[Copenhagen] Beautiful Colorful Nyhavn

Sewaktu riset dalam perencanaan travel ke Copenhagen, Nyhavn tentu tidak bakal terlewatkan. Berbagai situs travel menyebutkan bahwa Nyhavn (yang dalam bahasa Denmark berarti “new harbour” atau pelabuhan baru) adalah salah satu ikon Copenhagen; dengan ciri khasnya berupa sebuah kanal dengan jejeran dua lajur bangunan-bangunan klasik artistik, yang dicat beda warna antara bangunan yang satu dan bangunan sebelahnya. Sehingga terlihatlah gambaran facade warna warni menarik di tepi perairan, yang tentunya akan sulit dilewatkan begitu saja. Maka dari itu saya bertekad harus berfoto di depan Nyhavn. Dan akhirnya berhasil… *berkacakaca* :’)

Mencapai Nyhavn bukanlah perkara sulit, sama seperti lokasi tempat-tempat pada umumnya di Copenhagen. Lokasinya bisa dibilang sangat-sangat strategis. Cukup naik metro, boleh jalur M1 ataupun M2, dan turun di stasiun Kongens Nytorv (tenang, metro Copenhagen sangat simpel, hanya terdiri atas dua line itu, jadi tidak mungkin tersasar). Setelah turun dari stasiun metro yang pintu keluarnya hanya satu ini, langsung cari pertigaan besar, yang tak lain mengepung King’s New Square. King’s New Square adalah lapangan yang sangat besar, tidak sulit mengenalinya (tapi sayangnya ketika saya datang kok malah lagi direkonstruksi… HIKS!). Jika sudah ketemu, berjalanlah ke arah taman tersebut, lalu ambil jalan ke kanan (di depan Det Kongelige Teater). Lewatkan belokan kanan pertama, lalu ambil belokan kanan yang kedua. Voila, kita sudah tiba di Mindeankeret (Memorial Anchor), sebuah patung jangkar raksasa yang menandai ujung dari Nyhavn. Apabila kelelahan, sebelum lanjut ke Nyhavn yang sebenarnya, kita bisa istirahat sambil duduk-duduk, ada lumayan banyak kursi di dekat sini. Omong-omong, Mindeankeret adalah tugu peringatan bagi tentara-tentara Denmark yang tewas dalam masa Perang Dunia II.

Mindeankeret (memorial anchor), terlihat tepat sebelum kita mendekati Nyhavn.

 

Saya datang ke Nyhavn menjelang matahari terbenam, sekitar pukul 21.15 (GMT +2). Kalau sudah jam segitu, tentunya sudah tidak ada aktivitas lagi di pelabuhan ini, sehingga pemandangan bisa dinikmati tanpa gangguan dari gerakan kapal-kapal yang lewat. Begitu kita melintas di hadapan Charlottensborg Palace (yang terletak persis di seberang Mindeankeret), facade warna warni khas Nyhavn langsung menyambut di depan mata. WOW! Akhirnya saya menyaksikan sendiri pemandangan yang selama ini hanya saya nikmati sebagai wallpaper laptop… Apalagi saat itu langit sudah mulai gelap, plus cuaca super-mendung siap hujan kapan saja. Keren abis! Benar-benar sebuah MISSION ACCOMPLISHED buat saya :’)

Melihat Nyhavn dari arah Kongens Nytorv, berarti menyaksikan beraneka ragam rumah dengan tinggi dan warna berbeda-beda berbaris di seberang kanal. Rumah-rumah yang berwarna-warni ini semua memiliki nomor ganjil berurutan. Saya pertama kali melihat Nyhavn 9-15. Unik dan lucu: Kelihatannya mungkin agak seperti rumah mainan, tapi ini bukan Lego, ini nyata rumah betulan. Di hadapan sebagian besar rumah, ada jejeran kafe tenda yang terlihat sudah mulai bergegas mau tutup (buset! Ngapain juga saya datang ke sini jam segini?). Salah satu rumah memperlihatkan papan nama raksasa bertulisan “Nyhavn 17”. Inilah salah satu restoran paling terkenal di daerah Nyhavn. Lalu di sisi sebelah sini rupanya ada rumah warna-warni juga, namun warnanya kurang ngejreng. Inilah barisan rumah nomor genap. Charlottensborg Palace tentu termasuk di jejeran bangunan ini.

