro Paris ini benar-benar super-kompleks. Bayangkan saja, line-nya ada 16, plus ada 303 stasiun, dengan 62 stasiun merupakan stasiun interchange atau perpotongan. Menatap peta Metro Paris saja sudah bikin mata siwer. Saya pun berpikir, bagaimana cara penduduk Paris menghapal seluruh stasiun Metro mereka ya? Apa jangan-jangan mereka pun tidak hapal stasiun-stasiun ini saking banyaknya?

Peta Metro Paris. Super-kompleks namun interkoneksinya luar biasa. Klik untuk perbesar.

 

Menilik sejarah sistem Metro Paris, ternyata usianya sudah lebih dari 100 tahun. Oooooo… Pantaslah kalau sistem Metro yang satu ini sudah demikian ruwet dan maju jauh di depan sistem Metro di kota-kota lain. Hebatnya, para ahli abad 19 pun sudah berpikir sampai ke sistem Metro bahkan sejak tahun 1840-an!

Di tahun 1960-an, barulah dibangun sistem RER, yang menghubungkan antara region Paris yang dicakup sistem Metro dengan beberapa titik strategis di luarnya. RER inilah sistem yang mencakup bandara, termasuk Charles de Gaulle-Roissy dan Orly.

Melihat 16 line di peta Metro Paris pada awalnya agak membingungkan. Mencari satu stasiun dari 303 titik jelas butuh perjuangan tersendiri. Belum lagi warna line yang terkadang mirip lantaran ada 16 warna berbeda (sebagai contoh, coba bandingkan warna line 6, line 7bis, dan line 12; atau line 1 dan line 9).

Contoh daftar stasiun Metro Paris line 1. Warna line mana saja yang interchange bisa dilihat di masing-masing stasiun. Warna mirip? Sudah biasa! Klik untuk perbesar.

 

Meskipun demikian, transportasi Metro di Paris ini memiliki sistem yang sudah terkelola cukup baik. Kereta tak pernah terlambat, penunjuk arahnya jelas, dan bangunan-bangunan hallmark semua ditandai dengan amat jelas di peta Metro.

Untuk turis, tiket yang paling direkomendasikan adalah Paris Visite yang khusus meng-cover zona 1 sampai 3 atau zona 1 sampai 5. Tiket berukuran mungil ini tersedia dalam paket 1 hari, 2 hari, 3 hari, dan 5 hari. Selisih harga Paris Visite zona 1-3 dan zona 1-5 untuk jumlah hari yang sama, bisa dibilang cukup jauh. Contoh untuk paket 3 hari, Paris Visite zona 1-3 memiliki harga EUR 24,80. Sementara paket Paris Visite zona 1-5 untuk 3 hari berharga EUR 50,05. Lebih dari dua kali lipat ternyata! Lalu apa bedanya zona 1-3 dan zona 1-5? Disneyland dan bandara Charles de Gaulle termasuk dalam lokasi yang dicover oleh zona 1-5, namun tidak dicover zona 1-3. Jadi, kalau kalian ingin mengunjungi Disneyland dan hanya mengandalkan Paris Visite, sebaiknya perhitungkan kembali dan putuskan sendiri 🙂 Ada baiknya, kalian mencoba membeli tiket single return seharga EUR 15, mungkin jatuhnya akan lebih hemat.

 

Penampakan tiket Paris Visite zone 1-3, untuk 3 hari. Harganya EUR 24.8 (mahal juga ya).

 

Cara menggunakan tiket Paris Visite cukup mudah, yaitu cukup masukkan kartu tiket ke lubang tiket yang tersedia di pintu masuk stasiun Metro. Tunggu sebentar dan tiket akan keluar dari mesin setelah beberapa detik, dan pintu masuk stasiun pun terbuka.

Paris Visite juga menawarkan sejumlah kelebihan, antara lain berupa diskon-diskon menarik ketika kita berkunjung ke beberapa atraksi di Paris. Misalnya diskon 30% untuk tour Montparnasse, 20% untuk tour Arc de Triomphe, dan masih banyak lagi diskon lainnya yang bisa kalian simak di sini.Satu lagi soal tiket Paris Visite. Berhubung ukuran tiketnya sangat kecil dan harganya lumayan mahal, jagalah tiket ini baik-baik jangan sampai hilang. Bayangkan kalau tiket 3 hari atau tiket 5 hari kita sampai hilang!? Tips dari saya: Coba masukkan tiket Paris Visite ke dalam dompet tempat kalian menyimpan koin, atau ke dalam saku jaket di sisi dalam. Ingin memasukkan tiket ke dalam saku celana? Ingat untuk memasukkan seluruh bagian tiket ke dalam saku, jika kalian memakai celana bahan. Namun untuk pengguna celana jeans, hati-hati karena tiket ini mengandung pita chip di bagian atasnya, dan tentu saja gesekan bahan celana jeans bisa menggerus pita chip ini dan merusaknya.

