Oculus (2013)

Identitas Film

OculusNewPoster

Censor rating: R
Duration: 104 minutes
Language: English
Release date: April 11, 2014
Genre: Horror
IMDb rating: 6.5/10
Metacritic Score: 61/100
Rotten Tomatoes Tomatometer: 73%
Director: Mike Flanagan
Casts: Karen Gillan, Brenton Thwaites, Katee Sackhoff, Rory Cochrane, James Lafferty

Sinopsis Official

A woman tries to exonerate her brother, who was convicted of murder, by proving that the crime was committed by a supernatural phenomenon.

Resensi

Di saat tema rumah hantu sudah lazim, tema vampir sudah basi, dan tema setan pocong bukan porsinya; film ini memang menghadirkan sudut pandang horor yang berbeda. Oculus (2013), film yang pertama kali memperlihatkan wujudnya di Toronto International Film Festival di September 2013 dan akhirnya rilis layar lebar di April 2014, menawarkan horor dengan dua keunikan: Fokus benda seram berupa cermin antik, dan alur maju mundurnya yang bertalian erat. Oculus dibintangi oleh Karen Gillan dan Brenton Thwaites sebagai dua bersaudara (Kaylie dan Tim). Saat itu, aktris-aktor muda ini masih belum se-ternama sekarang.

Ada dua plot yang tercampur di cerita ini, yaitu era kini dan era 11 tahun sebelumnya. Tim baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, dan ia diberitahu kakaknya Kaylie yang tengah merencanakan sesuatu terkait dengan kematian orang tua mereka. Ternyata, kematian kedua orang tua mereka itu diyakini Kaylie berkenaan dengan sebuah cermin antik. Dengan segala cara, Kaylie mencari cermin antik tersebut dan berhasil. Mereka berdua berupaya membalaskan dendam atas kematian-kematian 11 tahun sebelumnya. Berhasilkah?

Hal yang menarik dari cermin antik ini adalah cara kerjanya, yang ternyata berhasil diungkap oleh Kaylie dan Tim dalam perjalanan cerita. Mengenai bagaimana cara kerja cermin ini, mungkin perlu ditonton sendiri agar paham 🙂 Plus, alur cerita yang semakin ke belakang semakin tidak jelas batasnya, turut mewarnai perjalanan menuju klimaks cerita.

Cara film ini mengungkap misteri memang cukup menarik dan agak membuat penonton berpikir, terutama karena ada dua plot yang paralel itu. Adegan listrik yang padam, menarik sekaligus menegangkan. Misteri antara Alan dan Marie juga cukup membuat penasaran, namun malah dibikin miris di detik-detik akhir menjelang ending. Bagian-bagian itu memang tidak buruk, bahkan lumayan baik. Namun sisanya, menurut saya biasa saja dan cenderung kurang menarik.

Sebagai penonton yang tidak menggemari film horor, bisa dikatakan bahwa film ini punya alur yang – jujur saja – membuat ending cerita menjadi tidak jelas plotnya, meskipun mudah saja mengomentari mengapa film ini dirancang seperti itu. Namun proses yang ditampilkan dalam perjalanan film sudah dapat dikatakan cukup baik. Ketegangan-ketegangan di saat Kaylie dan Tim terpisah, cukup mendatangkan tanya dan rasa penasaran. Lalu, tren film horor negatif pun ternyata masih turut berlanjut di film ini. Entah memuaskan atau tidak, akhir film ini mudah diprediksi, terutama jika kita sudah melewati setengah perjalanannya.

Kurang direkomendasikan, namun bagi para penggemar horor tak ada salahnya untuk dicoba.

My ratings

  • Story 4/10
  • Graphic 7/10
  • Audience grasp 5/10
  • Tagline association 7/10
  • Moral value 5/10
  • Personal IMDb rating 4/10
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s