[Stockholm] Sistem Transportasi

Sesuai ekspektasi, sistem transportasi di Stockholm sangat mudah dipahami dan sama sekali tidak ribet. Semuanya bisa dipelajari sendiri lewat internet, atau mungkin dengan bertanya ke teman yang pernah main ke kota yang diklaim sebagai Capital of Scandinavia ini.

Intinya, Stockholm mengenal beberapa sistem transportasi yang semuanya sudah diintegrasikan jadi satu, di bawah naungan SL. Ada metro, bus, dan beberapa sistem lainnya yang belum sempat saya coba. Seluruh tiket ini meng-exclude airport. Jadi, untuk akses dari kota Stockholm menuju airport (saya asumsikan airport Arlanda), diperlukan tiket terpisah. Bisa menggunakan tiket bus (Flygbussarna atau Swebus), atau kereta Arlanda Express (yang stasiunnya bergabung dengan T-bana).

Untuk mengakomodasi kebutuhan turis, pemerintah menyediakan beberapa paket pilihan transportasi yang bisa dibeli dengan harga cukup bersahabat untuk ukuran Skandinavia. Salah satunya bisa dilihat di gambar, yaitu paket transportasi 72 jam. Paket yang saya coba ini bisa meng-cover seluruh jalur metro dan bus. Pastinya sistem lain yang belum saya coba tersebut juga sudah ter-cover. Dan masa berlakunya juga jelas sesuai di caption-nya, yaitu 72 jam sejak penggunaan pertama. Jadi, misalkan kita memakai kartu pertama kali di tanggal 1 Mei pukul 8.00, maka kartu akan berlaku sampai 4 Mei pukul 7.59.

 

 

Soal harga: Kartu pass 72 jam memiliki harga SEK 230 untuk 1 orang dewasa, dan kartu pass 24 jam yang berwarna ungu memiliki harga SEK 110 untuk 1 orang dewasa. Tidak ada kartu 48 jam. Untuk remaja berumur <20 tahun dan lansia, biasanya ada potongan harga. Untuk kartu 7 hari, tersedia layanan SL Access Card seharga total SEK 320 untuk 1 orang dewasa. Kehebatan kartu yang satu ini adalah bisa diisi ulang. Sementara kartu 24 dan 72 jam, tidak bisa.

Saya juga sempat punya kartu pass 24 jam lho:

Merasa kemahalan? Sebagai perbandingan, tiket SL untuk single journey memiliki harga SEK 36 dan hanya berlaku selama 2 jam. Selebihnya tiket tidak berlaku lagi dan tak bisa diisi ulang. Jadi, kalau dalam sehari kita berencana memakai transportasi umum lebih dari 3 kali, sebaiknya beli saja kartu pass sesuai lama hari kita tinggal di Stockholm. Bisa dipertimbangkan sendiri.

Berikutnya saya akan bahas tentang beberapa sistem transportasi Stockholm yang sempat dijajal.

Sistem metro, atau kereta bawah tanah, yang semuanya berpusat di stasiun T-Centralen. Penduduk lokal menyebut metro mereka dengan nama T-bana, atau Tunnelbana.

Suasana dalam T-bana Stockholm. Hampir bisa dijamin setiap penumpang bakal dapat tempat duduk.

Cara menggunakan T-bana sama saja dengan metro lain di seluruh dunia, yaitu menggunakan prinsip “hapal titik ujung dan warna jalur”. Tapi, ternyata untuk urusan warna jalur, pemerintah tampaknya sudah mengantisipasi kemungkinan warga buta warna akan kesulitan, sehingga mereka juga memasang nomor jalur yang bisa menjadi alternatif menghapal jalur metro.

Kalau kita punya kartu paket transportasi, cara pakainya juga unik: Scan cukup sekali saja, ketika masuk. Ketika keluar dari stasiun metro, kita tidak perlu scan kembali. Jangan remehkan tampilan kartu yang hanya berupa selembar kertas karton, karena kartu ini memuat chip yang bisa discan ketika kita masuk gerbang stasiun metro, dan uniknya scanner-nya pun memiliki tampilan kurang meyakinkan, but they work (hebat!).

Jika naik metro dari stasiun ujung, maka untuk naik ke metro kita perlu mengikuti tanda lampu “nasta tåg” atau “next train“, yang mengarahkan kita ke platform di mana kereta terdekat akan muncul.

Metro di Stockholm relatif sepi. Pemerintah membuatkan kereta metro yang demikian besar dan panjang, tapi jangan khawatir tidak dapat tempat duduk karena memang penduduk Stockholm sedikit.