Kalau kalian kebetulan adalah penggila museum dan memang punya dana lebih, sebaiknya jangan lewatkan Paris Pass. Tapi jangan lupa, kartu yang mencakup tiket transportasi, bus hop-on-hop-off, dan tiket masuk museum ini pun harganya tidak main-main. Paket termurah untuk dewasa 18 tahun ke atas, yang hanya berlaku dua hari, sudah dibanderol seharga EUR 122. Paket tersedia dalam pilihan 2, 4, dan 6 hari, dengan harga yang bisa dicek di sini. Yakin mau mencoba memanfaatkan semua fitur Paris Pass dalam waktu sesingkat itu? Silakan saja 🙂

Suasana di dalam stasiun dan Metro

Naik Metro di Paris memang memberikan aura unik.

Pertama, gerbang Metro di Paris amat mudah ditemukan. Tinggal cari saja gerbang yang berbentuk ukiran seperti foto berikut, dan bertulisan “Metropolitain” di bagian atasnya.

Pintu masuk stasiun Metro Louvre-Rivoli. Perhatikan bentuk gerbang bercat hijau yang merupakan ciri khas pintu masuk stasiun Metro Paris.

 

Kedua, aura vintage memang kental terasa di beberapa line. Contohnya line 2, yang memang amat legendaris dan sudah rampung sejak 1903. Atau line 12, yang seluruh papan nama stasiunnya masih dipampang dalam bentuk rangkaian ubin kotak, khas zaman dulu banget.

Papan nama stasiun Metro Abbesses (line 12).

 

Ketiga, akrabilah suasana naik turun tangga tiada habisnya. Stasiun Metro di Paris memang rata-rata menguras tenaga dan mengasah keterampilan menaklukkan tangga. Ingin mencoba tantangan sesungguhnya, silakan coba stasiun Metro Abbesses (line 12), yang merupakan stasiun Metro terdalam. Di dalam stasiun ini ada 115 anak tangga yang bisa dirasakan sendiri sensasi pegal-pegalnya. Dan sebagai catatan lagi, mencari eskalator di stasiun Metro Paris bisa dibilang amat sulit. Hanya sebagian stasiun yang memang menyediakan lift. Di sebagian besar stasiun, kita wajib memiliki keterampilan naik tangga yang mumpuni.

Keempat, suasana di dalam kereta Metro sendiri memang unik. Paris dikenal sebagai kota yang superpadat penduduk, sehingga bertemu pengamen, pengemis, sampai pencopet sudah bukan hal aneh di dalam kereta Metro ini. Pengamen-pengamen di Paris biasanya hobi membawa akordion dan memainkan lagu-lagu klasik, lho (jujur, mereka ini yang membuat suasana Paris jadi “Prancis banget”). Belum lagi kekerapan pemandangan penduduk yang meloncati pagar pembatas pintu masuk stasiun demi menerobos pintu tanpa menggunakan tiket.

Yang pasti, jangan panik atau buru-buru parno dalam menghadapi situasi ini. Selalu biasakan menyimpan kartu Paris Visite di tempat yang aman sebelum naik ke kereta Metro. Lalu jangan pernah pamerkan ponsel, dompet, dan money belt di dalam kereta Metro. Jangan pernah menatap mata siapapun. Selalu hindari kelompok yang memasuki kereta dalam keadaan mabuk (kali aja mereka pura-pura mabuk?). Selalu sigap, jangan tidur di dalam Metro. Yaaa… Intinya buat yang sudah terbiasa naik angkot atau naik metromini, ilmunya dipakai ya!

Dan yang terakhir, jangan terkaget-kaget jika beberapa sudut stasiun Metro banyak pengamen mendirikan posko dan langsung menggelar konser di tempat. Jangan terkaget-kaget pula jika terkadang tercium aroma pesing entah bekas buang air kecilnya siapa. Jangan pula terkaget-kaget melihat gerombolan scammer yang bakal mencoba meraih tangan kita ketika kita berjalan terlalu pelan atau menatap mereka. Intinya, selalu sigap di stasiun Metro!

Bonus: Di beberapa stasiun Metro, sering tercium bau urin entah dari mana. Saya rasa ini bukan tanda bahaya.