Jarang diekspos: Inilah deretan rumah nomor genap di Nyhavn.

Salah satu pintu Charlottensborg Palace yang menghadap ke Nyhavn.

 

Jangan berhenti dulu! Lanjutkan perjalanan sampai bertemu jembatan. Nah, rupanya jembatan ini gelagatnya bakal jadi the future Pont des Arts. Sudah mulai ada beberapa gembok terpasang di tiang jembatan yang biasanya dipakai buat parkir sepeda ini. Uh… Semoga jembatan ini jangan sampai jadi seperti Pont des Arts aja deh, bertabur gembok lalu runtuh, sayang sekali!

Gemboknya sudah mulai banyak ya, ternyata…

 

Kalau kita tidak mengambil jembatan dan berjalan terus, kita bakal menemui Nyhavn 43-47, hingga agak ke ujung bertemu Nyhavn 71 yang sekarang menjadi hotel. Tapi kalau kita memilih menyeberangi jembatannya, bersiaplah untuk memasuki daerah yang cukup berangin namun cukup bagus untuk spot foto. Ya, seperti yang sudah saya jabarkan tadi, daerah sini terdiri atas banyak restoran dan kafe tenda. Jika ingin coba makan-makan di Nyhavn, silakan pilih karena memang restorannya bisa dibilang sangat banyak. Saya sendiri tidak sempat makan di daerah itu (sepertinya karena sudah kemalaman). Untuk harga makanan di sana tidak beda jauh dengan standar Copenhagen pada umumnya: Jangan heran bila seporsi makanan ukuran sedang saja harganya bisa mencapai DKK 200 (sekitar EUR 28 atau sekitar IDR 410.000). Jika berniat menghemat anggaran, pilihan makanan porsi kecil dengan harga di bawah DKK 100 juga tersedia.

Pemandangan kafe tenda di depan bangunan-bangunan nomor ganjil di Nyhavn.

 

Jika kita memilih jalan kaki di daerah Nyhavn deretan rumah nomor ganjil, hati-hati! Karena sebetulnya ruang antara kursi kafe tenda terluar dan parkir sepeda di pinggir pelabuhan itu muat dilewati satu mobil, dan sesuai dugaan, taksi sering lalu lalang di sini. Berhubung pemisah jalur di sini kurang nyata terlihat, kita harus waspada dengan taksi yang bisa jadi datang dari belakang kita.

Buat yang penasaran dengan Copenhagen Canal Tour, di ujung Nyhavn dekat Mindeankeret ada posko Canal Tour di mana kita bisa membeli tiket. Ada dua posko utama yang menjadi titik start Canal Tour di Copenhagen dan Nyhavn ini salah satu titik yang lumayan diminati (satunya lagi di Gammel Strand, dekat Christiansborg Palace). Harga paket turnya di bulan Mei 2015 adalah DKK 85 (sekitar EUR 11,5 atau sekitar IDR 175.000) per satu orang dewasa. Kalau ingin merasakan sensasi naik perahu di pelabuhan ini, kalian harus membeli tiket Canal Tour yang titik startnya dari Nyhavn, karena perahu yang start dari Gammel Strand tidak melewati Nyhavn dalam rutenya.

Ini dia pintu masuk Copenhagen Canal Tour. Tapi berhubung ini sudah jam 9 sore (alias malam), tournya sudah tutup.

Namun jangan berhenti di Nyhavn saja, masih banyak daerah menarik di dekat Nyhavn. Di mana saja itu? Nanti kita lihat…

[20150513]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s