Mockingjay (Suzanne Collins, 2010)

Identitas Buku

Book Title: Mockingjay
Part of Series: The Hunger Games (Book 3)
Author: Suzanne Collins
Genre: Fiction, fantasy, action
Paperback: 400 pages
Publisher: Scholastic Press; 1st edition (February 25, 2014 in Paperback)
Language: English
ISBN-10: 0545663261
ISBN-13: 978-0545663267
Product Dimensions: 0.8 x 5.2 x 8 inches

 

 

 

Sinopsis Official

“My name is Katniss Everdeen. Why am I not dead? I should be dead.”

Katniss Everdeen, girl on fire, has survived, even though her home has been destroyed. There are rebels. There are new leaders. A revolution is unfolding.

District 13 has come out of the shadows and is plotting to overthrow the Capitol. Though she’s long been a part of the revolution, Katniss hasn’t known it. Now it seems that everyone has had a hand in the carefully laid plans but her.

The success of the rebellion hinges on Katniss’s willingness to be a pawn, to accept responsibility for countless lives, and to change the course of the future of Panem. To do this, she must put aside her feelings of anger and distrust. She must become the rebels’ Mockingjay – no matter what the cost.

Resensi

Buku ketiga dan terakhir dari trilogi The Hunger Games ini jelas banyak ditunggu para penggemarnya, lantaran buku inilah yang akan menuntaskan cerita Panem’s Capitol dengan Katniss Everdeen, the girl who was on fire. Bagaimana nasib district 12 setelah dibom hingga rata dengan tanah? Bagaimana nasib Katniss yang tiba-tiba mendengar berita buruk tersebut? Akankah Katniss membalaskan dendamnya dengan Snow? Bagaimana pula nasib Peeta dan teman-teman aliansi Katniss di 75th Hunger Games? Sejujurnya, cliffhanger yang dipasang Suzanne Collins di akhir buku kedua yaitu Catching Fire memang sangat menggali nafsu kekepoan para pembacanya!

Buat saya, jujur bahwa menyelesaikan buku ini, terutama di fase-fase awal, sangat membutuhkan perjuangan ekstra. Tertunda cukup lama membacanya, hingga sekitar 1,5 tahun, saya baru bertekad baja untuk menyelesaikan novelnya saat film pertamanya sudah rilis. Sebelum itu, saya baru membaca 8 bab dan merasa alur cerita terkesan lambat dan membuat terkantuk-kantuk. Plus derita tambahan bahwa buku yang saya dapat ini berbahasa Inggris, bukan bahasa Indonesia; dan bahwa bahasa Inggris yang digunakan Suzanne Collins cukup berat, mungkin memerlukan level advanced untuk memahaminya sekali baca. Jadi jelaslah saya butuh waktu lebih untuk memahami bab-bab awal buku ini hingga mencapai level komprehensif.

Di buku ini, Suzanne Collins membawa kisah ke arah pemberontakan sebagai target akhir dan peniadaan penindasan Snow sebagai tujuan utama semangat Katniss dalam memberontak. Cukup jelas. Namun, intrik yang terjadi cukup menarik di mana Snow menangkap Peeta dan beberapa pemenang games lain di Capitol. Perang dingin antara kedua kubu sangat intens dan menjanjikan kejutan di setiap bab baru. Kecepatan pembunuhan karakternya, jangan ditanya. Tak puas hanya memberlakukan pembunuhan massal di Catching Fire, Collins kembali melanjutkan ritual tersebut di buku ini. Terutama setelah dibentuk satu pasukan yang akan menyusup ke Capitol, yang diperkuat orang-orang terbaik yang dikirim dari District 13.

Menurut saya, di sanalah keseruan sesungguhnya dimulai, dan kita semakin dibuat tak mau meninggalkan buku ini (meskipun bahasanya bukan bahasa primer kita!). Kematian menghampiri tiap karakter dengan demikian cepat, sampai-sampai kita pun takut kalau-kalau ada karakter favorit kita yang tewas ketika kita berkedip sekali lagi atau membalik halaman satu lembar lagi!

Dan tentunya, sudah pasti di ujung cerita telah menunggu kejutan yang pastinya tak akan terlupakan. Ending ini mungkin agak mudah ditebak jalur utamanya, tetapi proses menuju ke sana tak dibuat semulus itu oleh Collins. Efek samping tindakan utama yang mengakhiri segalanya ternyata tidak mudah diterima bagi banyak pihak. Di saat cerita mencapai klimaks, terjadilah kejutan besar yang justru merupakan ejawantah aklimatisasi dari segala kejadian yang telah mendahului puncak kisah ini. Relatif mengagetkan memang. Meskipun berakhir miris buat beberapa karakter, menurut saya akhir cerita ini cukup adil dan memuaskan, meskipun tidak 100% memuaskan benar jika dilihat dari sudut-sudut tertentu.

Mungkin saya bisa katakan buku ini remarkable: Tidak akan pernah lupa setelah membacanya. Karena identitas yang sangat kuat, sejak Collins memulainya dari titik akhir Catching Fire, hingga epilog.

My Ratings

  • Story 9/10
  • Excitement 8/10
  • Readers grasp 8/10
  • Tagline association 8/10
  • Moral value 7/10
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s