Funiculaire de Montmartre

Kereta curam khusus sudah disiapkan pemerintah untuk membantu para turis mendaki bukit Montmartre dan menikmati keindahan Basilica Sacré-Cœur. Funiculaire de Montmartre bisa diakses dari stasiun Metro Anvers, dengan menggunakan tiket Paris Visite, secara gratis. Bahasan soal ini akan disinggung lebih dalam di ulasan saya soal Basilica Sacré-Cœur.

Naik taksi

Kalau biaya hidup Paris bisa dibilang tinggi, biaya taksi di Paris pun bisa dibilang mencekik, terutama kalau dana kita lagi minim.

Sudah rahasia umum bahwa jika dana amat cekak, jangan pernah mencoba naik taksi dari bandara Charles de Gaulle-Roissy menuju pusat kota Paris. Ongkosnya bisa menembus tiga digit dalam mata uang Euro. Mau naik taksi dari bandara Charles de Gaulle-Roissy tadi hingga Montmartre, biaya yang dihabiskan bisa sampai EUR 60-70. Bagaimana dengan Orly? Kabar buruk, Saudara-saudara: Setali tiga uang!

Kabar baiknya, sebetulnya Paris punya sistem taksi G7 yang menyediakan layanan online, hotline, plus servis khusus bahasa Inggris yang diperuntukkan bagi turis-turis yang tak bisa berbahasa Prancis. Jadi, asalkan kita mendapatkan akses online, kita bisa dengan mudah memesan taksi G7 ini untuk tujuan ke manapun. Taksi G7 juga cukup nyaman dan pengemudinya bersahabat; mereka selalu sigap membantu penumpang dengan bagasi-bagasinya.

Hanya saja barangkali hal yang patut disayangkan adalah soal argometer. Sistem pesanan taksi online di Paris agak unik mengingat taksi-taksi ini selalu menghitung argometer sejak mereka menurunkan penumpang terakhir. Beda dengan taksi pada umumnya di mana mereka selalu menghitung argometer sejak mereka menaikkan penumpang. Jadi, bukan perkara aneh kalau kita masuk ke taksi Paris dan menemukan angka argometer sudah mencapai EUR 8 sekian, bahkan pernah ada kasus argo sudah mencapai EUR 15. Waktu saya menjajal taksi pesanan di Paris, argometer sudah menunjukkan angka EUR 7,90 ketika saya masuk. Untung belum sampai 15!

Suasana di dalam taksi G7 Paris. Brosur-brosurnya boleh diambil, gratis!

Tips murah ke bandara

Paris memiliki tiga bandara utama.

Namun sudah rahasia umum pula bahwa untuk mencapai bandara di Paris bukan perkara mudah kalau kita hanya mengandalkan tiket-tiket paketan untuk turis.

Jika kalian menginginkan metode paling praktis, saran saya adalah siapkan dana dan gunakan taksi saja. Namun jika bagasi kalian kecil atau sedikit, dana terbatas, dan merasa sanggup mencapai bandara dengan menggeret bagasi sendirian, silakan coba transportasi umum yang jelas-jelas harganya jauh hemat.

Bandara Charles de Gaulle-Roissy (CDG) terletak di utara Paris, dapat dicapai dengan bantuan RER B. Harga tiket sekali jalannya EUR 10. Lagi-lagi ini tidak masuk paket Paris Visite, namun jika kalian membeli paket zona 1-5, maka bandara terbesar Paris ini masuk dalam cakupan wilayah.

Bandara Orly (ORY) yang terletak di selatan Paris, dapat dicapai dengan bantuan RER B atau RER C. Harga tiket antara EUR 7-12, belum termasuk dalam paket Paris Visite. Simak cara-cara mencapai bandara Orly di sini.

Bandara Beauvais-Tillé (BVA), yang terletak sangat jauh di utara Paris, dapat dicapai dengan bantuan TER (kereta regional) atau Supershuttle. Biaya per dewasa adalah EUR 32 untuk return ticket ke Paris. Sebaiknya jangan pernah mencoba naik taksi menuju pusat kota Paris dari bandara budget ini, karena biaya yang dihabiskan bisa mencapai EUR 200. Berhubung bandara ini hanya menyediakan servis penerbangan budget, perhitungkan apakah penghematan tiket kalian sebanding dengan pengeluaran tambahan untuk transportasi ke pusat kota Paris. Selamat menghitung.

 

Jadi akhir kata, saya menyimpulkan bahwa sistem transportasi di Paris ini sudah cukup bagus dan terstruktur dengan baik. Namun yang patut disayangkan mungkin soal suasana di dalam kereta Metro yang agak kurang memberi rasa aman, plus suasana di stasiun Metro yang terkesan kurang terawat.

 

[20150507]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s