Metro ini juga relatif sering stop mendadak, jadi ada baiknya tetap berhati-hati dan berdiri hanya ketika akan keluar stasiun. Yang jelas, ilmu metromini sangat berguna 🙂

Di dalam metro, semua petunjuk dipasang dalam bahasa Swedia, namun jangan khawatir karena nama stasiun berikutnya selalu dipasang dengan jelas. Seperti biasa, di dalam metro dilarang makan minum dan tidak boleh bawa piaraan (di Stockholm sudah lazim penduduk berjalan-jalan dengan membawa anjing). Dalam keadaan sepi, ada baiknya menghindari duduk di kursi yang bertulisan “prioritet sittplats” atau “kursi prioritas”, karena biasanya kursi ini diperuntukkan bagi ibu hamil, lansia, atau penyandang disabilitas.

Bagaimana dengan bus? Bus angkutan umum di Stockholm menggunakan bus-bus berwarna merah, dengan nomor digital di bagian kap bus sebelah depan dan belakang, dilengkapi dengan nama halte terakhir yang menjadi tujuan bus tersebut. Jadi, jangan khawatir salah mengenali bus, karena memang angka nomor bus terpampang sangat jelas. Lalu soal arah? Jangan khawatir juga. Di setiap halte selalu ada penjelasan rute bus, sehingga kita tinggal mengecek apakah memang kita harus naik bus itu, ataukah harus mengambil bus yang sama namun berlawanan arah.

Bus ini biasanya dibutuhkan penduduk untuk menjelajah daerah Skeppsholmen, Djurgården dan Skansen; karena taman-taman itu terletak di pulau tersendiri yang tidak di-cover oleh T-bana.

Ketika naik ke bus, jangan lupa scan kartu yang kita miliki setiap kali naik ke atas bus. Biasanya, alat pindai terletak persis di depan sopir. Jadi, kalau di Norwegia dan Denmark main jujur-jujuran, di Swedia tidak bisa begitu. Kalau kita tidak punya kartu atau pass, jangan harap bisa naik ke atas bus seenaknya. Kalau nekat, denda bisa mencapai SEK 1200 (!).

Di bus, hendaknya tetap jaga sikap berhubung kursi prioritas pun selalu tersedia. Selain itu, jangan berdiri sampai menghalangi jalan buat penumpang lain dan selalu siap siaga kalau-kalau bus berhenti mendadak. Ilmu metromini kembali berguna 🙂

Sebetulnya di Stockholm juga ada sistem ferry, namun saya tidak sempat mencobanya dan bahkan tidak mengetahui apakah ferry ikut di-cover kartu pass tersebut atau tidak, sayang sekali 🙂 Ferry ini biasanya dipakai untuk melintasi selat-selat di antara pulau-pulau kecil yang menyusun kota Stockholm. Misalnya ferry untuk melintasi Gamla Stan menuju Skeppsholmen.

Terakhir, untuk fasilitasi transportasi dari kota menuju airport Arlanda, tersedia beberapa tiket transportasi yang bisa dipilih.

  1. Flygbussarna, layanan airport shuttle yang terkenal dari Swedia dan mengantarkan para penumpang dari dan ke T-Centralen menuju airport apa saja (baik Arlanda, Bromma, maupun Skavsta). Misalkan kita mau menggunakan bus ini dari Arlanda menuju T-Centralen, maka biayanya (return tickets) adalah SEK 198 per dewasa (harga online, SEK 220 jika beli di bagian Informasi airport Arlanda). Bus ini berjalan tiap 15 menit sekali.
  2. Swebus, layanan bus antarkota yang cukup ekonomis. Selain ke Stockholm bus ini juga bisa mengantarkan penumpangnya ke Uppsala dan sejumlah kota-kota lain di Swedia. Harganya cukup murah yaitu SEK 119 per perjalanan. Jadi, jika tiket kita return (bolak balik) maka harganya tinggal dikali dua, menjadi SEK 238. Bus ini berjalan tiap 15 menit sampai 1 jam sekali, tergantung di jam berapa kita akan naik ke bus ini.
  3. Arlanda Express, layanan kereta cepat yang menghubungkan airport Arlanda langsung dengan pusat kota Stockholm. Beda dengan bus-bus yang jarak tempuh airport-kota-nya butuh waktu hampir 1 jam, kereta ini hanya butuh sekitar 20 menit. Tapi harganya juga lumayan: SEK 530 per dewasa (return tickets), atau SEK 280 per dewasa (single journey). Ada potongan harga yang lumayan besar untuk lansia 65 tahun ke atas.

Contoh tampilan tiket Flygbussarna di Passbook for iOS.

Sewaktu di Stockholm saya memilih menggunakan Flygbussarna karena sudah cukup familiar, serta pembeliannya bisa secara online dan tiket tidak harus dicetak. Jadi, untuk pemakai iPhone, sistemnya tinggal klik tautan di e-mail yang dikirimkan setelah kita melakukan pembayaran, dan tiket akan muncul otomatis di Passbook, dan ketika naik ke bus tinggal pindai barcode saja, beres :). Lama di jalan, tidak jadi soal… Tapi mungkin kalau kita sedang buru-buru, Arlanda Express adalah pilihan yang lebih baik.

Jadi, jangan khawatir dengan sistem transportasi Stockholm, semuanya sangat mudah dipahami 🙂

 

[20150518]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s