Rush (2013)

Identitas Film

Censor Rating: R
Duration: 123 minutes
Genre: Action, Biography, Drama
Release date: September 13, 2013 (UK); September 20, 2013 (SE Asia); September 27, 2013 (USA)
IMDb rating: 8.2/10 (#163 of 250 Top Rated Movies)
Metacritic Score: 75/100
Rotten Tomatoes Tomatometer: 89%
Director: Ron Howard
Casts: Daniel Brühl, Chris Hemsworth, Olivia Wilde, Alexandra Maria Lara, Pierfrancesco Favino

Sinopsis Official

The merciless 1970s rivalry between Formula One rivals James Hunt and Niki Lauda.

 

Resensi

Menyaksikan balapan Formula 1 tentu memberikan kesan tersendiri, apalagi jika kita menontonnya secara langsung dari sirkuit. Namun, menyaksikan film hasil adaptasi dari kisah legenda Formula 1 dari era tiga dekade sebelum hari ini, tentunya membawa sensasi unik tersendiri, khususnya jika kalian juga merangkap penggemar Formula 1 dalam artian sebenarnya.

Rush (2013), film besutan Ron Howard ini, adalah film yang menampilkan saga antara James Hunt, pembalap Inggris ganteng yang flamboyan dan gemar mabuk-mabukan serta menjadi idola para wanita; dengan Niki Lauda, pembalap Austria konservatif yang rumahan namun sangat kaku dan gemar bicara blak-blakan dengan mimik muka (seperti orang lagi) marah. Mereka tengah memperebutkan gelar juara dunia Formula 1 di tahun 1976. Era di mana balap Formula 1 masih merupakan olahraga yang paling menantang maut, di mana dalam setahun sudah pasti ada minimal dua nyawa melayang dari pasukan pembalap. Era di mana balapan belum melulu soal uang, tapi lebih ke soal harga diri dan kepiawaian berperang dingin di luar trek.

Niki Lauda yang merupakan juara dunia bertahan (1975), dituntut mampu mempertahankan gelarnya dari ancaman Hunt. Awal musim berjalan mulus bagi Lauda, ditambah beberapa kali sandungan buat Hunt. Namun sebuah kecelakaan di pertengahan tahun 1976 (penggemar Formula 1 pasti hapal!) mengubah plot persaingan di antara keduanya. Apakah yang terjadi dan bagaimanakah akhir musim 1976 bagi keduanya?

Sebelumnya, Ron Howard sungguh serius ingin menciptakan adaptasi kisah luar biasa ini dengan luar biasa pula. Betapa tidak, Howard kerap muncul di balapan-balapan Formula 1 modern, untuk belajar dan belajar lebih lanjut. Chris Hemsworth, pemeran James Hunt (yang menurut saya kurang mirip James Hunt asli), membuktikan bahwa dia tidak hanya layak menjadi bintang di Thor, melainkan juga di trek.

Sementara Daniel Brühl, pemeran Niki Lauda yang “disahkan” sendiri oleh Niki Lauda asli (saat ini salah satu petinggi di tim balap F1 Mercedes-Petronas), juga memerankan mantan pembalap galak yang memiliki nama satir elderly fan itu dengan sangat baik. Dengan sedikit modifikasi wajah dan rambut, jadilah dia Niki Lauda jadi-jadian yang celakanya mampu berkata-kata dan berekspresi seperti layaknya Lauda asli waktu muda.

Peran-peran lainnya tak kalah menarik. Clay Regazzoni, rekan setim Lauda, yang diperankan Pierfrancesco Favino, juga cukup mirip dengan pembalap aslinya. Alexandra Maria Lara, aktris pemeran Der Untergang yang kini memerankan Marlene Knaus; dan Olivia Wilde, pemeran Suzy Miller, juga turut memberikan warna tersendiri sebagai WAGs.

Berbagai adegan action dan balapan disajikan dengan sangat menarik, tentunya sudah cukup mendekati asli (meskipun jelas mobilnya bukan asli ya… Karena masalah superlicense). Adegan kecelakaan mengerikan, plus adegan rumah sakit, juga sudah dikonfirmasi menyerupai dengan kejadian aslinya (ups, spoiler!). Dijamin, beberapa adegan bakal bikin ketakutan; namun jangan khawatir, tetap porsi seru-nya yang lebih besar. Jadi, jika ada yang pernah bilang bahwa menyaksikan Formula 1 selama 2 jam lebih itu memicu adrenalin dan terkadang mengajak sport jantung, sama halnya dengan Rush.

Film berdurasi 2 jam 3 menit ini juga mengajak kita menikmati drama di balik serunya perseteruan jet darat di ajang Formula 1, khususnya di era 1970-an. Mungkin film ini juga bisa merefleksikan Formula 1 di era keemasannya, dan layak dibandingkan dengan Formula 1 masa kini, yang sering disebut-sebut sudah merana saking penuhnya gempuran uang dan prioritas sponsorship dari berbagai penjuru.

Mengutip kata Ron Howard, kisah luar biasa ini bahkan tak mampu dikarang manusia. Mungkin benar. Memang musim Formula 1 1976 termasuk salah satu yang paling dramatis dari semua musim balapan yang pernah ada dalam sejarah Formula 1. Siapa tahu, setelah menyaksikan film ini, kalian jadi penasaran dengan Formula 1 masa kini?

My Ratings

  • Story 9/10
  • Graphic 8/10
  • Audience grasp 9/10
  • Tagline association 9/10
  • Moral value 7/10
  • Personal IMDb rating 10/10
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s