Twivortiare 2 (Ika Natassa, 2014)

Identitas Buku

Judul buku: Twivortiare 2
Penulis: Ika Natassa
Genre: Fiksi, metropop, dewasa
Ukuran: 13.5 x 20 cm
Tebal: 488 halaman
Terbit: Desember 2014
Cover: Softcover
ISBN: 978-602-03-1136-4

 

 

 

 

 

 

Sinopsis Official

You know you’re in love with the right person when falling in love with him turns you into the best version of yourself.”

Setiap pasangan punya cerita masing-masing, kadang manis, kadang juga pahit. Enam tahun setelah Divortiare dan dua tahun setelah Twivortiare, Alexandra dan Beno kembali hadir melalui akun Twitter @alexandrarheaw. Melalui buku ini, kita kembali diajak “mengintip” kehidupan mereka sehari-hari, pemikiran Alexandra yang witty dan selalu apa adanya, bahkan merasakan langsung interaksi antar karakter-karakter yang diceritakannya. Membaca Twivortiare 2 seperti mendengarkan sahabat sendiri bercerita tentang manis dan pahitnya hidup, tentang pilihan, kesalahan masa lalu, dan tentang makna sesungguhnya dari kesempatan kedua.

Resensi

Target membaca 15 buku di tahun 2015 (sesuai angka tahunnya) telah tercapai lebih dari separuh. Ini buku kedelapan yang saya selesaikan di tahun ini. Tak lain, salah satu buku best seller lokal bernuansa romantis. Buku ketiga dari trilogi (kalau memang hanya tiga) Divortiare-Twivortiare series dari Ika Natassa ini sedikit berbeda. Bisa baca post saya soal Divortiare dan Twivortiare, bahwa topik di buku ini masih seputar pasangan Alexandra dan Beno, serta apapun naik-turun emosi di antara keduanya. Ciri khas itu masih ada: Ending cerita yang sangat mudah ditebak plus kata-kata bijak soal cinta dari akun Twitter Alexandra.

Tapi kalau mau jujur, jika saya sempat bilang bahwa Twivortiare bikin pembaca (baca: saya) benci sekaligus penasaran dengan kelanjutan tiap drama yang muncul, Twivortiare 2 memberi kesan jauh berbeda. Dan bagi saya, hal ini justru makin memperjelas bahwa Alex-Beno adalah fiktif.

Mengapa demikian?

Di buku-buku sebelumnya nyata bahwa karakter Alex banyak disibukkan dengan apapun itu sebagai bankir. Itu semua tiba-tiba menguap begitu saja ketika di buku ini dia menolak promosi di kota lain lantaran memilih bersama Beno. Semenjak itu cerita-ceritanya soal pekerjaan semakin menyusut. Barangkali, ini menunjukkan kedewasaan Alex untuk tidak melulu ngetwit soal pekerjaan ya? Di buku-buku sebelumnya nyata bahwa Alex sering harus memilih antara gertakan suami yang selalu ingin di dekatnya ataukah pekerjaan, atau semacam itu tapi dibolak-balik. Di buku ini hal itu pun hilang. Bahkan setelah 100 halaman lebih, saya tersadar bahwa fokus buku ini cuma satu: Membuat bayi. Berbagai energi dari bumbu-bumbu emosional yang biasanya tak pernah absen di kedua buku sebelumnya, di sini justru energi itu dipusatkan pada urusan “kenapa gak hamil-hamil”.

Di situ, kadang saya merasa sedih *ups* — lantaran buku ini makin kemari terasa makin kehilangan daya magis emosional yang membuat guilty pleasure bagi saya.

Menyelesaikan buku ini pun jadi semacam “kewajiban daripada tak tuntas”, alias lantaran sudah telanjur basah ya sekalian saja dihabiskan *ups lagi*. Sudah tertebak akhir ceritanya begitu… Lalu jalan menuju ke sana seolah selempeng karakter Beno. Tidak terlalu bergejolak lagi.

Nah, sekarang tentulah rasa penasaran muncul bagaimana ya kelanjutan buku ini? Apakah masih akan ada Twivortiare 3? Bagaimana kelakuan pasangan ini membesarkan ex-little-ndut mereka? (Maafkan jika terkesan tolol lantaran saya tidak follow Twitter Alexandra :p)

Ah, tapi begitulah… Di kala kisah mereka terlalu rollercoaster, saya mengutuk sifat hedonis dan mau menang sendiri dari Alexandra. Tapi ketika kisah mereka mulai romantis-romantis-lempeng, saya malah kecewa sendiri. Entah apa sih ekspektasi saya atas cerita ini. Penulisnya bikin ini salah, bikin itu salah… Serba salah memang mengikuti sepak terjang buku ini! #haha

Akhir kata: Coba dulu Divortiare-nya jangan dibaca… Ah, penyesalan selalu datang belakangan. Kalau datang duluan namanya pendaftaran.

 

My ratings

  • Story 5/10
  • Excitement 5/10
  • Readers grasp 8/10
  • Tagline association 7/10
  • Moral value 6/10
  • Personal Goodreads Rating 3/5
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s