Predestination (2014)

Identitas Film

Censor rating: R
Duration: 97 minutes
Language: English
Release date: January 9, 2015
Genre: Drama, Science fiction, Mystery
IMDb rating: 7.4/10
Metacritic Score: 69/10
Rotten Tomatoes Tomatometer: 84%
Director: Michael Spierig
Casts: Ethan Hawke, Sarah Snook, Noah Taylor

 

 

 

 

 

 

 

Sinopsis Official

The life of a time-traveling Temporal Agent. On his final assignment, he must pursue the one criminal that has eluded him throughout time.

Resensi (plus spoiler)

Lagi-lagi time traveling. Mungkin sudah bosan dengan tema yang satu ini, apalagi kalau subtema yang dibawa berbau paradoks. Ada malah penonton pusing memikirkan logikanya. Tapi kali ini, percayalah bahwa Predestination (2014) memberikan rasa berbeda bagi sebuah film science fiction yang menyajikan menu time traveling.

Ceritanya, seorang agen yang hidup di tahun 1992 bertugas melintasi waktu untuk mendapatkan seorang pengebom yang menghancurkan kota New York di bulan Maret 1975 dan mencegah bencana tersebut. Namun ternyata, ia mengalami musibah sehingga wajahnya terbakar habis dan harus mengalami bedah rekonstruksi wajah habis-habisan. Kini, ia ditugaskan untuk misi terakhirnya sebelum pensiun, untuk menangkap si pengebom dan menghentikan aksinya.

Sampai di sini, kalian yang belum nonton mungkin jangan curi membaca kelanjutannya, karena yang akan saya bahas di bawah ini adalah SPOILER. Silakan scroll cepat sampai tanda SPOILER ALERT ENDS.

***SPOILER ALERT***

Alur film di awal begitu pelan. Sewaktu John, pemuda yang duduk di bar tempat karakter Ethan Hawke (sebut saja Barkeeper) bekerja, bercerita tentang awal kehidupannya yang ia ketahui, kita dibawa untuk mengeksplorasi perlahan-lahan bagaimanakah kehidupan Jane, versi wanita dari John, ketika masih anak hingga remaja dan dewasa muda. Diceritakan bahwa ia tidak punya orang tua, masuk panti asuhan pada tanggal 13 September 1945, kemudian tumbuh sebagai anak perempuan dengan kekuatan fisik seperti pria dan kecerdasan tinggi. Kemudian bagaimana nasibnya ketika merasa dipermainkan Robertson, menjalani hidup susah, bertemu pemuda misterius yang datang dan pergi begitu saja, melahirkan bayi yang diberi nama sama dengan dirinya, hingga suatu bencana yang membuatnya terpaksa bertransformasi menjadi pria dengan nama baru John.

Di sini kita wajib teliti agar mudah mencerna tema filmnya ke belakang. Akhirnya, John mulai menjalani time traveling bersama Barkeeper untuk mencoba mengkonfrontasi siapa pria yang tega menghancurkan hidup Jane. Dari sinilah beberapa “keanehan” mulai terungkap, sambil alur film makin cepat dan akhirnya kecepatan alur berubah dari superpelan jadi superngebut dalam setengah jam terakhir. Bahwa pria itu adalah John, yang tak lain adalah Jane versi 7 tahun berselang yang sudah berganti gender. Lalu soal Barkeeper, ternyata dialah penculik yang mengambil bayi Jane dan menaruhnya di panti asuhan. Dan ketika ia pensiun, ternyata si pengebom adalah Barkeeper sendiri yang sudah tua. Dan puncaknya, di mana alur sudah cukup cepat, adalah ketika ternyata terungkap bahwa Barkeeper tak lain adalah John/Jane sendiri, yang sudah bertransformasi fisik lantaran terbakar dalam salah satu misinya.

***SPOILER ALERT ENDS***

Begitu kontroversial jalan logika The Spierig brothers dalam menyusun skenario Predestination ini. Saking kontroversialnya, komentar para pemirsa di IMDb pun terpolarisasi: Suka sekali, atau benci sekali.

Yang suka tentu memuji bagaimana hebatnya ada enam karakter yang di awal film tampak berbeda-beda ternyata merupakan orang yang satu, itu-itu juga, hanya saja wujudnya yang beda. Mungkin fakta ini tak terduga, sampai di pertengahan film.

Tapi yang benci tentu punya alasan juga. Bagaimana mungkin satu orang bisa berprokreasi dengan dirinya sendiri untuk melahirkan dirinya sendiri pula? (Memang poin ini sungguh tak masuk akal. Major logic loophole, menurut saya. Tapi justru itu daya tarik film ini). Logika bisa jadi diabaikan dalam menikmati film, tapi kalau kelewatan ngaco-nya, mungkin bakal bikin sebagian orang risih. Well, terserah mau pilih kubu mana.

Pastinya, nilai moral film ini adalah sama saja dengan film time travel lainnya. Mengubah masa lalu: Kini belum bisa kita lakukan. Tapi kalaupun nanti kita bisa, belum tentu itu jalan terbaik, dan belum tentu pula suatu hal itu bisa dicegah. Jadi inti pelajarannya adalah hargai waktu yang ada. Demikian yang bisa saya ambil dari sini.

Soal durasi, ada yang mengeluh pendek. Memang sih pendek, seratus menit saja tidak sampai. Tapi intinya sudah cukup dapat di 97 menit itu. Soal grafis, rasanya tidak ada tipuan yang sungguh luar biasa  selain bahwa karakter Ethan Hawke dan karakter Sarah Snook pernah berhadapan dengan “diri sendiri”. Dan ini pun ditampilkan dengan cukup baik.

Soal musik, cukup minimal, tapi buat saya ini bagus karena jadinya tidak merusak konsentrasi saat nonton. Dan yang tidak terlalu penting: Saat adegan SpaceCorp, mau tidak mau teringat sedikit dengan Gattaca, film Ethan Hawke lain yang berlatar spaceship (yang lebih bagus lagi malah!) 🙂

Bagi yang belum nonton, silakan buruan mumpung di beberapa Blitzmegaplex masih tayang. Tapi harus siap: Siap terpesona, atau siap marah-marah karena tak suka. Dan siap-siap marah juga kalau spoiler di atas telanjur terbaca.

My ratings

  • Story 9/10
  • Graphic 8/10
  • Audience grasp 8/10
  • Tagline association 9/10
  • Moral value 8/10
  • Personal IMDb rating 9/10
Advertisements

2 thoughts on “Predestination (2014)

    • Iya sih… Menurut saya di situ menariknya: Karena nggak jelasnya itu. Dan sebenarnya yang lebih anehnya lagi adalah, bahwa si manusia hermafrodit ini melahirkan dirinya sendiri, dan membunuh dirinya sendiri.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s