[Stockholm] Tunnelbana Graffiti

Salah satu sarana transportasi umum di Stockholm adalah Tunnelbana alias T-bana, yang tak lain adalah kereta metro alias kereta api cepat yang menghubungkan titik-titik strategis di ibukota Swedia ini. Selain T-bana, memang ada bus dan ferry, namun T-bana ini memiliki keunikan tersendiri. Stasiun T-bana nyaris selalu terletak di bawah tanah, seperti halnya stasiun metro di negara-negara maju lainnya, dengan penanda berupa lingkaran putih berbingkai biru dengan huruf T besar di tengahnya. Kereta T-bana juga nyaris selalu tampak lengang: Begitu besar dan banyak kursinya, seolah tak sebanding dengan jumlah penumpang yang tidak terlalu banyak. Namun, titik keunikan utama T-bana sebetulnya terletak di… Stasiunnya.

PIntu keluar stasiun T-bana Kungstradgarden. Eh, patung apa itu? Mari kita lihat dalamnya!

Ya, salah satu daya tarik utama T-bana Stockholm ini adalah hiasan dan lukisan yang melekat di langit-langit dan tembok stasiun, dengan gambaran unik di tiap stasiun yang beda dengan stasiun lainnya. Dengan melihat gambaran langit-langit stasiun, kita sudah bisa mengenali stasiun T-bana apakah ini. Tampaknya, kreativitas para seniman di negara ini memang diarahkan untuk hal-hal positif, sehingga terwujudlah semacam galeri seni gratisan yang bisa dinikmati semua pengguna transportasi umum di Stockholm ini. Keindahan galeri seni gratis nan unik ini terbukti dari bejibunnya foto di internet yang menggambarkan keindahan wall graffiti dan dekorasi di beberapa stasiun T-bana.

Memang sih tidak semua stasiun ada art-nya (misalkan stasiun Ropsten yang malah mirip stasiun kereta tua dan agak terkesan angker), namun sejumlah stasiun memang menampilkan art cukup menarik.

Misalkan saja stasiun T-Centralen yang mengambil tema salju. Gambar molekul salju raksasa dicat dengan warna biru dan dasar putih pada langit-langit lorong percabangan platform T-bana.

 

T-Centralen: Partikel salju raksasa di tengah langit-langit.

 

Stasiun Kungstradgården juga menampilkan sejumlah patung pahatan di sepanjang jalan yang ditempuh sejak kita turun dari tram sampai menuju eskalator keluar. Bahkan sampai dibuatkan jembatan dan air terjun mini segala.

Kungstradgarden: Ada sofa di tengah langit-langit yang berbentuk mirip gambar jejaring. Pembatasnya bergambar logo radioaktif. Kreatif!

Masih di Kungstradgarden… Patung-patung ini membuat kita merasa sedang menaiki jembatan medieval.

Lukisan-lukisan maupun pahatan-pahatan ini membuat seolah-olah kita sedang berjalan di lorong museum, padahal sebetulnya kita sedang ada di stasiun metro, daaaan… Seperti yang saya bilang tadi, pastinya tidak ada biaya tambahan selain tiket transportasi untuk menikmati hiasan ala museum ini. Jadi, sembari menunggu T-bana datang, kita bisa sambil foto-foto.

Masih ada beberapa stasiun menarik yang tidak sempat saya dapatkan fotonya. Östermalmstorg, yang menampilkan tembok krem polos dengan coret-coretan sederhana namun bermakna perdamaian dan hak asasi manusia. Tekniska Högskolan, yang menampilkan langit-langit mirip ombak. Solna Centrum, yang menampilkan langit-langit merah darah khas, yang fotonya sering menjadi ikon yang mewakili art T-bana Stockholm. Rådhuset, yang menampilkan art berbentuk mirip bongkahan bebatuan cokelat di langit-langit stasiun. Dan pastinya masih ada sejumlah stasiun lain yang belum tersebutkan.

Saking menariknya, sampai-sampai ada beberapa penyedia layanan travel lokal telah menyiapkan tur keliling beberapa stasiun T-bana yang memiliki art menarik. Biayanya? Tidak terlalu mahal untuk ukuran Swedia, yaitu sekitar SEK 36 (sekitar EUR 4) per kali perjalanan, kita bisa mengeksplorasi stasiun sendiri, atau menggunakan pemandu. Contoh layanan tur yang tersedia antara lain [ini] dan [ini].

Konon art yang bertabur di 94 stasiun ini dirancang antara tahun 1950-an hingga 2000-an, dan beberapa stasiun malah seolah dibiarkan memiliki terowongan bebatuan (seperti stasiun yang tak selesai dibangun) agar kesan seni lebih terasa dengan adanya art ini.

Masih penasaran soal sejarah art di stasiun T-bana Stockholm? Bisa cek link ini untuk membaca lebih lanjut.

[20150501]
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s